<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kekerasan Anak Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/kekerasan-anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/kekerasan-anak</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 05:13:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Kekerasan Anak Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/kekerasan-anak</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasus Daycare Little Aresha: Fakta Baru, 11 Pengasuh Akui Kekerasan</title>
		<link>https://www.seketika.com/kasus-daycare-little-aresha-fakta-baru-11-pengasuh-akui-kekerasan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 05:13:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<category><![CDATA[daycare Little Aresha]]></category>
		<category><![CDATA[kasus kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan anak di daycare Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kronologi daycare Little Aresha]]></category>
		<category><![CDATA[pengasuh daycare]]></category>
		<category><![CDATA[pengasuh daycare aniaya anak]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35963</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kasus-daycare-little-aresha-fakta-baru-11-pengasuh-akui-kekerasan">Kasus Daycare Little Aresha: Fakta Baru, 11 Pengasuh Akui Kekerasan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Yogyakarta – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta memasuki babak baru. Polisi mengungkap bahwa sejumlah pengasuh mengaku melakukan tindakan tersebut atas instruksi langsung dari pimpinan yayasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus daycare Little Aresha mengungkap praktik kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh para pengasuh. Sebanyak 11 orang mengaku menjalankan tindakan tersebut karena perintah dari ketua yayasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi telah menetapkan total 13 tersangka dalam perkara ini, termasuk pihak manajemen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus ini menyoroti lemahnya pengawasan di lembaga penitipan anak. Selain itu, praktik pengasuhan yang tidak manusiawi berpotensi menimbulkan trauma serius bagi korban.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Temuan adanya luka fisik juga memperkuat dugaan bahwa kekerasan telah berlangsung cukup lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengasuh mengaku tidak memiliki pedoman tertulis dalam bekerja. Mereka hanya mengikuti instruksi lisan yang diduga telah menjadi kebiasaan sejak lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Metode kekerasan disebut diwariskan dari pengasuh sebelumnya, sehingga menjadi praktik yang berulang.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kasus-daycare-little-aresha-fakta-baru-11-pengasuh-akui-kekerasan">Kasus Daycare Little Aresha: Fakta Baru, 11 Pengasuh Akui Kekerasan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kekerasan Anak Daycare Yogyakarta, Ini Fakta 53 Anak Diduga Jadi Korban</title>
		<link>https://www.seketika.com/kekerasan-anak-daycare-yogyakarta-ini-fakta-53-anak-diduga-jadi-korban</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 03:15:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<category><![CDATA[daycare Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kasus daycare]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[Sari Yuliati]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35898</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kekerasan-anak-daycare-yogyakarta-ini-fakta-53-anak-diduga-jadi-korban">Kekerasan Anak Daycare Yogyakarta, Ini Fakta 53 Anak Diduga Jadi Korban</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Yogyakarta – Dugaan kekerasan terhadap anak kembali mencuat, kali ini terjadi di sebuah daycare di <a href="https://www.seketika.com/?s=Yogyakarta&amp;post_type%5B%5D=post" type="link" id="https://www.seketika.com/?s=Yogyakarta&amp;post_type%5B%5D=post" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Yogyakarta</a>. Puluhan anak disebut menjadi korban dalam kasus yang kini tengah disorot publik dan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus dugaan kekerasan terhadap anak terjadi di sebuah fasilitas penitipan anak di Yogyakarta. Dari data awal, terdapat lebih dari seratus anak terdaftar, dan sebagian di antaranya diduga mengalami perlakuan tidak layak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekitar 53 anak disebut menjadi korban kekerasan fisik maupun tindakan yang tidak manusiawi. Kasus ini kini dalam penanganan aparat penegak hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus ini memicu kekhawatiran luas soal keamanan fasilitas penitipan anak di Indonesia. Orang tua pun mempertanyakan standar pengawasan dan kualitas layanan daycare.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa ini juga mendorong tekanan terhadap pemerintah untuk memperketat regulasi dan memastikan perlindungan anak benar-benar berjalan efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wakil Ketua <a href="https://www.seketika.com/?s=DPR+RI&amp;post_type%5B%5D=post" type="link" id="https://www.seketika.com/?s=DPR+RI&amp;post_type%5B%5D=post" target="_blank" rel="noreferrer noopener">DPR RI</a>, Sari Yuliati, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia meminta proses hukum dilakukan secara serius, transparan, dan tanpa kompromi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, pihak yang terbukti bersalah harus mendapat sanksi tegas. Ia juga menekankan bahwa kekerasan terhadap anak tidak boleh ditoleransi dalam bentuk apa pun.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kekerasan-anak-daycare-yogyakarta-ini-fakta-53-anak-diduga-jadi-korban">Kekerasan Anak Daycare Yogyakarta, Ini Fakta 53 Anak Diduga Jadi Korban</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Angka Kekerasan Masih Mengkhawatirkan, Seminar Hari Ibu 2025 Ungkap Fakta di Sumsel</title>
		<link>https://www.seketika.com/angka-kekerasan-masih-mengkhawatirkan-seminar-hari-ibu-2025-ungkap-fakta-di-sumsel</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 10:07:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[DPPPA Sumsel]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi kekerasan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[Gender Equality]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ibu 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Emas 2045]]></category>
		<category><![CDATA[kasus kekerasan Sumsel]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan terhadap Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Palembang]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Perempuan dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[seminar perempuan berdaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sumsel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32441</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/angka-kekerasan-masih-mengkhawatirkan-seminar-hari-ibu-2025-ungkap-fakta-di-sumsel">Angka Kekerasan Masih Mengkhawatirkan, Seminar Hari Ibu 2025 Ungkap Fakta di Sumsel</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Palembang &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Ibu tahun 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan seminar bertema “Perempuan Berdaya, Bebas dari Kekerasan, Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara digelar di Graha Bina Praja, Palembang, pada Kamis (4/12/2025) dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, H. Edward Candra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sambutannya, Edward Candra menegaskan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumsel masih mengkhawatirkan, bahkan beberapa kasus juga menimpa laki-laki. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski kesetaraan gender telah diakui secara hak, ia menyebut isu ini masih kerap dipandang sebelah mata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pendidikan dan keterampilan adalah hal yang penting dalam mengurangi angka kekerasan, karena perempuan yang berbekal pendidikan memiliki bekal dan kemandirian,” ujar Edward Candra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam memfilter konten media sosial yang berpotensi memicu perilaku kekerasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala DPPPA Provinsi Sumsel, M. Zaki Aslan, S.I.P., M.Si., memaparkan data bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam empat tahun terakhir menunjukkan tren yang fluktuatif namun tetap tinggi 2022: 471 kasus, 2023: 688 kasus, 2024: 545 kasus dan 2025: 591 kasus</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Zaki, kekerasan seksual dalam rumah tangga menjadi kasus paling dominan, bahkan dialami oleh korban yang masih duduk di bangku SD hingga SMA.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/angka-kekerasan-masih-mengkhawatirkan-seminar-hari-ibu-2025-ungkap-fakta-di-sumsel">Angka Kekerasan Masih Mengkhawatirkan, Seminar Hari Ibu 2025 Ungkap Fakta di Sumsel</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tangsel &#038; IPB Bersatu! Perang Lawan Kekerasan Perempuan dan Anak Dimulai</title>
		<link>https://www.seketika.com/tangsel-ipb-bersatu-perang-lawan-kekerasan-perempuan-dan-anak-dimulai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2025 18:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[DP3AP2KB Tangsel]]></category>
		<category><![CDATA[Gender Equality]]></category>
		<category><![CDATA[Institut Pertanian Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Layak Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Literasi Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Tangerang Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengasuhan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Perempuan dan Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=30283</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/tangsel-ipb-bersatu-perang-lawan-kekerasan-perempuan-dan-anak-dimulai">Tangsel &amp; IPB Bersatu! Perang Lawan Kekerasan Perempuan dan Anak Dimulai</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan perlindungan perempuan dan anak melalui kolaborasi lintas sektor. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB Tangsel), kerja sama strategis dilakukan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memperkuat ketahanan keluarga serta menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Tangsel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan pada Selasa (16/9/2025), bersama Lembaga Riset Internasional Pembangunan Sosial, Ekonomi dan Kawasan (LRI-PSEK) serta Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA IPB). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolaborasi ini menandai langkah serius Pemkot Tangsel dalam menyediakan solusi berbasis riset untuk berbagai tantangan sosial, khususnya di bidang perlindungan anak dan perempuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala DP3AP2KB Kota Tangsel, Cahyadi, menyampaikan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) masih menjadi tantangan besar. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Faktor penyebabnya beragam, mulai dari lemahnya ketahanan keluarga, tekanan ekonomi, hingga kurangnya pemahaman tentang pola asuh anak yang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlindungan perempuan dan anak membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi dengan IPB ini menghadirkan pendekatan berbasis riset dan data yang sangat kami butuhkan,” ungkap Cahyadi, Jumat (19/09/2025).</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/tangsel-ipb-bersatu-perang-lawan-kekerasan-perempuan-dan-anak-dimulai">Tangsel &amp; IPB Bersatu! Perang Lawan Kekerasan Perempuan dan Anak Dimulai</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Albania Tutup TikTok 12 Bulan: Lindungi Anak-Anak dari Kekerasan dan Perundungan</title>
		<link>https://www.seketika.com/albania-tutup-tiktok-12-bulan-lindungi-anak-anak-dari-kekerasan-dan-perundungan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2025 19:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Albania]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[kontrol orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan anak]]></category>
		<category><![CDATA[perundungan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi dan anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[Tiktok]]></category>
		<category><![CDATA[verifikasi usia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=24851</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/albania-tutup-tiktok-12-bulan-lindungi-anak-anak-dari-kekerasan-dan-perundungan">Albania Tutup TikTok 12 Bulan: Lindungi Anak-Anak dari Kekerasan dan Perundungan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Pada hari Kamis, Kabinet Albania mengumumkan keputusan untuk menutup TikTok selama 12 bulan. Keputusan ini diambil setelah kekhawatiran besar terkait dampak negatif platform berbagi video tersebut, terutama terkait dengan kekerasan dan perundungan yang dialami anak-anak. Menteri Pendidikan Albania, Ogerta Manastirliu, mengungkapkan bahwa pihak berwenang sedang bernegosiasi dengan TikTok untuk memasang fitur kontrol orang tua, verifikasi usia, dan menambahkan bahasa Albania di aplikasi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menteri Manastirliu juga menjelaskan bahwa lebih dari 1.300 pertemuan telah diadakan dengan sekitar 65.000 orang tua yang mendukung penutupan atau pembatasan TikTok. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini dimulai setelah insiden tragis pada November lalu, ketika seorang remaja menikam temannya hingga tewas akibat pertengkaran yang dipicu oleh TikTok. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun TikTok menyatakan tidak menemukan bukti bahwa pelaku atau korban memiliki akun TikTok, pihak berwenang Albania tetap berkomitmen untuk melindungi anak-anak dari pengaruh negatif media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, banyak orang tua di Albania mengkhawatirkan efek dari konten TikTok yang mengarah pada perilaku kekerasan dan perundungan di kalangan anak-anak. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/albania-tutup-tiktok-12-bulan-lindungi-anak-anak-dari-kekerasan-dan-perundungan">Albania Tutup TikTok 12 Bulan: Lindungi Anak-Anak dari Kekerasan dan Perundungan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pj Wali Kota Malang Wahyu, Gerak Cepat Penanganan dan Pendampingan Anak Korban Dugaan Kekerasan</title>
		<link>https://www.seketika.com/pj-wali-kota-malang-wahyu-gerak-cepat-penanganan-dan-pendampingan-anak-korban-dugaan-kekerasan</link>
					<comments>https://www.seketika.com/pj-wali-kota-malang-wahyu-gerak-cepat-penanganan-dan-pendampingan-anak-korban-dugaan-kekerasan#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2023 02:30:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[anak korban dugaan kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerasan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Kekerasan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Saiful Anwar]]></category>
		<category><![CDATA[trauma healing]]></category>
		<category><![CDATA[Wahyu Hidayat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=2983</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pj-wali-kota-malang-wahyu-gerak-cepat-penanganan-dan-pendampingan-anak-korban-dugaan-kekerasan">Pj Wali Kota Malang Wahyu, Gerak Cepat Penanganan dan Pendampingan Anak Korban Dugaan Kekerasan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Kita proses dengan keluarga terlebih dahulu, jika memang keluarga tidak bisa menangani maka kita akan siapkan tempat untuk perawatan dan untuk menjaga melihat perkembangannya agar lebih baik lagi,”</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) <a href="https://www.seketika.com/?s=Malang&amp;post_type%5B%5D=post">Malang</a> bergerak cepat melakukan berbagai langkah penanganan termasuk penguatan pendampingan psikologi atau <a href="https://www.seketika.com/?s=trauma+healing&amp;post_type%5B%5D=post">trauma healing</a> terhadap seorang anak korban dugaan kekerasan di wilayah Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota <a href="https://www.seketika.com/?s=Malang&amp;post_type%5B%5D=post">Malang</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(Pj) Wali Kota <a href="https://www.seketika.com/?s=Malang&amp;post_type%5B%5D=post">Malang</a> Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM menjenguk seorang <a href="https://www.seketika.com/?s=anak+korban+dugaan+kekerasan&amp;post_type%5B%5D=post">anak korban dugaan kekerasan</a> di <a href="https://www.seketika.com/?s=Rumah+Sakit+Saiful+Anwar&amp;post_type%5B%5D=post">Rumah Sakit Saiful Anwar</a> (RSSA).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merespons kejadian tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota <a href="https://www.seketika.com/?s=Malang&amp;post_type%5B%5D=post">Malang</a> Dr. Ir. <a href="https://www.seketika.com/?s=Wahyu+Hidayat&amp;post_type%5B%5D=post">Wahyu Hidayat</a>, MM langsung menjenguk anak laki-laki berinisial DN (7) di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Sabtu (14/10/2023).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Penanganan dari perangkat daerah dan RSSA sangat cepat. Jadi dari DN masuk sudah langsung ditangani dan perkembangannya bagus. Saat ini berat badannya juga sudah naik. Dan kondisi psikologisnya, tadi diajak berkomunikasi sudah bisa,” jelas Pj Wali Kota <a href="https://www.seketika.com/?s=Malang&amp;post_type%5B%5D=post">Malang</a> <a href="https://www.seketika.com/?s=Wahyu+Hidayat&amp;post_type%5B%5D=post">Wahyu Hidayat</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut Wahyu menjelaskan saat ini DN tengah mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter RSSA dan ditempatkan di ruangan khusus agar dapat fokus menjalani pemulihan kesehatannya. Selama proses perawatan dan pemulihannya, DN didampingi oleh konselor sebagai bentuk penguatan pendampingan psikologi atau <a href="https://www.seketika.com/?s=trauma+healing&amp;post_type%5B%5D=post">trauma healing</a> serta relawan dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pj-wali-kota-malang-wahyu-gerak-cepat-penanganan-dan-pendampingan-anak-korban-dugaan-kekerasan">Pj Wali Kota Malang Wahyu, Gerak Cepat Penanganan dan Pendampingan Anak Korban Dugaan Kekerasan</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/pj-wali-kota-malang-wahyu-gerak-cepat-penanganan-dan-pendampingan-anak-korban-dugaan-kekerasan/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
