BolaPeduliPeristiwa

Bukayo Saka Raih Penghargaan Sócrates 2026, Ini Aksi Kemanusiaannya

37
×

Bukayo Saka Raih Penghargaan Sócrates 2026, Ini Aksi Kemanusiaannya

Share this article
Bukayo Saka Raih Penghargaan Sócrates 2026, Ini Aksi Kemanusiaannya, foto:(ballondor)

Seketika.com, Bola – Bintang Arsenal dan timnas Inggris, Bukayo Saka, meraih Penghargaan Sócrates dalam seremoni Ballon d’Or 2026. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas kiprahnya dalam kegiatan kemanusiaan, termasuk membantu anak-anak yang membutuhkan dukungan medis serta berkontribusi pada masyarakat melalui pendidikan dan olahraga.

Pencapaian ini menyoroti sisi lain Saka. Di luar performanya bersama Arsenal, pemain sayap tersebut memanfaatkan pengaruhnya untuk membantu kelompok rentan dan menyuarakan penolakan terhadap rasisme.

Bukayo Saka menerima Penghargaan Sócrates 2026 dalam acara Ballon d’Or yang berlangsung di London pada 26 Oktober 2026. Penghargaan ini ditujukan kepada insan sepak bola yang memberikan kontribusi melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Saka mendapat pengakuan atas keterlibatannya dalam berbagai inisiatif amal, termasuk dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan bantuan kesehatan. Ia juga menunjukkan kepedulian terhadap akses pendidikan, kesempatan berolahraga, serta perlindungan masyarakat dari diskriminasi.

Melalui kegiatan tersebut, Saka memperlihatkan bahwa kontribusi seorang pesepak bola tidak hanya diukur melalui gol, assist, atau trofi yang diraih bersama klub.

Salah satu kontribusi kemanusiaan Saka berkaitan dengan kerja sama bersama BigShoe, organisasi amal yang membantu menyediakan perawatan medis bagi anak-anak yang membutuhkan.

Melalui inisiatif tersebut, dukungan Saka dan keluarganya membantu membiayai operasi bagi anak-anak di Nigeria dan sejumlah negara Afrika lainnya. Program ini menjadi bagian penting dari kiprah sosialnya di luar sepak bola.

Keterlibatan tersebut juga memiliki makna personal bagi Saka, yang memiliki latar belakang keluarga Nigeria. Ia pernah menyampaikan kebanggaannya terhadap warisan budaya tersebut dan kebahagiaannya ketika dapat membantu anak-anak di sana meraih kesempatan hidup yang lebih baik.

Kepedulian Saka juga terlihat di lingkungan Ealing, London, tempat ia tumbuh besar.

Pada tahun sebelumnya, ia menyumbangkan lebih dari 1.000 seragam sekolah kepada empat sekolah di kawasan tersebut. Salah satu penerimanya adalah Greenford High School, sekolah yang pernah menjadi tempatnya menuntut ilmu.

Selain mendukung pendidikan, Saka memberikan lebih dari 100 pasang sepatu sepak bola kepada peserta Street Soccer Academy. Organisasi ini membantu kaum muda yang mengalami tunawisma melalui pelatihan dan dukungan untuk mendapatkan pekerjaan.

Bantuan tersebut menunjukkan bagaimana fasilitas pendidikan dan perlengkapan olahraga dapat menjadi sarana untuk membuka kesempatan bagi anak muda yang menghadapi kesulitan sosial.

Perjalanan Saka juga diwarnai pengalaman menghadapi diskriminasi rasial. Setelah gagal mengeksekusi penalti dalam final Euro 2020 pada Juli 2021, ia bersama Marcus Rashford dan Jadon Sancho menjadi sasaran pelecehan rasis di media sosial.

Saat itu, Saka masih berusia 19 tahun. Ia kemudian menyampaikan kritik terbuka kepada Instagram, Twitter, dan Facebook karena dinilai belum cukup efektif menghentikan penyebaran pesan kebencian.

Sikap tersebut menjadi bagian dari upayanya mendorong ruang digital yang lebih aman. Kasus pelecehan setelah final tersebut juga berujung pada penyelidikan kepolisian; dalam kronologi yang diberitakan, 11 orang telah ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan pada bulan Agustus.

Berikut beberapa catatan penting yang menggambarkan perjalanan Saka dalam kegiatan kemanusiaan:

  • Juli 2021: Saka menjadi sasaran pelecehan rasial setelah gagal mencetak gol melalui adu penalti pada final Euro 2020. Ia kemudian menyuarakan penolakan terhadap kebencian di media sosial.
  • 2022 dan seterusnya: Penghargaan Sócrates menjadi bagian dari Ballon d’Or untuk mengapresiasi kontribusi sosial dan kemanusiaan dalam dunia sepak bola.
  • Tahun sebelumnya: Saka menyumbangkan lebih dari 1.000 seragam sekolah kepada empat sekolah di Ealing.
  • Tahun sebelumnya: Ia memberikan lebih dari 100 pasang sepatu sepak bola kepada peserta Street Soccer Academy.
  • 26 Oktober 2026: Saka menerima Penghargaan Sócrates dalam seremoni Ballon d’Or 2026 di London.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas sosial Saka mencakup beberapa bidang sekaligus, mulai dari kesehatan anak, pendidikan, akses olahraga, hingga kampanye melawan diskriminasi.

Penghargaan Sócrates memberikan sorotan internasional terhadap kegiatan kemanusiaan Saka. Pengakuan ini juga membuka ruang untuk membicarakan peran atlet dalam mendukung kelompok yang membutuhkan bantuan.

Bagi Saka, kepedulian terhadap anak-anak dan masyarakat bukan sekadar bagian dari citra seorang pemain terkenal. Kegiatan amal dan sikapnya terhadap rasisme menunjukkan bagaimana pengaruh di dunia olahraga dapat digunakan untuk menyuarakan persoalan sosial.

Pada akhirnya, penghargaan ini menempatkan kontribusi di luar lapangan sebagai bagian penting dari perjalanan seorang atlet. Bagi penggemar sepak bola, kisah Saka menjadi pengingat bahwa dampak seorang pemain dapat melampaui hasil pertandingan.