Selain memastikan tiket otomatis ke semifinal, Indonesia juga mencatat rekor sempurna selama fase grup dengan tiga kemenangan beruntun.
Status juara grup memberikan keuntungan tersendiri karena tim terhindar dari ketidakpastian perhitungan runner-up terbaik.
Performa konsisten yang ditunjukkan skuad muda Indonesia juga memperkuat optimisme publik terhadap peluang meraih gelar juara.
Memasuki babak kedua, Vietnam meningkatkan intensitas permainan dan mulai lebih banyak menguasai bola.
Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-74 ketika Nguyen Quoc Khanh mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan memanfaatkan situasi sepak pojok.
Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan berlangsung semakin terbuka.
Laga tidak hanya menyajikan duel sengit antar pemain.
Pada menit ke-80, terjadi insiden yang melibatkan salah satu anggota staf Vietnam ketika Fabio Azka Irawan hendak melakukan lemparan ke dalam jarak jauh.
Situasi tersebut sempat memicu protes dari kubu Indonesia karena proses lemparan dianggap terganggu.
Wasit kemudian mengambil tindakan dengan mengusir salah satu ofisial Vietnam dari area teknis.
Insiden itu sempat menghentikan pertandingan beberapa saat sebelum kembali dilanjutkan.
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Indonesia memperoleh hadiah penalti pada masa tambahan waktu setelah Theo Leeming dijatuhkan di kotak terlarang.
Evandra Florasta yang dipercaya menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Gol pada menit 90+3 memastikan kemenangan Indonesia 2-1 sekaligus mengunci status juara Grup A.
Dengan hasil ini, Indonesia melangkah ke semifinal sebagai pemuncak klasemen Grup A.
Garuda Muda akan menunggu lawan dari grup lain yang berhasil lolos ke babak empat besar.
Jika mampu mempertahankan performa dan mental bertanding seperti di fase grup, peluang Indonesia untuk melangkah hingga partai final terbuka lebar.












