<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Terminal Tipe A Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/terminal-tipe-a/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/terminal-tipe-a</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 May 2026 05:13:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Terminal Tipe A Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/terminal-tipe-a</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PO Bus Tak Masuk Terminal, Ini Sanksi Tegas dari Kemenhub</title>
		<link>https://www.seketika.com/po-bus-tak-masuk-terminal-ini-sanksi-tegas-dari-kemenhub</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 05:13:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Aan Suhanan]]></category>
		<category><![CDATA[Izin trayek]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenhub]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan transportasi umum]]></category>
		<category><![CDATA[PO Bus]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal Tipe A]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=36141</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/po-bus-tak-masuk-terminal-ini-sanksi-tegas-dari-kemenhub">PO Bus Tak Masuk Terminal, Ini Sanksi Tegas dari Kemenhub</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Kementerian Perhubungan mulai memperketat pengawasan terhadap perusahaan otobus yang tidak mematuhi aturan masuk terminal. Operator bus yang melanggar terancam sanksi berat, mulai dari administratif hingga pencabutan izin operasional.</p>



<p>Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menegaskan akan menindak tegas perusahaan otobus (PO) yang mengabaikan kewajiban masuk terminal resmi.</p>



<p>Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyebut hukuman yang disiapkan tidak hanya berupa teguran administratif, tetapi juga pembekuan izin trayek hingga pencabutan izin penyelenggaraan angkutan penumpang.</p>



<p>Kebijakan tersebut mengacu pada aturan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 2019 terkait angkutan orang dalam trayek.</p>



<p>Pemerintah menilai kewajiban bus masuk terminal menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan transportasi umum.</p>



<p>Melalui terminal, petugas dapat memastikan kondisi kendaraan layak jalan, memeriksa kesehatan pengemudi, serta mendata penumpang secara lebih tertib.</p>



<p>Selain itu, pemeriksaan administrasi seperti dokumen uji KIR dan inspeksi keselamatan kendaraan atau rampcheck juga dilakukan sebelum bus beroperasi.</p>



<p>Kemenhub menegaskan perjalanan dapat dihentikan apabila armada tidak memenuhi standar keselamatan yang berlaku.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/po-bus-tak-masuk-terminal-ini-sanksi-tegas-dari-kemenhub">PO Bus Tak Masuk Terminal, Ini Sanksi Tegas dari Kemenhub</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
