Seketika.com, Olahraga – Desak Made Rita Kusuma Dewi membawa Indonesia meraih emas dari nomor speed putri Asian Games 2026 yang berlangsung di Portmesse Nagoya Exhibition Hall 1, Rabu (30/9).
Desak mencatat waktu 6,062 detik. Catatan tersebut menjadi rekor Asian Games sekaligus rekor Asia.
Medali perak diraih atlet China, Deng Lijuan, dengan waktu 6,064 detik. Sementara itu, Jeong Ji Min dari Korea Selatan mengamankan perunggu setelah membukukan waktu 6,18 detik.
Gelar ini menjadi medali emas kedua Desak di ajang Asian Games. Ia juga berhasil memperbaiki catatan waktu terbaiknya dalam pertandingan tersebut.
Salah satu tantangan yang dihadapi Desak sebelum bertanding adalah penundaan pertandingan akibat gangguan teknis.
Kondisi tersebut membuat atlet harus beberapa kali menunggu sebelum kembali ke posisi siap bertanding. Bagi Desak, situasi seperti itu cukup mengganggu karena fisik dan mentalnya sudah dipersiapkan untuk berlomba.
Alih-alih larut dalam tekanan, Desak berusaha mengalihkan pikirannya dan mempertahankan perspektif positif.
Ia kemudian menerapkan prinsip sederhana yang disebutnya sebagai “manjat ikhlas”. Desak berusaha tampil tanpa membebani diri dengan hasil akhir.
Strategi mental tersebut justru membantunya tetap fokus ketika perlombaan akhirnya dimulai.
Persaingan final nomor speed putri berlangsung sangat ketat.
Desak menjadi yang tercepat dengan waktu 6,062 detik. Deng Lijuan hanya terpaut 0,002 detik setelah finis dalam 6,064 detik.
Catatan Desak sekaligus menempatkannya sebagai pemegang rekor Asian Games dan Asia.
Menariknya, Desak mengaku sempat tidak menyadari bahwa dirinya telah lebih dahulu menyentuh tombol finis.
Fokusnya selama memanjat membuat ia bahkan masih merasa bingung mengenai siapa yang memenangkan perlombaan ketika turun dari arena.
Setelah memastikan emas, Desak mendapatkan momen emosional ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dimainkan dalam seremoni kemenangan.
Medali tersebut kemudian ia dedikasikan kepada berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan.
Desak menyebut kerja keras dirinya, doa orang tua, dukungan teman-teman pelatnas, tim, hingga masyarakat Indonesia sebagai bagian dari perjalanan menuju podium tertinggi.
Baginya, emas di Nagoya bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi persembahan untuk Indonesia.
Kemenangan Desak turut membuat Indonesia memenuhi target empat medali emas yang telah dicanangkan pada Asian Games 2026.
Sebelumnya, tiga emas Indonesia berasal dari cabang bulu tangkis dan angkat besi.
Dua medali emas diraih tim bulu tangkis, sedangkan satu emas lainnya datang dari angkat besi.
Dengan tambahan emas dari Desak Made Rita, target empat medali emas Indonesia pun tercapai.












