<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Moderasi Beragama Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/moderasi-beragama/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/moderasi-beragama</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Apr 2026 04:35:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Moderasi Beragama Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/moderasi-beragama</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta, 300 Ribu Guru Ikut! Ini Cara Baru Atasi Bullying dan Krisis Akhlak</title>
		<link>https://www.seketika.com/kemenag-luncurkan-kurikulum-berbasis-cinta-300-ribu-guru-ikut-ini-cara-baru-atasi-bullying-dan-krisis-akhlak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 04:35:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[bullying]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[KBC]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum Berbasis Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasaruddin Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan Daring]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=35849</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kemenag-luncurkan-kurikulum-berbasis-cinta-300-ribu-guru-ikut-ini-cara-baru-atasi-bullying-dan-krisis-akhlak">Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta, 300 Ribu Guru Ikut! Ini Cara Baru Atasi Bullying dan Krisis Akhlak</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Kementerian Agama hari ini merilis Belajar Mandiri Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Menag Nasaruddin Umar mengatakan bahwa KBC hadir sebagai ikhtiar menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan, antara lain kekeringan batin, penurunan kualitas akhlak, bullying, kekerasan, dan kebencian.</p>



<p>Dijelaskan Menag, Kemenag menghadirkan KBC sebagai paradigma baru yang menekankan pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. </p>



<p>“Kita tidak ingin melahirkan anak didik yang kering batinnya, hanya tajam pikirannya. Yang kita harapkan adalah pikirannya tajam tapi hatinya juga subur,” ujar Menag di Jakarta, Rabu (22/4/2026).</p>



<p>“Kami mendorong para guru, penyuluh dan ASN Kemenag menjadi agen utama dalam menyebarkan nilai-nilai cinta, empati, dan kepedulian sosial, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas,” tambahnya.</p>



<p>Kurikulum Berbasis Cinta juga ingin melahirkan anak-anak Indonesia yang produktif dan berkah. Sebab, kata Menag, tidak semua produktif itu berkah dan tidak mungkin ada berkah tanpa produktif.</p>



<p>Kegiatan Belajar Mandiri KBC bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik dan kepribadian guru serta penyuluh.</p>



<p>“Tujuan dari pelatihan ini pada dasarnya adalah ingin memberikan pengetahuan, pengalaman, serta kemampuan untuk menginternalisasi pemaknaan Kurikulum Berbasis Cinta,” ujar Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Muhammad Ali Ramdhani.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kemenag-luncurkan-kurikulum-berbasis-cinta-300-ribu-guru-ikut-ini-cara-baru-atasi-bullying-dan-krisis-akhlak">Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta, 300 Ribu Guru Ikut! Ini Cara Baru Atasi Bullying dan Krisis Akhlak</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Natal 2025 Bukan Sekadar Ibadah, Menag: Rumah Jadi Kunci Harapan Bangsa</title>
		<link>https://www.seketika.com/natal-2025-bukan-sekadar-ibadah-menag-rumah-jadi-kunci-harapan-bangsa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 03:08:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Isu Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Kristen]]></category>
		<category><![CDATA[Kerukunan Umat]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Nasaruddin Umar]]></category>
		<category><![CDATA[Natal 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Natal Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pesan Natal Menag]]></category>
		<category><![CDATA[solidaritas sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32790</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/natal-2025-bukan-sekadar-ibadah-menag-rumah-jadi-kunci-harapan-bangsa">Natal 2025 Bukan Sekadar Ibadah, Menag: Rumah Jadi Kunci Harapan Bangsa</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Natal 2025 hadir bukan sekadar sebagai perayaan iman, tetapi sebagai ruang pemulihan. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Kristiani memaknai Natal tahun ini sebagai panggilan untuk kembali merawat keluarga tempat pertama di mana kasih, iman, dan harapan dilahirkan.</p>



<p>Dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Menag menegaskan bahwa keluarga adalah jantung kehidupan berbangsa. </p>



<p>Dari rumah-rumah yang utuh dan penuh kasih, lahir gereja yang kuat, masyarakat yang rukun, dan Indonesia yang berpengharapan.</p>



<p>“Jika keluarga dipulihkan, maka gereja akan bertumbuh. Jika gereja kuat, masyarakat menjadi rukun. Dan jika keluarga-keluarga kita tangguh, bangsa ini akan menemukan kembali arah dan harapannya,” ujar Menag dalam Pesan Natal 2025, Rabu (24/12/2025).</p>



<p>Menurut Menag, di tengah arus polarisasi, tekanan ekonomi, dan dampak bencana yang masih dirasakan banyak keluarga, rumah harus kembali menjadi ruang aman bagi iman dan kemanusiaan.</p>



<p>Itulah sebabnya Kementerian Agama, kata Menag, menempatkan penguatan ketahanan keluarga sebagai salah satu agenda strategis. </p>



<p>Keluarga tidak hanya mendidik anak, tetapi menanamkan nilai moderasi, empati, dan tanggung jawab sosial sejak dini.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/natal-2025-bukan-sekadar-ibadah-menag-rumah-jadi-kunci-harapan-bangsa">Natal 2025 Bukan Sekadar Ibadah, Menag: Rumah Jadi Kunci Harapan Bangsa</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenag: 8 Rekomendasi Ijtimak Ulama Tafsir Al-Qur’an 2025</title>
		<link>https://www.seketika.com/kemenag-8-rekomendasi-ijtimak-ulama-tafsir-al-quran-2025</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 17:16:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtimak Ulama 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Juz 1–3]]></category>
		<category><![CDATA[Keagamaan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Pembaruan Tafsir]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Qur’an]]></category>
		<category><![CDATA[Tafsir Al-Qur’an Kemenag]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama dan Akademisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32113</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kemenag-8-rekomendasi-ijtimak-ulama-tafsir-al-quran-2025">Kemenag: 8 Rekomendasi Ijtimak Ulama Tafsir Al-Qur’an 2025</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta &#8211; Ijtimak Ulama Tafsir Al-Qur’an 2025 yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) pada 19–21 November 2025 di Jakarta merumuskan delapan rekomendasi utama untuk memperkuat dan menyempurnakan Tafsir Al-Qur’an Kemenag. Forum nasional ini mempertemukan para ulama, akademisi, dan pakar Al-Qur’an guna memastikan tafsir pemerintah tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan metodologi keilmuan klasik.</p>



<p>Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, bekerja sama dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an serta Badan Moderasi Beragama. </p>



<p>Sebanyak 54 narasumber hadir dari berbagai lembaga, termasuk MUI pusat dan daerah, perguruan tinggi keagamaan Islam, pesantren Al-Qur’an, lembaga kebahasaan, serta pusat studi Al-Qur’an.</p>



<p>Melalui rapat pleno, peserta forum menelaah penyempurnaan tafsir juz 1–3, sekaligus membahas penyesuaian metodologis dan substansial yang diperlukan untuk menjawab tantangan zaman modern, seperti isu lingkungan, relasi antaragama, dan dinamika generasi digital.</p>



<p>1. Standarisasi ilmiah, mencakup penyempurnaan referensi, glosari, indeks, serta penyeragaman penulisan nama tokoh dan istilah.</p>



<p>2. Penyempurnaan redaksional sesuai kaidah bahasa Indonesia mutakhir.</p>



<p>3. Penguatan substansi, termasuk mufradat, munasabah, Israiliyat, tafsir alam (qauniyah), ekologi, gender, dan pesan moral (‘ibrah).</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kemenag-8-rekomendasi-ijtimak-ulama-tafsir-al-quran-2025">Kemenag: 8 Rekomendasi Ijtimak Ulama Tafsir Al-Qur’an 2025</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Moderasi Beragama Diperkuat, Lukman Hakim Saifuddin Tekankan Pentingnya Menata Cara Beragama</title>
		<link>https://www.seketika.com/moderasi-beragama-diperkuat-lukman-hakim-saifuddin-tekankan-pentingnya-menata-cara-beragama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 13:50:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[ekstremisme]]></category>
		<category><![CDATA[inklusivitas]]></category>
		<category><![CDATA[keberagamaan damai]]></category>
		<category><![CDATA[literasi keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[Lukman Hakim Saifuddin]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[ToT Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Malang]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Maulana Malik Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Maulana Malik Ibrahim Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32105</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/moderasi-beragama-diperkuat-lukman-hakim-saifuddin-tekankan-pentingnya-menata-cara-beragama">Moderasi Beragama Diperkuat, Lukman Hakim Saifuddin Tekankan Pentingnya Menata Cara Beragama</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Malang – Pemahaman konsep moderasi beragama kembali menjadi fokus utama dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Moderasi Beragama yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di Hotel Onsen Songgoriti, Batu, Sabtu (22/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI periode 2014–2019, sebagai narasumber yang memberikan pemaparan mendalam mengenai konsep dasar dan filosofis moderasi beragama.</p>



<p>Dalam sesi pemaparan, Lukman menegaskan bahwa moderasi tidak ditujukan kepada agama, melainkan kepada cara manusia beragama. </p>



<p>Menurutnya, agama bersifat absolut dan kebenarannya datang dari Tuhan sehingga tidak dapat dimoderasi. </p>



<p>“Yang perlu dimoderasi adalah cara kita memahami dan mengamalkan ajaran agama, karena tingkat pemahaman manusia berjenjang dan berbeda-beda,” ujarnya di hadapan peserta ToT.</p>



<p>Ia menjelaskan bahwa perbedaan penafsiran yang tidak disertai kedewasaan beragama dapat membuka ruang bagi munculnya pemahaman yang berlebih-lebihan (ghuluw), bersikap kaku (tatharruf), hingga berujung pada ekstremisme. </p>



<p>Moderasi beragama hadir sebagai pendekatan untuk memastikan bahwa praktik keberagamaan tetap berada dalam koridor keadilan, keseimbangan, kemanusiaan, serta kemaslahatan umum.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/moderasi-beragama-diperkuat-lukman-hakim-saifuddin-tekankan-pentingnya-menata-cara-beragama">Moderasi Beragama Diperkuat, Lukman Hakim Saifuddin Tekankan Pentingnya Menata Cara Beragama</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UINSI Samarinda Jalin Sinergi Besar dengan UIN Malang: Kolaborasi Ma’had Al-Jami’ah Menuju Generasi Berakhlak dan Berilmu</title>
		<link>https://www.seketika.com/uinsi-samarinda-jalin-sinergi-besar-dengan-uin-malang-kolaborasi-mahad-al-jamiah-menuju-generasi-berakhlak-dan-berilmu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2025 06:02:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Perguruan Tinggi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan Pengelola UPT Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[MaHad Al JamiAh]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasantri Berakhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Pembinaan Mahasantri]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahfidz Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Malang]]></category>
		<category><![CDATA[UINSI Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=31455</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/uinsi-samarinda-jalin-sinergi-besar-dengan-uin-malang-kolaborasi-mahad-al-jamiah-menuju-generasi-berakhlak-dan-berilmu">UINSI Samarinda Jalin Sinergi Besar dengan UIN Malang: Kolaborasi Ma’had Al-Jami’ah Menuju Generasi Berakhlak dan Berilmu</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Malang –Tim pengelola Ma’had Al-Jami’ah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI) melakukan kunjungan resmi ke Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Malang) pada hari Rabu (30/10). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergi lembaga dan berbagi best practice pengelolaan ma’had perguruan tinggi keagamaan.</p>



<p>Tim dari UPT Ma’had Al-Jami’ah UINSI yang hadir terdiri dari Ustadzah Sri Hardini (Koordinator Muhadhoroh), Ustadzah Nur Hanifah (Koordinator Tahfidz) dan Ustadzah Putri Rahayu (Koordinator Asrama Putri). Sisi tuan rumah dari Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang diwakili oleh Dr. Ahmad Izzuddin, M.H.I. (Mudir Ma’had), Prof. H. Wildana Wargadinata (Koordinator Pengembangan dan Kerja Sama), dan Abah H. Gufron Hambali, M.H.I. (Koordinator Keamanan).</p>



<p>Kunjungan dan sesi berbagi pengalaman terkait tata kelola Ma’had Al-Jami’ah, termasuk program-program inti dan sistem seleksi mahasantri, Rabu, 30 Oktober 2025 di Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur.</p>



<p>Tujuan utama adalah untuk memperkuat sinergi antar-ma’had di lingkungan perguruan tinggi keagamaan, serta menimba dan berbagi pengalaman manajemen asrama, tahfidz, pengasuhan serta pembinaan akidah dan organisasi.</p>



<p>Melalui sesi sharing yang antusias antara delegasi kedua lembaga, di mana masing-masing pihak bertukar gagasan, pengalaman operasional, serta strategi pengelolaan mahasantri.</p>



<p>Di UINSI, Ma’had Al-Jami’ah saat ini membina sekitar 1.500 mahasantri baru, terdiri dari 250 santri putri dan 150 santri putra muqim (tinggal di dalam asrama kampus). </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/uinsi-samarinda-jalin-sinergi-besar-dengan-uin-malang-kolaborasi-mahad-al-jamiah-menuju-generasi-berakhlak-dan-berilmu">UINSI Samarinda Jalin Sinergi Besar dengan UIN Malang: Kolaborasi Ma’had Al-Jami’ah Menuju Generasi Berakhlak dan Berilmu</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen UIN Malang Perkuat Moderasi Beragama di Yayasan Ummu Aiman Lawang</title>
		<link>https://www.seketika.com/dosen-uin-malang-perkuat-moderasi-beragama-di-yayasan-ummu-aiman-lawang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 08:02:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Tiktok]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Toleran]]></category>
		<category><![CDATA[Inklusivitas Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Malang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=31418</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/dosen-uin-malang-perkuat-moderasi-beragama-di-yayasan-ummu-aiman-lawang">Dosen UIN Malang Perkuat Moderasi Beragama di Yayasan Ummu Aiman Lawang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>,&nbsp;Malang – Tim dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pelatihan dan Penguatan Moderasi Beragama bagi Guru dan Pengurus Yayasan Ummu Aiman Lawang,” pada Sabtu (13/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta yang terdiri atas guru dan pengurus yayasan, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sebagai fondasi pembentukan karakter di lingkungan pendidikan Islam.</p>



<p>Ketua tim pengabdian, Dr. Hj. Iffat Maimunah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat. </p>



<p>Menurutnya, guru dan pengurus yayasan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun pemahaman keagamaan yang toleran, berimbang, dan menghargai perbedaan.</p>



<p>Selama pelatihan, peserta mendapat penguatan tentang empat pilar moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, penolakan terhadap kekerasan, penerimaan terhadap budaya lokal, dan sikap moderat dalam beragama. </p>



<p>Narasumber Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag. memberikan contoh konkret serta simulasi pembelajaran berbasis moderasi yang dapat diterapkan di sekolah.</p>



<p>Selain itu, materi juga dikaitkan dengan aspek psikologi sosial oleh narasumber Kukuh Setyo Pambudi, S.Psi., M.Han., yang menekankan pentingnya ketahanan pribadi di era hiperialitas &#8211; saat arus informasi begitu cepat. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/dosen-uin-malang-perkuat-moderasi-beragama-di-yayasan-ummu-aiman-lawang">Dosen UIN Malang Perkuat Moderasi Beragama di Yayasan Ummu Aiman Lawang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daftar Susunan Pengurus FKUB 2025–2030 yang Dilantik Pramono Anung</title>
		<link>https://www.seketika.com/daftar-susunan-pengurus-fkub-2025-2030-yang-dilantik-pramono-anung</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 04:19:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Dialog Lintas Agama]]></category>
		<category><![CDATA[FKUB]]></category>
		<category><![CDATA[FKUB 2025-2030]]></category>
		<category><![CDATA[FKUB DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Keberagaman Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kerukunan Umat Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Multikultur Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pramono Anung]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=30501</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/daftar-susunan-pengurus-fkub-2025-2030-yang-dilantik-pramono-anung">Daftar Susunan Pengurus FKUB 2025–2030 yang Dilantik Pramono Anung</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi melantik pengurus baru Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta periode 2025–2030 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Kamis (25/9/2025). Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 824 Tahun 2025 tentang Pengurus FKUB DKI Jakarta Periode Tahun 2025–2030.</p>



<p>Dalam sambutannya, Gubernur Pramono Anung menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama di Jakarta sebagai kota yang multikultural, multietnis, dan multireligius.</p>



<p>&#8220;Saya secara khusus memohon, meminta, semuanya harus rukun. Jangan namanya kerukunan, tapi di antara saudara-saudara sekalian malah enggak rukun-rukun karena ego masing-masing, agak menonjolkan etnisitas masing-masing, agama masing-masing,&#8221; tegasnya.</p>



<p>Pramono menyampaikan bahwa keberagaman Jakarta merupakan anugerah yang harus disyukuri dan dijaga bersama. </p>



<p>Ia berharap nilai-nilai kerukunan dan moderasi beragama tidak hanya menjadi simbol semata, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jakarta.</p>



<p>&#8220;Jakarta harus bisa menjadi contoh atau role model bagi daerah lain dalam mengelola keberagaman secara damai dan harmonis,&#8221; ujar Pramono.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/daftar-susunan-pengurus-fkub-2025-2030-yang-dilantik-pramono-anung">Daftar Susunan Pengurus FKUB 2025–2030 yang Dilantik Pramono Anung</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Grand Syekh Al-Azhar, Prof Quraish Shihab: Mari Beragama dengan Bijaksana</title>
		<link>https://www.seketika.com/grand-syekh-al-azhar-prof-quraish-shihab-mari-beragama-dengan-bijaksana</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jul 2024 02:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Grand Syekh Al-Azhar]]></category>
		<category><![CDATA[harmoni]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag RI]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[UIN Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=16670</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/grand-syekh-al-azhar-prof-quraish-shihab-mari-beragama-dengan-bijaksana">Grand Syekh Al-Azhar, Prof Quraish Shihab: Mari Beragama dengan Bijaksana</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Jakarta – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Ikatan Alumni Universitas Al-Azhar Mesir mengadakan kuliah umum bertajuk &#8220;Grand Syekh Al-Azhar: Meneguhkan Moderasi Beragama untuk Membangun Toleransi dan Harmoni&#8221;.</p>



<p>Kuliah umum ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., yang mewakili Menteri Agama RI. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Harun Nasution pada Selasa, 9 Juli 2024.</p>



<p>Selain dihadiri oleh alumni Universitas Al-Azhar Mesir dan civitas akademika UIN Jakarta, kuliah umum ini juga dihadiri oleh pendiri Muslim Council of Elders, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA.</p>



<p>Rektor UIN Jakarta, Prof. Asep Saepuddin Jahar, M.A., Ph.D., menyambut hangat acara ini. Beliau menyampaikan bahwa UIN Jakarta mendukung penuh moderasi beragama dan sering mengikuti keilmuan yang ada di Mesir.</p>



<p>Prof. Dr. Ahmed At-Tayyeb, Grand Syekh Al-Azhar as-Syarif, menyampaikan pesan untuk selalu menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dan dengan Allah. </p>



<p>Beliau juga mengajak agar kembali kepada empat mazhab dalam menyikapi persoalan kehidupan.</p>



<p>Dalam forum ini, Prof. Quraish Shihab menyampaikan pentingnya menjaga keutuhan negara dengan mengedepankan tauhid. Menurutnya, tauhid dan bersosialisasi yang baik adalah dua hal yang tidak boleh terpisah.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/grand-syekh-al-azhar-prof-quraish-shihab-mari-beragama-dengan-bijaksana">Grand Syekh Al-Azhar, Prof Quraish Shihab: Mari Beragama dengan Bijaksana</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembangunan Gereja Pantekosta Indonesia El-Shadday Tempeh: Tonggak Sejarah Harmoni Antarumat Beragama di Lumajang</title>
		<link>https://www.seketika.com/pembangunan-gereja-pantekosta-indonesia-el-shadday-tempeh-tonggak-sejarah-harmoni-antarumat-beragama-di-lumajang</link>
					<comments>https://www.seketika.com/pembangunan-gereja-pantekosta-indonesia-el-shadday-tempeh-tonggak-sejarah-harmoni-antarumat-beragama-di-lumajang#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Feb 2024 07:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Harmoni Antarumat Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Lumajang]]></category>
		<category><![CDATA[Moderasi Beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Gereja di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Gereja Pantekosta]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi Beragama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=9895</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pembangunan-gereja-pantekosta-indonesia-el-shadday-tempeh-tonggak-sejarah-harmoni-antarumat-beragama-di-lumajang">Pembangunan Gereja Pantekosta Indonesia El-Shadday Tempeh: Tonggak Sejarah Harmoni Antarumat Beragama di Lumajang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Lumajang, kendati didominasi oleh etnis Madura dan Jawa, menampilkan tingkat moderasi dan toleransi beragama yang tinggi. Ini berdampak positif dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif karena adanya saling penghargaan,&#8221;</p>
</blockquote>



<p><a href="https://www.seketika.com/">Seketika.com</a>, Lumajang – Pembangunan Gereja Pantekosta Indonesia El-Shadday di Tempeh, Lumajang, menandai sebuah tonggak sejarah bagi umat Kristiani di daerah tersebut. Berdirinya gereja ini berdampingan dengan Musala Babussalam, mencerminkan kesinambungan harmoni antarumat beragama di Indonesia.</p>



<p>Dalam sebuah pertemuan dengan Pengurus Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Jawa Timur, yang berlangsung di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang pada Selasa (20/2/2024), Pj. Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, menegaskan pentingnya nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama.</p>



<p>&#8220;Dua rumah ibadah yang berdiri berdampingan di Kecamatan Tempeh ini adalah contoh konkret dari penerapan moderasi beragama di Lumajang. Ini mencerminkan kehidupan beragama yang harmonis dalam tengah masyarakat,&#8221; ungkapnya.</p>



<p>Pj. Bupati juga menjelaskan bahwa pembangunan gereja dan musala tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lumajang. </p>



<p>Inisiatif pembangunan ini telah dimulai oleh Bupati sebelumnya, Thoriqul Haq.</p>



<p>Meskipun mayoritas penduduk Lumajang menganut agama Islam, dengan mayoritas berasal dari suku Madura dan Jawa, Pj. Bupati menegaskan bahwa masyarakatnya menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/pembangunan-gereja-pantekosta-indonesia-el-shadday-tempeh-tonggak-sejarah-harmoni-antarumat-beragama-di-lumajang">Pembangunan Gereja Pantekosta Indonesia El-Shadday Tempeh: Tonggak Sejarah Harmoni Antarumat Beragama di Lumajang</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.seketika.com/pembangunan-gereja-pantekosta-indonesia-el-shadday-tempeh-tonggak-sejarah-harmoni-antarumat-beragama-di-lumajang/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
