BolaPeristiwa

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Thailand Tumbang Dramatis Lewat Adu Penalti

30
×

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Thailand Tumbang Dramatis Lewat Adu Penalti

Share this article
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Thailand Tumbang Dramatis Lewat Adu Penalti, foto:(ig/emil_audero)

Seketika.com, Bola – Timnas Indonesia menutup FIFA ASEAN Cup 2026 dengan gelar juara setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti. Final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10) malam, berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu.

Indonesia dan Thailand sama-sama mencetak dua gol selama pertandingan. Setelah skor tetap 2-2 sampai akhir babak tambahan, pemenang harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Indonesia tampil lebih berani ketika menguasai bola, sementara Thailand memilih pendekatan yang lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Peluang berbahaya belum banyak tercipta pada satu jam pertama. Beberapa percobaan Indonesia, termasuk tembakan Mitch Baker dan Calvin Verdonk, belum mampu mengubah skor.

Situasi berubah pada menit ke-84. Thailand harus bermain dengan 10 orang setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua.

Dean James kemudian mengambil tendangan bebas dari sisi kotak penalti. Bola mengenai Iklas Sanron sebelum melewati kiper Saranon Anuin dan membawa Indonesia unggul 1-0.

Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan tiga menit.

Thailand menyamakan kedudukan pada menit ke-87. Umpan silang Seksan Ratree disambut Iklas Sanron dengan tendangan voli ke tiang jauh.

Skor 1-1 membuat pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Meski bermain dengan 10 pemain, Thailand justru mampu menciptakan kejutan pada babak tambahan.

Pada menit ke-111, Anan Yodsangwal berhasil merebut bola dari Elkan Baggott. Bola kemudian diberikan kepada Peeradol Chamrasamee yang sukses menaklukkan Emil Audero.

Thailand berbalik unggul 2-1.

Indonesia kembali mendapat momentum lima menit kemudian.

Elkan Baggott menebus kesalahannya dengan mencetak gol melalui tembakan yang mengenai bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga pertandingan selesai.

Hasil tersebut membuat gelar juara harus ditentukan lewat adu penalti.

Indonesia membuka adu penalti melalui kapten Kevin Diks. Eksekusinya berhasil membawa Garuda unggul 1-0.

Thailand membalas melalui Manuel Bihr, sebelum Dean James menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk membuat Indonesia kembali memimpin 2-1.

Waris Choolthong kemudian menyamakan skor menjadi 2-2.

Penendang ketiga Indonesia, Elkan Baggott, sukses menjalankan tugasnya. Indonesia unggul 3-2.

Tekanan kemudian berada di pihak Thailand. Sarach Yooyen gagal mencetak gol dari titik penalti sehingga Indonesia tetap berada di atas angin.

Shayne Pattynama menjadi eksekutor keempat Indonesia. Tendangannya berhasil dan memastikan kemenangan 4-2 untuk Garuda.

Emil Audero juga menjadi salah satu sosok penting dalam adu penalti setelah menggagalkan eksekusi Nattapong Sayriya.

Erick Thohir: Kemenangan Ini Jadi Pelajaran Menuju Piala Dunia
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai keberhasilan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 harus menjadi pengalaman penting bagi tim.

Menurut Erick, Thailand menunjukkan kualitas sebagai lawan dan pertandingan final memberikan pelajaran tentang beratnya tantangan yang akan dihadapi Indonesia ke depan.

Ia juga menekankan bahwa perjuangan menuju level yang lebih tinggi membutuhkan persiapan serius, termasuk jika Indonesia ingin bersaing di Piala Dunia.

Erick menyebut kemenangan tersebut bukan alasan bagi Timnas Indonesia untuk berhenti berkembang.

Evaluasi tetap diperlukan, terutama untuk memperbaiki sejumlah kelemahan sebelum menghadapi agenda berikutnya, termasuk persiapan menuju Piala Asia.

Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Performa di final menunjukkan bahwa mental bertanding menjadi salah satu kekuatan penting skuad Garuda. Indonesia mampu bangkit setelah tertinggal dan kemudian memenangkan pertandingan melalui adu penalti.

Namun, masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Evaluasi tersebut akan menjadi bagian dari persiapan Indonesia menghadapi kompetisi berikutnya.

Keberhasilan mengalahkan Thailand dalam pertandingan sepanjang 120 menit plus adu penalti memberikan pengalaman berharga bagi para pemain Indonesia.

Final tersebut juga memperlihatkan bahwa pertandingan besar dapat ditentukan oleh konsentrasi, mental, dan kemampuan memanfaatkan momen.

Bagi PSSI, gelar ini sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk membangun tim yang lebih kompetitif menghadapi level Asia.