BolaPeristiwa

Man City vs Atletico Madrid: City Bangkit 3-1, Debut Lee Kang-in Justru Dibayangi Krisis KFA

54
×

Man City vs Atletico Madrid: City Bangkit 3-1, Debut Lee Kang-in Justru Dibayangi Krisis KFA

Share this article
Man City vs Atletico Madrid City Bangkit 3-1, Debut Lee Kang-in Justru Dibayangi Krisis KFA, foto:(ap)

Seketika.com, Bola – Manchester City membalikkan keadaan untuk mengalahkan Atletico Madrid 3-1 dalam laga persahabatan pramusim di Seoul, Korea Selatan, Minggu (9/8/2026). Atletico sempat unggul melalui Jorge Dominguez, tetapi dua gol Omar Marmoush dan satu gol Rayan Ait-Nouri memastikan comeback City.

Manchester City meraih kemenangan 3-1 atas Atletico Madrid dalam pertandingan pramusim yang berlangsung di Seoul World Cup Stadium. Sekitar 50.000 penonton menyaksikan pertandingan yang juga menjadi panggung debut Lee Kang-in bersama Atletico di negara asalnya.

Atletico lebih dulu membuka keunggulan menjelang turun minum. Jorge Dominguez mencatatkan namanya di papan skor dan membuat tim asuhan Diego Simeone memasuki jeda dengan keunggulan 1-0.

Namun, situasi berubah cepat pada babak kedua. Omar Marmoush mencetak dua gol dalam waktu singkat untuk membalikkan skor sebelum Rayan Ait-Nouri menambahkan gol ketiga City pada penghujung pertandingan.

Dampak dan Kenapa Ini Penting

Kemenangan tersebut menjadi penutup tur pramusim Manchester City di Asia. Sebelumnya, City bermain imbang melawan Inter Milan sebelum menang melalui adu penalti dan juga meraih kemenangan atas tim K-League All-Stars.

Bagi Atletico Madrid, laga di Seoul menjadi momen penting karena Lee Kang-in akhirnya tampil untuk pertama kalinya bersama klub barunya di hadapan publik Korea Selatan.

Lee masuk pada babak kedua. Ia sempat memberikan ancaman, termasuk melalui situasi bola mati, tetapi belum mampu mengubah jalannya pertandingan sehingga Atletico harus menerima kekalahan 1-3.

Transfer Lee sendiri menjadi salah satu cerita besar pada musim panas 2026. Atletico merekrut gelandang serang Korea Selatan tersebut dari Paris Saint-Germain dengan nilai yang dilaporkan sekitar 35 juta euro, ditambah kemungkinan bonus, dan mengikatnya hingga 2031.

Atletico mampu memanfaatkan momentum sebelum jeda. Jorge Dominguez mencetak gol untuk membawa klub Spanyol tersebut unggul 1-0.

Manchester City kemudian melakukan perubahan pada babak kedua dan meningkatkan tekanan. Permainan ofensif mereka akhirnya menghasilkan dua gol cepat dari Marmoush.

Marmoush menjadi pemain paling menentukan dalam comeback City. Ia mencetak dua gol pada menit ke-57 dan ke-59, keduanya berasal dari situasi serangan yang dibangun dari sisi sayap. Antoine Semenyo tercatat memberikan assist untuk kedua gol tersebut.

Setelah berbalik unggul 2-1, City terus menjaga tekanan. Rayan Ait-Nouri kemudian mencetak gol ketiga pada menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan 3-1.

Sorotan lain tertuju kepada Lee Kang-in. Pemain berusia 25 tahun tersebut baru bergabung dengan Atletico setelah meninggalkan PSG dan menandatangani kontrak sampai Juni 2031.

Debut di Seoul memiliki nilai simbolis tersendiri karena Lee bermain di hadapan pendukung Korea Selatan setelah kembali ke sepak bola Spanyol.

Meski tampil setelah turun dari bangku cadangan, Lee belum mampu membantu Atletico menyamakan kedudukan. Namun, penampilannya tetap menjadi salah satu perhatian utama dalam pertandingan tersebut.

Pertandingan Man City vs Atletico Madrid berlangsung ketika sepak bola Korea Selatan sedang menghadapi tekanan besar di luar lapangan.

Setelah Korea Selatan tersingkir dari fase grup Piala Dunia 2026, sorotan terhadap Korea Football Association atau KFA semakin meningkat.

Hong Myung-bo kemudian mengundurkan diri sebagai pelatih tim nasional, sementara Chung Mong-gyu juga meninggalkan posisi presiden KFA.

KFA juga menghadapi pemeriksaan dan sorotan terkait proses penunjukan pelatih serta berbagai persoalan tata kelola. Pada saat yang sama, pemerintah Korea Selatan membentuk K-Football Innovation Committee untuk mendorong reformasi sepak bola nasional.

Salah satu agenda reformasi adalah memperluas basis pemilih dalam pemilihan presiden KFA. Komite tersebut pada akhir Juli merekomendasikan peningkatan jumlah pemilih dari sekitar 300 menjadi lebih dari 10.000 orang.

Di sisi lain, laporan mengenai audit penggunaan kartu perusahaan KFA pada masa lalu ikut menambah tekanan. Klaim mengenai pembayaran layanan di tempat hiburan dewasa bagi wasit asing menjadi bagian dari kontroversi yang sedang disorot, sementara KFA telah menyampaikan permintaan maaf terkait berbagai persoalan yang muncul.

Karena isu tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran dan penyelidikan, fakta hukum final perlu menunggu hasil proses resmi.

KFA kini menghadapi tantangan untuk mengisi dua posisi penting: pelatih kepala tim nasional dan presiden federasi.

Untuk posisi pelatih, KFA telah membuka proses perekrutan pelatih sementara melalui mekanisme terbuka. Langkah tersebut dipersiapkan menjelang Piala Asia 2027 yang akan berlangsung di Arab Saudi.

Sementara itu, reformasi sistem pemilihan dan tata kelola KFA menjadi agenda penting yang diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap sepak bola Korea Selatan.

Dengan demikian, laga Man City vs Atletico Madrid di Seoul bukan sekadar pertandingan pramusim. Di tengah atmosfer sepak bola Korea Selatan yang sedang berusaha bangkit, kemenangan City dan debut Lee Kang-in menjadi dua cerita yang berjalan bersamaan.