<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>royalti musik Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/royalti-musik/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/royalti-musik</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Dec 2025 13:52:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>royalti musik Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/royalti-musik</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>RUU Hak Cipta: Melly Goeslaw Desak Aturan LMK–KMK Satu Pintu</title>
		<link>https://www.seketika.com/ruu-hak-cipta-melly-goeslaw-desak-aturan-lmk-kmk-satu-pintu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 18:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[AI dan Hak Cipta]]></category>
		<category><![CDATA[Baleg DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Cipta Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[KMK]]></category>
		<category><![CDATA[LMK]]></category>
		<category><![CDATA[Melly Goeslaw]]></category>
		<category><![CDATA[platform digital]]></category>
		<category><![CDATA[Regulasi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[revisi UU Hak Cipta]]></category>
		<category><![CDATA[royalti musik]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Hak Cipta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32388</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ruu-hak-cipta-melly-goeslaw-desak-aturan-lmk-kmk-satu-pintu">RUU Hak Cipta: Melly Goeslaw Desak Aturan LMK–KMK Satu Pintu</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Melly Goeslaw, menegaskan bahwa fokus utama pembahasan harmonisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta adalah memastikan konsistensi regulasi terkait Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dan Komite Manajemen Kolektif (KMK). Hal ini disampaikan Melly dalam rapat Panitia Kerja (Panja) Baleg di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/12/2025).</p>



<p>Melly menekankan pentingnya kejelasan mekanisme pengelolaan hak cipta agar berjalan melalui satu pintu secara menyeluruh. </p>



<p>Menurutnya, penguatan regulasi LMK dan KMK menjadi krusial untuk memastikan tata kelola royalti dan perlindungan hak cipta lebih efektif.</p>



<p>“Yang perlu betul–betul dipikirkan adalah konsistensi regulasi terkait LMK dan KMK. Diperlukan kejelasan bahwa mekanisme itu dijalankan satu pintu secara total,” ujar Melly.</p>



<p>Selain isu tata kelola LMK dan KMK, Melly menyoroti bahwa pengaturan mengenai ruang digital, termasuk platform digital dan kecerdasan buatan (AI), masih bersifat fragmentaris dalam regulasi hak cipta yang berlaku saat ini.</p>



<p>Ia menilai perlu ada penguatan norma dalam RUU Hak Cipta agar dapat merespons perkembangan ekosistem digital yang mempengaruhi pola penciptaan maupun pemanfaatan karya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/ruu-hak-cipta-melly-goeslaw-desak-aturan-lmk-kmk-satu-pintu">RUU Hak Cipta: Melly Goeslaw Desak Aturan LMK–KMK Satu Pintu</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkum Supratman Bongkar Sistem Baru Royalti Musik: Lebih Transparan, Tak Ada yang Dirugikan</title>
		<link>https://www.seketika.com/menkum-supratman-bongkar-sistem-baru-royalti-musik-lebih-transparan-tak-ada-yang-dirugikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 05:06:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Cipta]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Cipta Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[industri musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkumham]]></category>
		<category><![CDATA[LMK]]></category>
		<category><![CDATA[LMKN]]></category>
		<category><![CDATA[Musik nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Permenkum 27 Tahun 2025]]></category>
		<category><![CDATA[royalti musik]]></category>
		<category><![CDATA[Supratman Andi Agtas]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola royalti musik]]></category>
		<category><![CDATA[UU Hak Cipta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=31468</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menkum-supratman-bongkar-sistem-baru-royalti-musik-lebih-transparan-tak-ada-yang-dirugikan">Menkum Supratman Bongkar Sistem Baru Royalti Musik: Lebih Transparan, Tak Ada yang Dirugikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta &#8211; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum) Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa tata kelola royalti musik yang baru tidak akan merugikan industri musik Indonesia. Pemerintah, kata dia, justru berkomitmen kuat untuk melindungi pencipta lagu, pemegang hak cipta, dan seluruh pihak terkait dalam ekosistem musik nasional.</p>



<p>Pernyataan tersebut disampaikan Supratman dalam audiensi terbuka bersama pelaku industri musik Indonesia di Graha Pengayoman, Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, pada Jumat (31/10/2025).</p>



<p>“Kalau ada yang bilang sistem tata kelola sekarang yang sedang diperbaiki akan merugikan industri, itu salah besar. Tidak ada niat pemerintah untuk mencampuri. Kewajiban pemerintah adalah melindungi semuanya,” ujar Supratman dalam keterangan resminya.</p>



<p>Menurut Supratman, permasalahan utama dalam pengelolaan royalti hak cipta lagu dan musik selama ini bukan pada pelaku industri, melainkan pada ekosistem pengelolaannya. </p>



<p>Karena itu, perbaikan tata kelola menjadi hal mendesak agar tercipta transparansi dan keadilan bagi seluruh pemangku kepentingan.</p>



<p>“Yang kami lakukan supaya LMK dan LMKN sebagai satu kesatuan ekosistem itu bisa saling mengawasi maka kami pisahkan siapa yang memungut royalti, siapa yang mendistribusi. Ini pasti akan terjadi <em>check and balances </em>di antara keduanya,” jelasnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/menkum-supratman-bongkar-sistem-baru-royalti-musik-lebih-transparan-tak-ada-yang-dirugikan">Menkum Supratman Bongkar Sistem Baru Royalti Musik: Lebih Transparan, Tak Ada yang Dirugikan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Musisi Bukan Cuma Butuh Panggung, Tapi Juga Perlindungan! Once Mekel Tentang Permenkum Royalti</title>
		<link>https://www.seketika.com/musisi-bukan-cuma-butuh-panggung-tapi-juga-perlindungan-once-mekel-tentang-permenkum-royalti</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2025 03:52:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi Royalti]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Ekosistem Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Cipta Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[LMKN]]></category>
		<category><![CDATA[Once Mekel]]></category>
		<category><![CDATA[PDLM]]></category>
		<category><![CDATA[Permenkum 27 2025]]></category>
		<category><![CDATA[royalti musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=29428</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/musisi-bukan-cuma-butuh-panggung-tapi-juga-perlindungan-once-mekel-tentang-permenkum-royalti">Musisi Bukan Cuma Butuh Panggung, Tapi Juga Perlindungan! Once Mekel Tentang Permenkum Royalti</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI, Elfonda Mekel atau yang akrab disapa Once Mekel, menyampaikan apresiasi atas terbitnya Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkum) Nomor 27 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 mengenai pengelolaan royalti hak cipta lagu dan/atau musik.</p>



<p>Aturan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat landasan hukum pembayaran royalti musik, khususnya atas pemanfaatan lagu di layanan publik bersifat komersial. </p>



<p>Pembayaran royalti tersebut dilakukan secara kolektif melalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).</p>



<p>“Musik sebagai bagian dari hasil kebudayaan masyarakat harus tetap dapat diakses publik, tanpa mengabaikan hak-hak ekonomi para pencipta dan pelaku terkait. Hadirnya Permenkum ini menjadi fondasi hukum yang memperkuat ekosistem musik nasional,” ujar Once Mekel dalam keterangannya kepada Parlementaria, usai Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jumat (15/8/2025).</p>



<p>Once menegaskan pentingnya optimalisasi peran Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) sebagai pendistribusi royalti musik yang efektif, transparan, dan akuntabel. </p>



<p>Ia juga mendorong penataan hubungan fungsional antara LMK dan LMKN sebagai badan pengelola royalti musik secara kolektif agar lebih terintegrasi.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/musisi-bukan-cuma-butuh-panggung-tapi-juga-perlindungan-once-mekel-tentang-permenkum-royalti">Musisi Bukan Cuma Butuh Panggung, Tapi Juga Perlindungan! Once Mekel Tentang Permenkum Royalti</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Royalti Lagu Bikin Heboh! DPR Desak Aturan Baru yang Tak Mencekik Pengusaha</title>
		<link>https://www.seketika.com/royalti-lagu-bikin-heboh-dpr-desak-aturan-baru-yang-tak-mencekik-pengusaha</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 19:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Cipta]]></category>
		<category><![CDATA[industri musik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkumham]]></category>
		<category><![CDATA[LMK]]></category>
		<category><![CDATA[Musisi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku usaha]]></category>
		<category><![CDATA[revisi UU Hak Cipta]]></category>
		<category><![CDATA[royalti lagu]]></category>
		<category><![CDATA[royalti musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=29186</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/royalti-lagu-bikin-heboh-dpr-desak-aturan-baru-yang-tak-mencekik-pengusaha">Royalti Lagu Bikin Heboh! DPR Desak Aturan Baru yang Tak Mencekik Pengusaha</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyoroti polemik penarikan royalti atas pemutaran lagu di ruang-ruang publik yang tengah menjadi perbincangan hangat masyarakat. Ia meminta Kementerian Hukum (Kemenkum) segera merumuskan regulasi teknis yang tidak memberatkan para pelaku usaha, namun tetap melindungi hak-hak ekonomi pencipta lagu.</p>



<p>“DPR RI juga mencermati dunia permusikan yang beberapa saat ini ada dinamika, dan kami sudah minta Kementerian Hukum yang kemudian juga membawahi LMK-LMK (Lembaga Manajemen Kolektif) untuk juga kemudian membuat aturan yang tidak menyulitkan,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, DPR RI, Jakarta, Senin (4/8/2025).</p>



<p>Menurut Dasco, saat ini Komisi X DPR RI tengah membahas revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. </p>



<p>Revisi ini diharapkan mampu memberikan kejelasan hukum dan sistem pengelolaan royalti yang lebih transparan dan akuntabel.</p>



<p>“Sambil menunggu revisi Undang-Undang Hak Cipta yang sedang direvisi oleh DPR (pemerintah perlu menciptakan regulasi yang adil),” imbuh Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.</p>



<p>Isu royalti musik kembali mencuat setelah sejumlah pelaku usaha terutama pemilik kafe, restoran, dan hotel menyatakan keberatan atas kewajiban membayar royalti atas lagu yang diputar di tempat usaha mereka. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/royalti-lagu-bikin-heboh-dpr-desak-aturan-baru-yang-tak-mencekik-pengusaha">Royalti Lagu Bikin Heboh! DPR Desak Aturan Baru yang Tak Mencekik Pengusaha</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
