BolaPeristiwa

Man City vs Brighton: Menang Adu Penalti 4-3, The Citizens Lolos Dramatis Carabao Cup

37
×

Man City vs Brighton: Menang Adu Penalti 4-3, The Citizens Lolos Dramatis Carabao Cup

Share this article
Man City vs Brighton Menang Adu Penalti 4-3, The Citizens Lolos Dramatis Carabao Cup, foto:(skysports)

Seketika.com, Bola – Manchester City harus bekerja keras untuk mempertahankan peluang meraih gelar Carabao Cup. Menghadapi Brighton di Etihad Stadium, City dua kali berada dalam posisi tertinggal sebelum memaksakan hasil imbang 2-2 dan mengamankan kemenangan lewat adu penalti dengan skor 4-3.

Rayan Cherki menjadi penentu kemenangan, sedangkan Geronimo Rulli tampil penting dengan menggagalkan eksekusi penalti Yasin Ayari dan Lewis Dunk. Hasil ini membawa Manchester City ke perempat final, tetapi Brighton meninggalkan lapangan dengan perasaan bahwa mereka seharusnya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Brighton mampu memberikan tekanan kepada tuan rumah dan bahkan dua kali memimpin skor, sementara Manchester City kesulitan menemukan ritme permainan terbaiknya.

Brighton membuka keunggulan lewat Malick Yalcouye setelah membangun serangan dengan baik. Gol tersebut sempat memunculkan kontroversi karena posisi pemain Brighton di garis pertahanan terakhir, sementara pertandingan berlangsung tanpa dukungan VAR.

Manchester City kemudian meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Upaya mereka membuahkan hasil ketika Mateo Kovacic melepaskan tembakan yang berujung gol setelah bola mengarah ke bagian dalam tiang gawang.

Skor kembali imbang, tetapi permainan City belum sepenuhnya meyakinkan. Rotasi pemain yang dilakukan pelatih Enzo Maresca turut menjadi salah satu konteks pertandingan, karena lima pemain kunci diistirahatkan.

Brighton kembali mencetak gol hanya sekitar 90 detik setelah babak kedua dimulai. Georginio Rutter memaksimalkan umpan tarik Jaouen Hadjam untuk membawa tim tamu unggul 2-1.

Keunggulan tersebut mencerminkan keberanian Brighton dalam menekan dan menyerang. Mereka mampu menyulitkan pertahanan Manchester City, yang beberapa kali terlihat kehilangan koordinasi ketika menghadapi serangan lawan.

Manchester City akhirnya kembali menyamakan kedudukan melalui situasi bola mati. Tendangan bebas Rayan Cherki membentur Vitor Reis sebelum mengecoh kiper Jason Steele dan mengubah skor menjadi 2-2.

Kedua tim masih memiliki peluang untuk menentukan hasil pertandingan pada sisa waktu, tetapi tidak ada gol tambahan. Tiket ke perempat final pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Manchester City akhirnya keluar sebagai pemenang setelah unggul 4-3 dalam adu penalti. Cherki sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penentu, sementara Geronimo Rulli menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam babak tersebut.

Kiper City menggagalkan penalti yang diambil Yasin Ayari dan Lewis Dunk. Dua penyelamatan itu membantu Manchester City mengatasi tekanan setelah kesulitan sepanjang pertandingan.

Bagi Brighton, hasil tersebut terasa mengecewakan. Mereka mampu bersaing dengan juara bertahan dan beberapa kali berada di posisi yang menguntungkan, tetapi gagal menuntaskan pertandingan dengan kemenangan.

Kemenangan ini menjaga peluang Manchester City untuk mempertahankan gelar Carabao Cup. The Citizens selanjutnya dijadwalkan menghadapi Bradford City, tim dari League One, pada Desember sebagai lawan di perempat final.

Meski lolos, pertandingan melawan Brighton memperlihatkan beberapa aspek yang perlu dibenahi, terutama dalam bertahan. City kebobolan dua kali dan harus mengandalkan adu penalti untuk memastikan kelanjutan langkah mereka di kompetisi tersebut.

Rotasi pemain menjadi bagian dari strategi Maresca. Namun, hasil ini juga menunjukkan bahwa kedalaman skuad harus diimbangi dengan konsistensi permainan, terutama ketika menghadapi lawan yang agresif.

Maresca menilai Brighton sedang berada dalam performa bagus dan memiliki kemampuan mencetak gol secara konsisten. Ia juga mengakui bahwa Manchester City seharusnya bisa tampil lebih baik dalam aspek pertahanan.

Menurutnya, proyek yang sedang dibangun tim masih relatif baru dan membutuhkan waktu untuk berkembang. Maresca tetap puas dengan perencanaan pertandingan dan keputusan rotasi pemain, meskipun mengakui laga tersebut berjalan kacau.

Ia juga menegaskan bahwa pertandingan berikutnya melawan Brighton di Premier League akan menghadirkan tantangan serupa, mengingat karakter permainan menyerang yang diterapkan tim asuhan Fabian Hurzeler.

Di kubu Brighton, Fabian Hurzeler menilai anak asuhnya memiliki cukup banyak peluang untuk memenangkan pertandingan. Ia merasa gol-gol yang bersarang di gawang timnya terjadi dalam situasi yang kurang menguntungkan.

Hurzeler juga mengingatkan bahwa pertemuan di Carabao Cup bukanlah akhir dari persaingan kedua tim. Brighton akan kembali menghadapi Manchester City di Premier League pada Sabtu, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut.

Brighton berencana memanfaatkan waktu di Manchester untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya. Hurzeler berharap timnya dapat kembali dengan energi penuh dan memperbaiki kekurangan setelah tersingkir dari Carabao Cup.

Manchester City kini dapat mengalihkan perhatian ke babak perempat final Carabao Cup dengan Bradford City sebagai lawan yang menanti.

Namun, tim asuhan Maresca tetap perlu mengevaluasi kelemahan pertahanan yang terlihat saat menghadapi Brighton.

Sementara itu, Brighton mempunyai kesempatan untuk merespons hasil mengecewakan tersebut dalam pertandingan Premier League berikutnya.

Pertemuan ulang kedua tim akan menjadi ujian penting bagi City untuk membuktikan bahwa kemenangan adu penalti ini dapat diikuti dengan penampilan yang lebih solid.