Beberapa nama besar yang tampil antara lain Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida dari Jepang. Selain itu ada Adam Ondra dari tuan rumah Ceko, Luka Potocar dari Slovenia, Filip Schenk dari Italia, serta Jakob Schubert dari Austria.
Putra tampil konsisten sejak awal hingga mampu mencapai skor tertinggi yaitu 43 poin.
Neo Suzuki harus puas di posisi kedua dengan skor 39 poin, sementara Jakob Schubert menempati peringkat ketiga setelah mencatatkan skor 37 poin.
Menariknya, Putra menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil menembus final nomor lead pada seri Praha 2026.
Pencapaian ini sekaligus menjadi peningkatan signifikan dibanding penampilannya pada World Climbing Series Koper 2025 di Slovenia. Saat itu Putra berhasil lolos ke final, namun hanya finis di posisi keenam.
Usai pertandingan, Putra mengaku sangat bahagia karena berhasil meraih emas pada final keduanya di level dunia.
Menurutnya, rute final memiliki tingkat kesulitan tinggi terutama pada bagian atas lintasan yang menguras tenaga dan daya tahan genggaman.
Meski berhasil meraih emas bersejarah, Putra menegaskan dirinya belum ingin cepat puas.
Ia mengaku masih memiliki sejumlah evaluasi yang harus diperbaiki, terutama saat melakukan orientasi jalur serta mengatasi rasa gugup ketika menghadapi kompetisi level dunia.
Dengan usia karier yang masih panjang, Putra berpeluang menjadi salah satu andalan Indonesia dalam berbagai kejuaraan internasional mendatang.












