Seketika.com, Bola – Spanyol mengalahkan Inggris 3-2 dalam laga Nations League di Wembley, Sabtu, setelah sempat tertinggal 1-2 pada babak pertama. Gol Mikel Oyarzabal pada menit ke-74 memastikan comeback Spanyol sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 39 pertandingan.
Spanyol meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Inggris dalam pertandingan Nations League di Wembley.
Hasil tersebut memperpanjang catatan tak terkalahkan Spanyol menjadi 39 pertandingan.
Lamine Yamal membawa Spanyol unggul kurang dari dua menit setelah pertandingan dimulai.
Inggris kemudian membalikkan keadaan melalui Antony Gordon dan Harry Kane sebelum turun minum.
Spanyol bangkit pada babak kedua. Alex Baena menyamakan skor pada menit ke-60, kemudian Mikel Oyarzabal mencetak gol kemenangan 14 menit berselang.
Gol Oyarzabal kembali menjadi pembeda dalam pertemuan Spanyol dan Inggris. Ia sebelumnya juga mencetak gol penentu ketika Spanyol mengalahkan Inggris di final Kejuaraan Eropa 2024.
Kemenangan di Wembley membuat Spanyol mengawali kampanye Nations League dengan hasil positif.
Hasil ini juga mempertahankan rekor panjang Spanyol yang kini mencapai 39 pertandingan tanpa kekalahan.
Bagi Inggris, kegagalan memanfaatkan sejumlah peluang menjadi salah satu titik penting dalam pertandingan.
Penalti Harry Kane pada awal babak kedua gagal berbuah gol setelah sang penyerang terpeleset ketika melakukan eksekusi.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel menilai kegagalan penalti tersebut menjadi momen penting karena Inggris memiliki peluang untuk memperbesar keunggulan menjadi 3-1.
Menurut Tuchel, kesalahan individu juga berperan dalam terciptanya dua gol pertama Spanyol.
Fakta dan Kronologi Lengkap
Spanyol langsung menekan sejak awal pertandingan. Lamine Yamal memanfaatkan kesalahan Marc Guehi untuk merebut bola sebelum melepaskan tembakan rendah yang mengarah ke sudut jauh gawang James Trafford.
Gol tersebut tercipta sebelum pertandingan memasuki menit kedua.
Spanyol kemudian mendapat sejumlah peluang tambahan. Ferran Torres dua kali gagal memaksimalkan kesempatan ketika berhadapan langsung dengan gawang Inggris.
Inggris akhirnya menemukan momentum melalui serangan balik pada menit ke-36.
Jude Bellingham terlibat dalam proses serangan tersebut sebelum Antony Gordon menyelesaikannya dengan tembakan rendah yang melewati Unai Simon.
Hanya empat menit kemudian, Inggris mencetak gol kedua.
Harry Kane mencetak gol melalui sundulan yang mengenai Marc Cucurella sebelum masuk ke gawang. Inggris pun menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.
Awal babak kedua menghadirkan peluang besar bagi Inggris untuk memperlebar jarak.
Rodri menjatuhkan Kane di dalam kotak penalti. Setelah tinjauan VAR, Inggris mendapat hadiah penalti.
Namun, Kane terpeleset saat melakukan eksekusi sehingga peluang untuk membuat skor menjadi 3-1 terbuang.
Kegagalan penalti tersebut kemudian menjadi semakin mahal bagi Inggris.
Pada menit ke-60, Alex Baena memanfaatkan kesalahan Nico O’Reilly yang kehilangan bola di dekat area gawang. Baena melepaskan tembakan rendah melengkung yang bersarang di sudut gawang.
Spanyol akhirnya menyelesaikan comeback pada menit ke-74.
Alex Baena memberikan umpan kepada Mikel Oyarzabal. Pemain pengganti tersebut kemudian menyelesaikan peluang dengan tenang untuk membawa Spanyol unggul 3-2.
Keunggulan itu bertahan hingga pertandingan berakhir.
Nama Oyarzabal kembali muncul sebagai penentu kemenangan Spanyol atas Inggris.
Ia sebelumnya mencetak gol kemenangan ketika Spanyol mengalahkan Inggris di final Kejuaraan Eropa 2024. Kali ini, ia kembali mencetak gol penting di Wembley.
Spanyol membawa modal kemenangan sekaligus rekor tak terkalahkan yang semakin panjang setelah pertandingan melawan Inggris.
Sementara itu, Inggris harus mengevaluasi kegagalan memanfaatkan peluang, terutama penalti dan kesalahan yang berujung pada gol-gol Spanyol.












