<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Reformasi Hukum Archives - seketika.com</title>
	<atom:link href="https://www.seketika.com/tag/reformasi-hukum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.seketika.com/tag/reformasi-hukum</link>
	<description>Independen Menjangkau Dunia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Feb 2026 04:53:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.seketika.com/wp-content/uploads/2024/12/Seketikacom-favicon-96x96-1-80x80.png</url>
	<title>Reformasi Hukum Archives - seketika.com</title>
	<link>https://www.seketika.com/tag/reformasi-hukum</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KPK Desak Revisi UU Tipikor demi Jerat Suap Asing dan Aksesi OECD</title>
		<link>https://www.seketika.com/kpk-desak-revisi-uu-tipikor-demi-jerat-suap-asing-dan-aksesi-oecd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2026 04:53:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Aksesi OECD]]></category>
		<category><![CDATA[Antikorupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Foreign Bribery]]></category>
		<category><![CDATA[Illicit Enrichment]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[OECD]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Suap Swasta]]></category>
		<category><![CDATA[Trading in Influence]]></category>
		<category><![CDATA[UU Tipikor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=33975</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kpk-desak-revisi-uu-tipikor-demi-jerat-suap-asing-dan-aksesi-oecd">KPK Desak Revisi UU Tipikor demi Jerat Suap Asing dan Aksesi OECD</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan perlunya penguatan fundamental Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), agar Indonesia dapat optimal menjerat pelaku suap asing dan sektor swasta. KPK menegaskan reformasi UU Tipikor kini bukan lagi pilihan, melainkan syarat mutlak jika Indonesia ingin diakui dunia dalam keanggotaan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini disampaikan Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam Lokakarya Supporting Indonesia in Fighting Foreign Bribery: Towards Accession to the OECD Anti-Bribery Convention, bekerja sama dengan OECD di Jakarta, Kamis (12/2). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Setyo, aksesi terhadap Konvensi Anti-Suap OECD bukan sekadar agenda diplomatik, melainkan momentum penting guna memperbaharui hukum nasional agar selaras dengan standar antikorupsi internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dalam UNCAC khususnya Pasal 16, negara didorong mengkriminalisasi penyuapan terhadap pejabat publik asing. Kita perlu respons secara konkret dalam pembaruan regulasi nasional,” ungkap Setyo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Setyo, langkah ini menjadi penting sebab hingga saat ini hukum Indonesia belum mengatur secara spesifik mengenai penyuapan terhadap pejabat publik asing (foreign bribery). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, terdapat sejumlah bentuk tindak pidana lain yang juga belum dikriminalisasi secara eksplisit dalam UU Tipikor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">KPK mengidentifikasi tiga delik korupsi yang saat ini masih kebal hukum karena belum masuk dalam UU Tipikor. Pertama, perdagangan untuk memuluskan kepentingan tertentu (trading in Influence).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, kepemilikan kekayaan tidak wajar dan tidak dapat dijelaskan asal usulnya (illicit enrichment). Ketiga, praktik suap murni di sektor swasta yang merusak iklim investasi (bribery in the private sector).</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kpk-desak-revisi-uu-tipikor-demi-jerat-suap-asing-dan-aksesi-oecd">KPK Desak Revisi UU Tipikor demi Jerat Suap Asing dan Aksesi OECD</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KUHP dan KUHAP Baru Jadi Instrumen Strategis Kedaulatan Pangan dan Energi 2026</title>
		<link>https://www.seketika.com/kuhp-dan-kuhap-baru-jadi-instrumen-strategis-kedaulatan-pangan-dan-energi-2026</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 03:04:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Deregulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaulatan Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaulatan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[KUHAP]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[Rapim Polri 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=33957</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kuhp-dan-kuhap-baru-jadi-instrumen-strategis-kedaulatan-pangan-dan-energi-2026">KUHP dan KUHAP Baru Jadi Instrumen Strategis Kedaulatan Pangan dan Energi 2026</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru menjadi instrumen strategis dalam mendukung kedaulatan pangan dan energi nasional. Hal tersebut ditegaskan Menkum dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri Tahun 2026 di Grand Krakatau Ballroom, Jakarta, Rabu (11/02/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">“KUHP dan KUHAP yang baru akan meningkatkan kepastian hukum dalam kedaulatan pangan dan energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif,” ujar Supratman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, agenda pembangunan nasional tahun 2026 yang mengusung tema Kedaulatan Pangan dan Energi serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif membutuhkan dukungan regulasi yang efektif. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Reformasi hukum, termasuk melalui pembaruan KUHP dan KUHAP, menjadi bagian penting dalam menciptakan kepastian hukum serta iklim usaha yang kondusif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Supratman menyoroti masih adanya persoalan regulasi yang menghambat pertumbuhan investasi dan daya saing nasional, seperti aturan yang tumpang tindih, multitafsir, hingga menimbulkan biaya tinggi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu, deregulasi dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi hambatan struktural dan memperkuat efektivitas kebijakan pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di bidang pangan, tantangan regulasi masih terlihat dari adanya tumpang tindih kewenangan pusat-daerah, disharmoni regulasi antarkementerian, rumitnya perizinan dan rantai distribusi, dan bantuan serta subsidi yang tidak tepat sasaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Langkah deregulasi yang dibutuhkan dalam sektor pangan meliputi penyederhanaan rantai distribusi pangan, penyederhanaan perizinan usaha pertanian dan industri pangan, pengurangan biaya transaksi, pemajuan investasi di sektor agroindustri dan pangan, dan penguatan kepastian hukum bagi investor,” tuturnya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/kuhp-dan-kuhap-baru-jadi-instrumen-strategis-kedaulatan-pangan-dan-energi-2026">KUHP dan KUHAP Baru Jadi Instrumen Strategis Kedaulatan Pangan dan Energi 2026</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Habiburokhman Tegaskan KUHP–KUHAP Baru Tidak Akan Pidana Sewenang-wenang terhadap Pengkritik Pemerintah</title>
		<link>https://www.seketika.com/habiburokhman-tegaskan-kuhp-kuhap-baru-tidak-akan-pidana-sewenang-wenang-terhadap-pengkritik-pemerintah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2026 04:32:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Habiburokhman]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan berpendapat]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi III]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[KUHAP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=33078</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/habiburokhman-tegaskan-kuhp-kuhap-baru-tidak-akan-pidana-sewenang-wenang-terhadap-pengkritik-pemerintah">Habiburokhman Tegaskan KUHP–KUHAP Baru Tidak Akan Pidana Sewenang-wenang terhadap Pengkritik Pemerintah</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menjelaskan reformasi hukum pidana dengan terbitnya KUHP baru dan KUHAP baru, memastikan para pengkritik pemerintah seperti Pandji Pragiwaksono, tidak akan mengalami pemidanaan sewenang-wenang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menekankan hukum dan dua aturan hukum tersebut bukan lagi bagian dari aparatus represif penjaga kekuasaan, melainkan justru menjadi alat yang efektif bagi warga negara untuk mencari keadilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“KUHP baru dan KUHAP baru berbeda dengan KUHP lama warisan Belanda dan KUHAP lama warisan orde baru,” tegasnya dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Minggu (11/1/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">KUHP lama menganut asas monistis, yakni pemidanaan atau penjatuhan sanksi pidana hanya berdasarkan pemenuhan unsur-unsur delik atau pasal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">KUHAP lama tidak mengenal Restorative Justice, di mana Putusan Pemaafan hakim yang memiliki syarat penahanan super subyektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, KUHP baru menganut asas dualistis, yakni pemidanaan atau penjatuhan sanksi pidananya bukan hanya mensyaratkan terpenuhinya pemenuhan unsur delik atau pasal tetapi juga menilai sikap batin pelaku saat melakukan tindak pidana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hal tersebut bisa dilihat di Pasal 36, Pasal 54 KUHP baru, ditambah lagi Pasal 53 KUHP baru mengatur hakim wajib mengedepankan keadilan daripada kepastian hukum,” jelas wakil rakyat dari Dapil Jakarta Timur ini.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/habiburokhman-tegaskan-kuhp-kuhap-baru-tidak-akan-pidana-sewenang-wenang-terhadap-pengkritik-pemerintah">Habiburokhman Tegaskan KUHP–KUHAP Baru Tidak Akan Pidana Sewenang-wenang terhadap Pengkritik Pemerintah</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polri Resmi Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru</title>
		<link>https://www.seketika.com/polri-resmi-berlakukan-kuhp-dan-kuhap-baru</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 18:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bareskrim Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Pidana]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[KUHAP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32941</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/polri-resmi-berlakukan-kuhp-dan-kuhap-baru">Polri Resmi Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi memberlakukan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru mulai Jumat, 2 Januari 2026, tepat pukul 00.01 WIB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, penerapan KUHP dan KUHAP baru tersebut dilakukan secara menyeluruh di seluruh jajaran Polri sebagai pedoman utama dalam penegakan hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Trunoyudo, seluruh fungsi kepolisian telah menyesuaikan mekanisme kerja dan prosedur hukum, mulai dari Reserse Kriminal (Reskrim), Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam), Korps Lalu Lintas (Korlantas), Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor), hingga Detasemen Khusus 88 Antiteror.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Per jam 00.01 hari ini, Jumat 2 Januari 2026, seluruh petugas pengemban fungsi penegakan hukum Polri telah mempedomani dan mengimplementasikan KUHP dan KUHAP yang baru,” ujar Trunoyudo kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menyiapkan panduan teknis dan pedoman pelaksanaan sebagai acuan bagi penyidik dalam menjalankan proses penegakan hukum sesuai aturan baru.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/polri-resmi-berlakukan-kuhp-dan-kuhap-baru">Polri Resmi Berlakukan KUHP dan KUHAP Baru</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prabowo Lantik 7 Anggota Komisi Yudisial Periode 2025–2030 di Istana Negara</title>
		<link>https://www.seketika.com/prabowo-lantik-7-anggota-komisi-yudisial-periode-2025-2030-di-istana-negara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 03:07:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Istana Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Yudisial]]></category>
		<category><![CDATA[KY 2025–2030]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Pelantikan KY]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden RI]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=32713</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/prabowo-lantik-7-anggota-komisi-yudisial-periode-2025-2030-di-istana-negara">Prabowo Lantik 7 Anggota Komisi Yudisial Periode 2025–2030 di Istana Negara</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyimak secara langsung pengucapan sumpah/janji sejumlah Anggota Komisi Yudisial (KY) untuk masa jabatan tahun 2025–2030. Pengucapan sumpah/janji tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 19 Desember 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengangkatan para anggota Komisi Yudisial tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 132/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Komisi Yudisial. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan Presiden tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun anggota Komisi Yudisial yang mengucapkan sumpah/janji jabatan di hadapan Presiden Prabowo, yakni:<br>1.⁠ ⁠Abdul Chair Ramadhan;<br>2.⁠ ⁠Abhan;<br>3.⁠ ⁠Andi Muhammad Asrun;<br>4.⁠ ⁠Anita Kadir;<br>5.⁠ ⁠Desmihardi;<br>6.⁠ ⁠F. Willem Saija; dan<br>7.⁠ ⁠Setyawan Hartono.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, para anggota Komisi Yudisial secara bersama-sama mengucapkan sumpah/janji jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto, sebagai berikut:</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya bersumpah bahwa saya senantiasa akan menjalankan tugas dan wewenang saya ini dengan sungguh-sungguh, seksama, obyektif, jujur, berani, adil, tidak membeda-bedakan jabatan, suku, agama, ras, gender, dan golongan tertentu, dan akan melaksanakan kewajiban saya dengan sebaik-baiknya serta bertanggung jawab sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar para anggota KY mengucapkan penggalan sumpah/janji jabatannya.</p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/prabowo-lantik-7-anggota-komisi-yudisial-periode-2025-2030-di-istana-negara">Prabowo Lantik 7 Anggota Komisi Yudisial Periode 2025–2030 di Istana Negara</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prof Susi Guru Besar Unpad: Putusan Progresif MK Jadi Penentu Selamatkan Kepercayaan Publik</title>
		<link>https://www.seketika.com/prof-susi-guru-besar-unpad-putusan-progresif-mk-jadi-penentu-selamatkan-kepercayaan-publik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[redaksi Seketika]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 03:25:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Cipta Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Tata Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Integritas Hakim]]></category>
		<category><![CDATA[Kepercayaan publik]]></category>
		<category><![CDATA[Ketidakpatuhan Putusan MK]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Yudisial]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Susi Dwi Harijanti]]></category>
		<category><![CDATA[Putusan Progresif MK]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.seketika.com/?p=31910</guid>

					<description><![CDATA[<p>...</p>
<p>The post <a href="https://www.seketika.com/prof-susi-guru-besar-unpad-putusan-progresif-mk-jadi-penentu-selamatkan-kepercayaan-publik">Prof Susi Guru Besar Unpad: Putusan Progresif MK Jadi Penentu Selamatkan Kepercayaan Publik</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.seketika.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Seketika.com</a>, Bandung &#8211; Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran, Prof Susi Dwi Harijanti, menilai rangkaian putusan progresif Mahkamah Konstitusi (MK) dalam beberapa waktu terakhir merupakan sinyal penting bagi upaya pemulihan kepercayaan publik. Menurutnya, MK sebelumnya berada pada “titik nadir”, dan kini tengah berupaya menunjukkan konsistensi dalam menjaga supremasi konstitusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan tersebut disampaikan Prof Susi dalam Media Gathering Komisi Yudisial (KY) bertema “Refleksi Dua Dekade Menjaga dan Menegakkan Integritas Hakim” di HARRIS Hotel &amp; Conventions Ciumbuleuit, Bandung, Jumat (14/11/2025).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prof Susi menegaskan bahwa progresivitas putusan MK saat ini harus dijaga sebagai standar baru lembaga peradilan konstitusi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Putusan progresif merupakan harapan publik. Jika konsistensi ini hilang, MK akan kembali dikritik,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, putusan-putusan progresif MK bukan hanya menjawab kebutuhan hukum yang berkembang, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperbaiki relasi MK dengan masyarakat yang sempat terganggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prof Susi menilai peningkatan kualitas putusan MK tidak cukup hanya bergantung pada hakim konstitusi. </p>


<p>The post <a href="https://www.seketika.com/prof-susi-guru-besar-unpad-putusan-progresif-mk-jadi-penentu-selamatkan-kepercayaan-publik">Prof Susi Guru Besar Unpad: Putusan Progresif MK Jadi Penentu Selamatkan Kepercayaan Publik</a> appeared first on <a href="https://www.seketika.com">seketika.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
