Seketika.com, Bola – Arsenal berhasil membalikkan keadaan untuk mengalahkan Chelsea 2-1 dalam pertandingan Liga Premier di Stadion Emirates, Minggu (6/9/2026). Kemenangan tersebut menjaga catatan sempurna Arsenal setelah tiga pertandingan, sementara Manchester United kembali gagal meraih kemenangan usai bermain imbang 2-2 melawan Everton.
Arsenal meraih kemenangan penting saat menjamu Chelsea dengan skor 2-1. The Gunners sempat tertinggal lebih dulu, tetapi mampu membalikkan keadaan melalui Kai Havertz dan Martin Odegaard.
Morgan Rogers membawa Chelsea unggul pada menit kedua melalui sepakan voli rendah dari luar kotak penalti. Arsenal kemudian merespons dengan meningkatkan tekanan hingga Havertz menyamakan kedudukan pada menit ke-25.
Lima menit setelah babak kedua dimulai, Odegaard mencetak gol yang mengubah skor menjadi 2-1. Arsenal mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Hasil tersebut menjadi kekalahan pertama Chelsea di bawah pelatih baru, Xabi Alonso. Meski demikian, Chelsea tetap memberikan perlawanan dan hampir menyamakan kedudukan melalui peluang Estevao di penghujung pertandingan.
Kemenangan atas Chelsea menjadi hasil penting bagi Arsenal karena lawannya diproyeksikan sebagai salah satu pesaing dalam persaingan papan atas Liga Premier.
Arsenal kini mencatat tiga kemenangan dari tiga pertandingan awal. Hasil sempurna itu membuat mereka berada di kelompok teratas klasemen bersama Manchester City dalam perolehan poin.
Yang menarik bukan hanya hasil akhirnya, tetapi respons Arsenal setelah kebobolan sangat cepat. Tim asuhan Mikel Arteta menunjukkan kemampuan untuk tetap menyerang dan menciptakan peluang setelah berada dalam posisi tertinggal.
Arteta menilai penampilan timnya memberikan banyak hal positif, mulai dari ancaman yang diciptakan hingga performa individu para pemain dan dukungan suporter di Emirates.
Chelsea langsung unggul. Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Rogers memanfaatkan peluang dari tepi kotak penalti untuk menaklukkan David Raya.
Arsenal menyamakan skor. Setelah beberapa kali menciptakan ancaman, Havertz mencetak gol pada menit ke-25 dan membuat pertandingan kembali seimbang.
Odegaard membawa Arsenal berbalik unggul. Kapten Arsenal tersebut mencetak gol pada menit ke-50 setelah menyelesaikan peluang dari dalam kotak penalti.
Chelsea terus mengancam. Pedro Neto sempat membentur tiang pada babak pertama, sedangkan Estevao nyaris mencetak gol penyama kedudukan menjelang pertandingan berakhir.
Arsenal bertahan hingga akhir. Tidak ada gol tambahan sehingga The Gunners mengamankan kemenangan 2-1.
Odegaard menyebut pertandingan tersebut sebagai pertarungan besar melawan lawan yang berkualitas. Menurutnya, reaksi Arsenal setelah kebobolan menjadi salah satu kunci kemenangan.
Di pertandingan lain, Manchester United harus puas dengan hasil imbang 2-2 ketika menghadapi Everton.
United dua kali berada dalam posisi unggul, tetapi Everton selalu menemukan cara untuk menyamakan skor. Bryan Mbeumo membuka keunggulan United, sebelum Tyrique George membuat kedudukan kembali imbang.
Benjamin Sesko kemudian membawa United unggul lagi lewat sundulan pada menit ke-88. Namun kemenangan yang sudah di depan mata kembali sirna pada masa tambahan waktu.
Ainsley Maitland-Niles, yang baru bergabung dengan Everton pada hari terakhir bursa transfer, tampil sebagai penyelamat. Dalam debutnya, ia melepaskan tembakan jarak jauh ke sudut atas gawang untuk membuat skor menjadi 2-2.
Hasil tersebut memperpanjang awal musim yang kurang meyakinkan bagi United. Mereka baru meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan pembuka dan kembali menunjukkan masalah di lini pertahanan setelah kebobolan dua gol dalam tiga laga secara beruntun.
Arsenal memiliki modal penting setelah mengalahkan salah satu tim yang dipandang sebagai rival dalam perburuan gelar. Konsistensi akan menjadi tantangan berikutnya jika mereka ingin mempertahankan posisi di papan atas.
Sebaliknya, Manchester United harus segera memperbaiki persoalan pertahanan. Keunggulan dua kali dalam satu pertandingan tetapi gagal mengamankan kemenangan menunjukkan masih adanya pekerjaan besar bagi tim asuhan Michael Carrick.
Bagi Chelsea, kekalahan ini menjadi ujian awal bagi proyek Alonso. Meski gagal meraih hasil, performa kompetitif mereka di Emirates menunjukkan bahwa persaingan papan atas masih terbuka.












