Seketika.com, Bola – Real Madrid berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Barcelona dalam duel El Clasico yang berlangsung sengit di Camp Nou, senin (26/10/2026) WIB. Kylian Mbappé menjadi sorotan setelah memborong dua gol, termasuk gol penentu kemenangan pada menit ke-87.
Hasil pertandingan Real Madrid vs Barcelona ini membuat persaingan perebutan gelar La Liga semakin ketat. Di sisi lain, Barcelona harus menerima kenyataan bahwa catatan sembilan kemenangan beruntun pada awal musim liga mereka tidak berlanjut.
Real Madrid keluar sebagai pemenang setelah menjalani pertandingan yang berlangsung terbuka dan penuh tekanan. Dua gol Mbappé menjadi pembeda dalam duel yang mempertemukan dua rival terbesar sepak bola Spanyol tersebut.
Madrid membuka keunggulan pada menit ke-41. Gol tersebut tercipta ketika upaya Gerard Martín menghalau umpan silang justru mengenai Mbappé dan membuat bola masuk ke gawang Barcelona.
Barcelona tidak tinggal diam. Raphinha berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-61 setelah menerima umpan dari Pedri dan melepaskan tembakan yang melewati sela-sela kaki Jude Bellingham.
Ketika pertandingan tampak berpeluang berakhir imbang, Madrid kembali menemukan celah. Pada menit ke-87, Eduardo Camavinga mengejar bola panjang, melewati kiper Joan García, lalu mengirimkan umpan yang diselesaikan Mbappé menjadi gol kemenangan.
Kemenangan ini memiliki arti penting bagi Real Madrid dalam perburuan gelar juara Liga Spanyol. Berdasarkan informasi dalam laporan pertandingan, Madrid memangkas jarak dengan Barcelona menjadi tiga poin.
Mbappé menilai kemenangan tersebut sebagai hasil kerja kolektif, bukan sekadar pencapaian individu. Ia menegaskan bahwa timnya masih membutuhkan banyak poin untuk memastikan peluang meraih gelar tetap terbuka.
Madrid juga membawa modal positif dari rangkaian lima kemenangan beruntun di semua kompetisi sejak jeda internasional, sebagaimana disebutkan dalam laporan sumber.
Sementara itu, Barcelona kehilangan kesempatan untuk memperlebar keunggulan menjadi sembilan poin. Kekalahan tersebut juga menggagalkan peluang mereka mencatatkan 10 kemenangan beruntun pada awal musim La Liga.
Sebelumnya, Barcelona telah menyamai catatan sembilan kemenangan beruntun yang pernah dibuat Real Madrid pada musim 1968–1969.
Jalannya pertandingan :
Menit ke-41: Mbappé Bawa Madrid Unggul, Real Madrid membuka skor melalui Kylian Mbappé. Gol tersebut berawal dari upaya Gerard Martín menghalau umpan silang, tetapi bola justru membentur penyerang Madrid itu sebelum masuk ke gawang.
Menjelang Babak Pertama Berakhir: Peluang Emas Lamine Yamal Terbuang, Barcelona memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan sebelum turun minum. Fermín López mengirimkan bola kepada Lamine Yamal yang berada dalam posisi menjanjikan di kotak penalti.
Namun, penyelesaian Yamal melenceng dari sasaran. Kegagalan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan karena Barcelona tidak mampu memanfaatkan peluang untuk segera membalas gol Madrid.
Menit ke-61: Raphinha Samakan Kedudukan, Barcelona akhirnya mencetak gol melalui Raphinha. Mendapat umpan dari Pedri, pemain Brasil tersebut melepaskan tembakan yang melewati sela-sela kaki Jude Bellingham dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol ini menghidupkan kembali peluang Barcelona untuk membawa pulang hasil positif dari El Clasico.
Menit ke-87: Mbappé Pastikan Kemenangan Madrid, Madrid memastikan kemenangan menjelang akhir pertandingan. Eduardo Camavinga memanfaatkan bola panjang, melewati Joan García, lalu memberikan umpan kepada Mbappé yang menyelesaikannya menjadi gol kedua.
Gol tersebut sekaligus menjadi gol ke-100 Mbappé bersama Real Madrid dalam 116 penampilan, menurut laporan sumber.
Meski mencetak dua gol, Mbappé menempatkan keberhasilan kolektif di atas pencapaian pribadinya. Ia menilai kemenangan atas Barcelona dapat meningkatkan kepercayaan diri tim, tetapi tidak boleh membuat Madrid merasa bahwa persaingan telah selesai.
Penyerang asal Prancis itu juga menekankan bahwa kualitas individu para pemain Madrid harus didukung kerja sama yang konsisten. Menurutnya, target besar musim ini hanya bisa dicapai jika seluruh anggota tim bergerak dalam arah yang sama.
Pernyataan tersebut memperlihatkan fokus Madrid untuk menjaga momentum setelah meraih kemenangan penting atas rival langsung dalam perebutan gelar.
Bagi Barcelona, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Tim asal Catalunya tersebut gagal mempertahankan rekor kemenangan awal musim dan harus mengevaluasi sejumlah momen krusial, termasuk peluang Lamine Yamal yang tidak berbuah gol.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menilai detail kecil dalam pertandingan besar dapat menentukan hasil akhir. Ia juga menegaskan pentingnya respons tim setelah kekalahan pertama mereka di La Liga dalam rangkaian pertandingan tersebut.
Barcelona masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki hasil pada laga berikutnya. Namun, konsistensi akan menjadi faktor penting jika mereka ingin mempertahankan posisi dalam persaingan gelar.
Kemenangan El Clasico memberikan suntikan kepercayaan diri bagi Real Madrid, terutama setelah mereka berhasil mengalahkan pesaing langsungnya. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa tersebut sepanjang kompetisi.
Barcelona juga perlu segera merespons kekalahan ini. Mengurangi kesalahan dalam penyelesaian akhir dan menjaga konsentrasi pada momen penting akan menjadi bagian dari upaya mereka kembali ke jalur kemenangan.
Hasil satu pertandingan memang belum menentukan juara La Liga. Namun, kemenangan Madrid menegaskan bahwa persaingan di papan atas masih terbuka dan setiap poin dapat membawa pengaruh besar terhadap perebutan gelar.












