Seketika.com, Bola – Italia bangkit dari kekalahan 0-2 dari Belgia dengan kemenangan telak 4-1 atas Turki pada matchday kedua UEFA Nations League, Senin (28/9/2026). Alessandro Bastoni, Davide Frattesi, Michael Kayode, dan Pio Esposito menjadi pencetak gol Italia dalam laga di Bursa.
Italia menunjukkan respons cepat setelah hasil buruk pada pertandingan pembuka Nations League. Roberto Mancini membawa perubahan besar dalam susunan pemain dan strategi, lalu Azzurri tampil agresif sejak menit awal saat menghadapi Turki di Bursa.
Italia sudah unggul pada menit kesembilan melalui Alessandro Bastoni. Gol berawal dari situasi sepak pojok yang gagal diamankan dengan baik oleh pertahanan Turki.
Keunggulan kemudian bertambah pada menit ke-22. Michael Kayode melepaskan tembakan yang masih mampu ditepis Altay Bayındır, tetapi bola muntah disambar Davide Frattesi menjadi gol kedua Italia.
Lima menit kemudian, giliran Kayode yang mencatatkan namanya di papan skor. Pemain yang menjalani debut bersama timnas Italia itu menyelesaikan rangkaian serangan Azzurri untuk membawa tim tamu unggul 3-0.
Turki sempat memperkecil skor melalui Barış Alper Yılmaz pada awal babak kedua. Namun, Italia merespons cepat lewat Pio Esposito yang mencetak gol keempat setelah bola hasil tembakan Sandro Tonali membentur tiang.
Skor 4-1 bertahan hingga pertandingan selesai dan memberi Italia tiga poin pertamanya di grup.
Kemenangan ini menjadi respons langsung Italia setelah kalah 0-2 dari Belgia pada laga pembuka. Perubahan yang dilakukan Mancini menghasilkan tim yang jauh lebih agresif, terutama pada babak pertama.
Italia bahkan sudah mencetak tiga gol sebelum laga memasuki menit ke-30. Catatan tersebut memperlihatkan efektivitas serangan Azzurri yang jauh berbeda dibanding penampilan mereka saat menghadapi Belgia.
Meski demikian, kemenangan besar tersebut belum menjadi akhir dari proses pembenahan. Mancini sendiri menegaskan bahwa perjalanan Italia masih panjang setelah timnya meraih kemenangan di Bursa.
Ujian berikutnya akan jauh lebih berat. Italia dijadwalkan menghadapi Prancis di Paris pada Jumat, sementara tim asuhan Zinedine Zidane juga datang dengan modal kemenangan setelah menundukkan Belgia 1-0.
Menit 9: Bastoni buka keunggulan, Italia memanfaatkan situasi bola mati untuk membuka skor. Bola dari sepak pojok gagal dibersihkan pertahanan Turki dan Bastoni menyelesaikannya menjadi gol.
Menit 22: Frattesi gandakan skor, serangan Italia kembali menghasilkan peluang. Tembakan Kayode ditepis Bayındır, tetapi Frattesi berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola rebound.
Menit 27: Kayode cetak gol debut, Kayode kemudian mencatatkan gol pertamanya untuk Italia. Gol tersebut melengkapi penampilan debutnya yang langsung menjadi salah satu sorotan utama pertandingan.
Menit 47: Turki perkecil ketertinggalan, memasuki babak kedua, Barış Alper Yılmaz memanfaatkan kelengahan pertahanan Italia untuk mengubah skor menjadi 1-3.
Menit 50: Pio Esposito cetak gol keempat, Italia kembali menjauh hanya beberapa menit kemudian. Tembakan Tonali membentur tiang, lalu Pio Esposito menyambar bola muntah dengan sundulan untuk membuat skor menjadi 4-1.
Selain hasil akhir, pertandingan ini juga menjadi panggung bagi pemain muda Italia.
Kayode mencetak gol dalam laga debutnya. Sementara itu, Pio Esposito dan Sebastiano Esposito sama-sama tampil sejak awal, sebuah momen yang memiliki nilai historis karena mengingatkan pada pasangan kakak-adik yang pernah menjadi starter Italia pada 1915.
Italia kini mengalihkan perhatian ke pertandingan melawan Prancis di Paris. Laga tersebut menjadi ujian berikutnya bagi skuad Mancini setelah kemenangan besar atas Turki.
Prancis juga berada dalam tren positif. Tim Zidane mengalahkan Belgia 1-0 pada laga sebelumnya, sehingga duel kedua tim akan mempertemukan dua pelatih yang sama-sama baru memulai periode mereka bersama tim nasional.












