BolaPeristiwa

Perebutan Juara Piala Afrika Senegal vs Maroko Diulang di Swiss

33
×

Perebutan Juara Piala Afrika Senegal vs Maroko Diulang di Swiss

Share this article
Perebutan Juara Piala Afrika Senegal vs Maroko Diulang di Swiss, foto:(ap)

Seketika.com, Bola –  Final Piala Afrika yang mempertemukan Senegal dan Maroko sebelumnya diwarnai insiden bentrokan dan protes keras akibat keputusan penalti di ujung laga. Senegal sempat merayakan kemenangan 1-0 lewat babak tambahan waktu setelah gol Pape Gueye. Namun, hasil tersebut dibatalkan oleh panel banding CAF pada bulan Maret menjadi kemenangan walkover 3-0 untuk Maroko karena tim Senegal sempat meninggalkan lapangan.

Tidak terima dengan keputusan tersebut, Federasi Sepak Bola Senegal membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne, Swiss, untuk sidang tertutup yang dijadwalkan pada hari Kamis.

Sengketa ini tidak hanya melibatkan aspek olahraga, tetapi juga memicu ketegangan diplomatik hingga tingkat pemerintahan Senegal yang menuntut penyelidikan atas dugaan pengaruh besar dalam tubuh sepak bola Afrika.

Hasil sidang CAS ini sangat krusial karena akan menetapkan siapa juara sah Piala Afrika sebelum turnamen AFCON berikutnya dimulai pada bulan Juni mendatang, sekaligus menjadi preseden penting terkait kepatuhan terhadap aturan sengketa federasi internasional.

Ketegangan bermula dari penalti kontroversial di menit-menit akhir waktu normal yang diberikan kepada Maroko. Penyerang Real Madrid, Brahim Díaz, mengeksekusi penalti ala Panenka, namun berhasil ditangkap dengan mudah oleh kiper Senegal, Édouard Mendy.

Pertandingan kemudian dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu, di mana Pape Gueye mencetak gol penentu kemenangan bagi Senegal.

Meski laga tuntas, komite disiplin CAF awalnya menjatuhkan denda besar dan menolak permintaan Maroko untuk memberikan kemenangan default.

Akan tetapi, pada banding lanjutan, hakim banding CAF memutuskan Senegal kalah karena aksi walk-off yang melanggar regulasi turnamen.

Pemerintah Senegal merespons keras dengan berupaya menempuh jalur hukum internasional lewat CAS demi merebut kembali trofi yang diraih di atas lapangan.