<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mitigasi bencana Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/mitigasi-bencana/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/mitigasi-bencana</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 19 May 2026 09:14:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>mitigasi bencana Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/mitigasi-bencana</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Strategi BMKG Hadapi Banjir dan Kemarau</title>
		<link>https://www.seketika.com/operasi-modifikasi-cuaca-jadi-strategi-bmkg-hadapi-banjir-dan-kemarau</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2026 09:14:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Toba]]></category>
		<category><![CDATA[Hujan Buatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekeringan]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[OMC BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=36245</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/operasi-modifikasi-cuaca-jadi-strategi-bmkg-hadapi-banjir-dan-kemarau">Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Strategi BMKG Hadapi Banjir dan Kemarau</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali menjadi sorotan setelah BMKG menegaskan bahwa teknologi tersebut bukan sekadar “hujan buatan”. OMC disebut sebagai metode pengelolaan curah hujan untuk membantu mitigasi bencana, menjaga cadangan air, hingga mendukung sektor energi dan pangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BMKG meluruskan anggapan masyarakat terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang selama ini identik dengan hujan buatan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut BMKG, OMC bukan teknologi untuk menciptakan hujan dari kondisi cuaca kosong, melainkan mengatur distribusi hujan berdasarkan kondisi atmosfer yang sudah ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa OMC dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan rekayasa awan agar curah hujan dapat diarahkan sesuai kebutuhan wilayah tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teknologi ini dipakai untuk berbagai kepentingan, mulai dari pengurangan risiko banjir, penanganan kekeringan, hingga penguatan cadangan air di kawasan strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">OMC dinilai penting karena berkaitan langsung dengan pengelolaan sumber daya air nasional. BMKG menyebut teknologi ini mendukung keterkaitan antara sektor pangan, energi, dan kebutuhan air masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu wilayah yang rutin memanfaatkan OMC adalah kawasan Danau Toba di Sumatra Utara. Air di kawasan tersebut digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air, kebutuhan industri, hingga irigasi pertanian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, OMC juga diterapkan di sejumlah daerah aliran sungai besar seperti DAS Brantas dan DAS Citarum yang mencakup waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/operasi-modifikasi-cuaca-jadi-strategi-bmkg-hadapi-banjir-dan-kemarau">Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Strategi BMKG Hadapi Banjir dan Kemarau</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>162 Bencana Hantam Jateng Awal 2026! Tanah Bergerak Rusak Ratusan Rumah, DPR RI Turun dan Ini Upaya Pempov</title>
		<link>https://www.seketika.com/162-bencana-hantam-jateng-awal-2026-tanah-bergerak-rusak-ratusan-rumah-dpr-ri-turun-dan-ini-upaya-pempov</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 04:20:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[banjir jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[bencana Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi VIII DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Taj Yasin Maimoen]]></category>
		<category><![CDATA[tanah bergerak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35846</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/162-bencana-hantam-jateng-awal-2026-tanah-bergerak-rusak-ratusan-rumah-dpr-ri-turun-dan-ini-upaya-pempov">162 Bencana Hantam Jateng Awal 2026! Tanah Bergerak Rusak Ratusan Rumah, DPR RI Turun dan Ini Upaya Pempov</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mencatat sebanyak 162 kejadian bencana terjadi sejak 1 Januari hingga 12 April 2026. Dari jumlah tersebut, bencana hidrometeorologi seperti banjir dan cuaca ekstrem masih mendominasi wilayah ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menerima Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI, di Gedung A Kantor Gubernur Jateng, Rabu (22/4/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia menyatakan, Pemprov Jawa Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat sistem penanggulan bencana secara komprehensif, mulai dari tahap prabencana, saat tanggap darurat, hingga pasta bencana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami juga melakukan langkah-langkah strategis, baik yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah kabupaten/ kota,” kata dia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya-upaya yang dilakukan saat terjadi bencana di antaranya penguatan logistik kebencanaan, guna memastikan ketersediaan dan distribusi bantuan yang cepat dan tepat, saat terjadi kebencanaan. Selain itu juga peningkatan kapasitas daerah, baik dari sisi sumber daya manusianya maupun sarana dan prasarana penanggulangan bencana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami juga melakukan penguatan sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan seluruh upaya penanggulangan bencana. Alhamdulillah ini berjalan secara terpadu dan efektif,” ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesempatan itu, dia juga menyinggung mengenai penanganan bencana tanah gerak, yang sempat terjadi di Kabupaten Tegal dan Kota Semarang.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/162-bencana-hantam-jateng-awal-2026-tanah-bergerak-rusak-ratusan-rumah-dpr-ri-turun-dan-ini-upaya-pempov">162 Bencana Hantam Jateng Awal 2026! Tanah Bergerak Rusak Ratusan Rumah, DPR RI Turun dan Ini Upaya Pempov</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemarau Ekstrem 2026 Mengintai! BMKG Ungkap Ancaman El Nino dan Lonjakan Karhutla hingga 20 Kali Lipat</title>
		<link>https://www.seketika.com/kemarau-ekstrem-2026-mengintai-bmkg-ungkap-ancaman-el-nino-dan-lonjakan-karhutla-hingga-20-kali-lipat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2026 01:32:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[El Nino]]></category>
		<category><![CDATA[FDRS]]></category>
		<category><![CDATA[hotspot Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[karhutla 2026]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran hutan]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Musim kemarau]]></category>
		<category><![CDATA[OMC]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan iklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35491</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kemarau-ekstrem-2026-mengintai-bmkg-ungkap-ancaman-el-nino-dan-lonjakan-karhutla-hingga-20-kali-lipat">Kemarau Ekstrem 2026 Mengintai! BMKG Ungkap Ancaman El Nino dan Lonjakan Karhutla hingga 20 Kali Lipat</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Karhutla yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI, Jakarta, Selasa (7/4/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam paparannya, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa kondisi iklim tahun 2026 berpotensi lebih kering dibandingkan normal. Ia menyebutkan adanya indikasi musim kemarau akan datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyampaikan bahwa saat ini kondisi ENSO masih berada pada fase netral, namun pada semester kedua 2026 diprediksi berkembang menuju El Nino lemah hingga moderat dengan peluang sekitar 50–80 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Kemarau merupakan siklus klimatologis, namun jika terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering,” jelasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejalan dengan kondisi tersebut, hingga awal April 2026 jumlah titik panas (hotspot) di Indonesia tercatat mencapai 1.601 titik, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, Faisal menjelaskan bahwa potensi karhutla diprediksi mulai meningkat di wilayah Riau pada bulan Juni, kemudian meluas ke Jambi dan Sumatera Selatan, serta berlanjut ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan pada periode Juli hingga Agustus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai upaya mitigasi, BMKG terus memperkuat pendekatan preventif melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan metode pembasahan lahan (rewetting). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Faisal menjelaskan bahwa ketika tinggi muka air tanah di lahan gambut mulai menurun, BMKG segera melakukan modifikasi cuaca untuk menjaga kelembapan agar tidak mudah terbakar.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kemarau-ekstrem-2026-mengintai-bmkg-ungkap-ancaman-el-nino-dan-lonjakan-karhutla-hingga-20-kali-lipat">Kemarau Ekstrem 2026 Mengintai! BMKG Ungkap Ancaman El Nino dan Lonjakan Karhutla hingga 20 Kali Lipat</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, Pemprov Sumbar Imbau Warga Waspada Awal 2026</title>
		<link>https://www.seketika.com/cuaca-ekstrem-masih-mengintai-pemprov-sumbar-imbau-warga-waspada-awal-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 17:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Awal 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32932</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/cuaca-ekstrem-masih-mengintai-pemprov-sumbar-imbau-warga-waspada-awal-2026">Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, Pemprov Sumbar Imbau Warga Waspada Awal 2026</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Padang – Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah. Curah hujan yang relatif tinggi, ditambah kondisi geografis Sumbar yang didominasi perbukitan serta sungai-sungai pendek dan terjal, meningkatkan risiko banjir dan longsor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Imbauan tersebut disampaikan dalam dialog interaktif bertema “Prediksi Cuaca Awal Tahun 2026 dan Mitigasinya” yang disiarkan melalui RRI Pro 1 Padang, Jumat (2/1/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumbar, Erasukma Munaf, menjelaskan bahwa karakteristik wilayah Sumbar menjadikannya sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sungai-sungai yang pendek, berbatu, dan berlereng curam menyebabkan aliran air bergerak sangat cepat saat hujan deras mengguyur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Struktur wilayah kita ini bukit, sawah, dan sungai. Sungai kita pendek tapi terjal. Aliran yang muncul sekarang sejatinya adalah alur sungai lama. Alam sedang mengambil kembali miliknya,” ujar Erasukma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kondisi tertentu, warga diminta mempertimbangkan evakuasi sementara demi keselamatan jiwa.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/cuaca-ekstrem-masih-mengintai-pemprov-sumbar-imbau-warga-waspada-awal-2026">Cuaca Ekstrem Masih Mengintai, Pemprov Sumbar Imbau Warga Waspada Awal 2026</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca Ekstrem Mengintai! BPBD Tangerang Siaga 24 Jam di Puncak Hujan Desember 2025</title>
		<link>https://www.seketika.com/cuaca-ekstrem-mengintai-bpbd-tangerang-siaga-24-jam-di-puncak-hujan-desember-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 17:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Hidrometeorologi]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Command Center 24 Jam]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[hujan lebat]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Tangerang Siaga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32447</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/cuaca-ekstrem-mengintai-bpbd-tangerang-siaga-24-jam-di-puncak-hujan-desember-2025">Cuaca Ekstrem Mengintai! BPBD Tangerang Siaga 24 Jam di Puncak Hujan Desember 2025</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Tangerang &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi dengan mengoptimalkan operasional Command Center 24 jam. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap prediksi kondisi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan adanya potensi hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang pada 3–8 Desember 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BMKG Wilayah II menginformasikan meningkatnya potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, angin kencang, dan pohon tumbang di wilayah Kota Tangerang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">BPBD Kota Tangerang, di bawah komando Kepala Pelaksana Mahdiar, mengoordinasikan seluruh langkah mitigasi lintas sektor dan memastikan kesiapan personel serta fasilitas pendukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesiapsiagaan intensif dilakukan mulai awal Desember 2025, bertepatan dengan puncak musim penghujan di wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengawasan dipusatkan di Command Center BPBD Kota Tangerang, yang berfungsi sebagai pusat kendali informasi bencana, pemantauan kondisi cuaca, serta koordinasi cepat dengan tim lapangan di berbagai titik rawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem, BPBD perlu memastikan setiap laporan masyarakat ditangani dengan cepat dan terkoordinasi untuk meminimalkan dampak risiko bencana hidrometeorologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui Command Center 24 jam, BPBD siap merespons berbagai kondisi darurat, mulai dari laporan genangan, pohon tumbang, hingga keadaan darurat lain yang berpotensi terjadi. Mahdiar menegaskan seluruh tim telah disiagakan.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/cuaca-ekstrem-mengintai-bpbd-tangerang-siaga-24-jam-di-puncak-hujan-desember-2025">Cuaca Ekstrem Mengintai! BPBD Tangerang Siaga 24 Jam di Puncak Hujan Desember 2025</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen Universitas Negeri Malang Melakukan Pengabdian Green Fortification di Tegalsari dan Upaya Memulihkan Ekosistem Sungai</title>
		<link>https://www.seketika.com/dosen-universitas-negeri-malang-melakukan-pengabdian-green-fortification-di-tegalsari-dan-upaya-memulihkan-ekosistem-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 13:09:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[coastal green harmony project]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tegalsari]]></category>
		<category><![CDATA[ekowisata malang]]></category>
		<category><![CDATA[green fortification]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan iklim]]></category>
		<category><![CDATA[restorasi mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[universitas negeri malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=31898</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/dosen-universitas-negeri-malang-melakukan-pengabdian-green-fortification-di-tegalsari-dan-upaya-memulihkan-ekosistem-sungai">Dosen Universitas Negeri Malang Melakukan Pengabdian Green Fortification di Tegalsari dan Upaya Memulihkan Ekosistem Sungai</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Malang – Desa Tegalsari, di wilayah pesisir selatan Malang, telah mengalami transformasi signifikan melalui program Green Fortification dan Coastal Green Harmony Project. Program ini merupakan usaha kolaboratif antara Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang dan Komunitas Tegalsari Maritim (KTM) yang bertujuan memulihkan ekosistem sungai dan meningkatkan kapasitas sosial warga dalam menghadapi perubahan iklim dan ancaman bencana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Green Fortification fokus pada penanaman vegetasi seperti mangrove, jambu air, dan aren untuk mencegah erosi dan longsor. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, program ini menggabungkan teknologi, seperti sensor untuk pemantauan kelembaban tanah dan curah hujan secara real-time. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Data ini membantu komunitas mengelola sumber daya alam dan mitigasi bencana dengan lebih efektif melalui dashboard digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Partisipasi aktif warga, terutama generasi muda dan perempuan, menjadi kunci keberhasilan program ini. Mereka tidak hanya menanam pohon, tapi juga mengelola ekowisata berbasis konservasi yang mulai berkembang dan mendapatkan pengakuan resmi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Komunitas mendapat sertifikasi pemandu wisata dan legalitas formal, sehingga potensi ekonomi lokal mulai bangkit berkat keragaman hasil tanaman produktif serta daya tarik ekowisata alami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini memberikan dampak nyata berupa berkurangnya titik erosi, meningkatnya kesiapsiagaan terhadap bencana, serta tumbuhnya rasa tanggung jawab sosial dan lingkungan di kalangan komunitas. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tahap awal, penanaman dilakukan di titik-titik rawan di sekitar Sungai Bajulmati yang merupakan pembatas alami kawasan Tegalsari dengan pesisir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walaupun sudah memperoleh kemajuan, program ini masih menghadapi tantangan, terutama dalam membangun pemahaman warga yang belum sepenuhnya sadar akan pentingnya pemulihan ekosistem dan mitigasi bencana. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendala cuaca ekstrem juga sempat mempengaruhi kegiatan lapangan. Untuk itu, rencana ke depan mencakup pelatihan berkelanjutan dan perluasan area konservasi agar lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara keseluruhan, upaya di Tegalsari menjadi contoh penting dalam memperlihatkan bagaimana sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan partisipasi komunitas dapat mewujudkan pelestarian lingkungan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat lokal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Desa Tegalsari kini tidak hanya menjadi daerah yang lestari secara ekologis, melainkan juga tumbuh sebagai lumbung ekowisata yang eksis sebagai benteng hijau di tengah berbagai tantangan iklim dan sosial. (rls)</p>



<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="700" height="400" data-id="31905" src="https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2025/11/Dosen-Universitas-Negeri-Malang-Melakukan-Pengabdian-Green-Fortification-di-Tegalsari-dan-Upaya-Memulihkan-Ekosistem-Sungai-700x400.jpg" alt="" class="wp-image-31905"/></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="700" height="400" data-id="31901" src="https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2025/11/Dosen-Universitas-Negeri-Malang-Melakukan-Pengabdian-Green-Fortification-di-Tegalsari-dan-Upaya-Memulihkan-Ekosistem-Sungai-5-700x400.jpg" alt="" class="wp-image-31901"/></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="700" height="400" data-id="31902" src="https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2025/11/Dosen-Universitas-Negeri-Malang-Melakukan-Pengabdian-Green-Fortification-di-Tegalsari-dan-Upaya-Memulihkan-Ekosistem-Sungai-4-700x400.jpg" alt="" class="wp-image-31902" srcset="https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2025/11/Dosen-Universitas-Negeri-Malang-Melakukan-Pengabdian-Green-Fortification-di-Tegalsari-dan-Upaya-Memulihkan-Ekosistem-Sungai-4-700x400.jpg 700w, https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2025/11/Dosen-Universitas-Negeri-Malang-Melakukan-Pengabdian-Green-Fortification-di-Tegalsari-dan-Upaya-Memulihkan-Ekosistem-Sungai-4.jpg 764w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="700" height="400" data-id="31903" src="https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2025/11/Dosen-Universitas-Negeri-Malang-Melakukan-Pengabdian-Green-Fortification-di-Tegalsari-dan-Upaya-Memulihkan-Ekosistem-Sungai-3-700x400.jpg" alt="" class="wp-image-31903"/></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="700" height="400" data-id="31904" src="https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2025/11/Dosen-Universitas-Negeri-Malang-Melakukan-Pengabdian-Green-Fortification-di-Tegalsari-dan-Upaya-Memulihkan-Ekosistem-Sungai-2-700x400.jpg" alt="" class="wp-image-31904"/></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="700" height="400" data-id="31900" src="https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2025/11/Dosen-Universitas-Negeri-Malang-Melakukan-Pengabdian-Green-Fortification-di-Tegalsari-dan-Upaya-Memulihkan-Ekosistem-Sungai-7-700x400.jpg" alt="" class="wp-image-31900"/></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="700" height="400" data-id="31899" src="https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2025/11/Dosen-Universitas-Negeri-Malang-Melakukan-Pengabdian-Green-Fortification-di-Tegalsari-dan-Upaya-Memulihkan-Ekosistem-Sungai-6-700x400.jpg" alt="" class="wp-image-31899"/></figure>
</figure>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/dosen-universitas-negeri-malang-melakukan-pengabdian-green-fortification-di-tegalsari-dan-upaya-memulihkan-ekosistem-sungai">Dosen Universitas Negeri Malang Melakukan Pengabdian Green Fortification di Tegalsari dan Upaya Memulihkan Ekosistem Sungai</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertamina Patra Niaga: 30 Santri Ikuti Edukasi Mitigasi Bencana di Zona Rawan Sesar Lembang</title>
		<link>https://www.seketika.com/pertamina-patra-niaga-30-santri-ikuti-edukasi-mitigasi-bencana-di-zona-rawan-sesar-lembang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 10:31:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[CSR Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Suntenjaya]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[longsor]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina Patra Niaga]]></category>
		<category><![CDATA[Poltekesos Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Santri Siaga Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Siaga Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Sesar Lembang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=30890</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pertamina-patra-niaga-30-santri-ikuti-edukasi-mitigasi-bencana-di-zona-rawan-sesar-lembang">Pertamina Patra Niaga: 30 Santri Ikuti Edukasi Mitigasi Bencana di Zona Rawan Sesar Lembang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Bandung – Sebanyak 30 santri terpilih mengikuti kegiatan edukasi mitigasi bencana di Pondok Pesantren Baitul Izzah Nusantara, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat (10/10/2025). Kegiatan ini berfokus pada mitigasi risiko longsor dan potensi gempa akibat aktivitas Sesar Lembang, salah satu zona sesar aktif di Jawa Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program ini diselenggarakan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein Sastranegara, bekerja sama dengan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, melalui Pusat Kajian Bencana dan Pengungsi (Puskasi) dan Satuan Bhakti Sosial Mahasiswa (SBSM).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Edukasi disampaikan secara interaktif melalui berbagai kegiatan seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Simulasi gempa bumi</li>



<li>Penentuan titik kumpul aman</li>



<li>Pemasangan jalur evakuasi</li>



<li>Penanaman dan pembagian bibit pohon</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan resiliensi komunitas pesantren terhadap bencana alam, terutama di wilayah rawan seperti Desa Suntenjaya yang berada dalam zona risiko tinggi akibat Sesar Lembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tim dari Puskasi Poltekesos Bandung juga mengedukasi para santri mengenai konsep Sekolah Aman atau Sekolah Siaga Bencana, sebuah pendekatan yang menekankan pentingnya lingkungan belajar yang memiliki sistem tanggap darurat dan tim siaga yang terlatih.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pertamina-patra-niaga-30-santri-ikuti-edukasi-mitigasi-bencana-di-zona-rawan-sesar-lembang">Pertamina Patra Niaga: 30 Santri Ikuti Edukasi Mitigasi Bencana di Zona Rawan Sesar Lembang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Operasi Modifikasi Cuaca Digelar, BMKG Prediksi Potensi Hujan Masih Tinggi di Jabodetabek</title>
		<link>https://www.seketika.com/operasi-modifikasi-cuaca-digelar-bmkg-prediksi-potensi-hujan-masih-tinggi-di-jabodetabek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2025 04:31:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG 2025]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI ke-80]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi BPBD BMKG TNI AU]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[OMC Jakarta 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Operasi Modifikasi Cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi Hujan Jabodetabek]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=29458</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/operasi-modifikasi-cuaca-digelar-bmkg-prediksi-potensi-hujan-masih-tinggi-di-jabodetabek">Operasi Modifikasi Cuaca Digelar, BMKG Prediksi Potensi Hujan Masih Tinggi di Jabodetabek</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta &#8211; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DKI Jakarta) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 17–21 Agustus 2025. Langkah strategis ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, khususnya menjelang puncak peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan OMC ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG terdapat potensi peningkatan curah hujan di pertengahan Agustus, oleh karena itu OMC akan dilaksanakan selama lima hari, mulai 17 hingga 21 Agustus 2025,&#8221; jelas Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji.</p>



<p class="wp-block-paragraph">OMC ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem, tetapi juga untuk memastikan seluruh rangkaian agenda kenegaraan dan perayaan masyarakat dalam rangka HUT RI ke-80 dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan khidmat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fahim, perwakilan dari Direktorat Meteorologi Publik BMKG, menambahkan bahwa aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada di Fase 2 (Samudra Hindia bagian barat), serta adanya gelombang low frequency dan Kelvin, menunjukkan potensi hujan masih cukup tinggi di wilayah barat Pulau Jawa, termasuk Jakarta dan sekitarnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/operasi-modifikasi-cuaca-digelar-bmkg-prediksi-potensi-hujan-masih-tinggi-di-jabodetabek">Operasi Modifikasi Cuaca Digelar, BMKG Prediksi Potensi Hujan Masih Tinggi di Jabodetabek</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Hambalang, Presiden Prabowo Tegas Hadapi Karhutla</title>
		<link>https://www.seketika.com/dari-hambalang-presiden-prabowo-tegas-hadapi-karhutla</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 21:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kabinet Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Karhutla 2025]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran hutan]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=29082</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/dari-hambalang-presiden-prabowo-tegas-hadapi-karhutla">Dari Hambalang, Presiden Prabowo Tegas Hadapi Karhutla</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Bogor – Presiden <a href="https://www.seketika.com/?s=Prabowo+Subianto&amp;post_type%5B%5D=post" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Prabowo Subianto</a> memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih melalui konferensi video dari kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor pada akhir pekan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Agenda utama rapat adalah memantau perkembangan terkini upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi terjadi akibat cuaca panas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa Presiden <a href="https://www.seketika.com/?s=Prabowo+Subianto&amp;post_type%5B%5D=post" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Prabowo Subianto</a> memberikan apresiasi kepada kementerian terkait dan seluruh tim yang terlibat dalam mitigasi karhutla.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Presiden memberikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan kementerian terkait lainnya, serta tim penanggulangan kebakaran hutan dan lahan atas usaha yang telah dilakukan untuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan di Tanah Air,” tulis Seskab Teddy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seskab Teddy juga mengatakan bahwa dalam rapat tersebut, Kepala Negara turut menyoroti data penurunan signifikan luas kebakaran hutan dan lahan dalam dua tahun terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Berdasarkan data, terlihat penurunan luas kebakaran hutan dan lahan. Di sepanjang tahun 2024, luas hutan dan lahan yang mengalami kebakaran menurun secara sangat signifikan dibandingkan dari tahun 2023, yakni sebesar 33,3% atau menjadi sekitar 376.805 hektare di tahun 2024. Sementara itu, sampai dengan Agustus 2025, total luas kebakaran hutan dan lahan menurun menjadi seluas 8.955 hektare,” papar Seskab Teddy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, menurut Seskab Teddy, Presiden <a href="https://www.seketika.com/?s=Prabowo+Subianto&amp;post_type%5B%5D=post" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Prabowo Subianto</a> juga menekankan pentingnya konsistensi penegakan hukum terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/dari-hambalang-presiden-prabowo-tegas-hadapi-karhutla">Dari Hambalang, Presiden Prabowo Tegas Hadapi Karhutla</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara</title>
		<link>https://www.seketika.com/gempa-51-magnitudo-guncang-kolaka-timur-sulawesi-tenggara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jan 2025 08:07:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cincin Api Pasifik]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa 29 Januari 2025]]></category>
		<category><![CDATA[gempa bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Kolaka Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Magnitudo 5]]></category>
		<category><![CDATA[mitigasi bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak Berpotensi Tsunami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=23665</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gempa-51-magnitudo-guncang-kolaka-timur-sulawesi-tenggara">Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Pada hari ini, 29 Januari 2025, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 5,1 di wilayah Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Gempa ini tercatat pada pukul 07:50:42 WIB dengan lokasi 4,09 LS dan 121,81 BT, tepatnya 16 km barat daya Kolaka Timur. Kedalaman gempa ini sekitar 10 km di bawah permukaan bumi, yang menunjukkan bahwa gempa tersebut cukup dangkal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun gempa ini cukup terasa di beberapa daerah sekitar, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diminta untuk tetap waspada namun tidak panik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gempa dengan magnitudo 5,1 ini dirasakan cukup kuat di wilayah sekitar, tetapi tidak ada laporan kerusakan besar yang diterima sejauh ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepada warga di wilayah Kolaka Timur dan sekitarnya, diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pihak berwenang mengenai perkembangan situasi pasca-gempa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gempa bumi seperti ini memang menjadi bagian dari aktivitas geologi yang sering terjadi di wilayah Indonesia, terutama di daerah yang terletak di jalur cincin api Pasifik. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun begitu, untuk mengurangi risiko, penting bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah mitigasi bencana dan selalu siap dengan informasi terkini.</p>



<p class="has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-2bb7e779fcf3dbd9b644a1dbe972c631 wp-block-paragraph" style="color:#f7f4f4">(BMKG)</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/gempa-51-magnitudo-guncang-kolaka-timur-sulawesi-tenggara">Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
