Seketika.com, Bola – Manchester City meraih kemenangan telak 3-0 atas Liverpool di Anfield dalam pertandingan Liga Premier yang berlangsung di tengah sorotan terhadap kasus dugaan pelanggaran keuangan klub, Minggu (11/9/2026). Gol Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki pada babak kedua memastikan kemenangan tim tamu setelah Liverpool kehilangan Ryan Gravenberch akibat kartu merah.
Hasil ini menjadi dorongan penting bagi City di tengah tekanan di luar lapangan, sementara kontroversi keuangan yang membayangi klub masih menyisakan ketidakpastian mengenai kemungkinan sanksi.
Manchester City membawa pulang tiga poin dari Anfield setelah mengalahkan Liverpool dengan skor 3-0. Kemenangan tersebut terasa semakin berarti karena para pemain City menghadapi sambutan tidak bersahabat dari pendukung tuan rumah.
Sejak sebelum pertandingan dimulai, suporter Liverpool melontarkan ejekan kepada tim tamu. Situasi itu berkaitan dengan kontroversi kasus keuangan yang sedang membayangi Manchester City.
Namun, hasil di lapangan justru menjadi milik tim asuhan Enzo Maresca. Tiga gol pada babak kedua memastikan City meninggalkan markas Liverpool dengan kemenangan meyakinkan.
Pertandingan berlangsung ketat pada babak pertama. Kedua tim berusaha mencari celah, tetapi belum ada gol yang tercipta hingga turun minum.
Manchester City sempat memperoleh peluang melalui Erling Haaland. Striker asal Norwegia tersebut gagal memaksimalkan kesempatan satu lawan satu sebelum akhirnya mencetak gol pada babak kedua.
Perubahan besar terjadi ketika Ryan Gravenberch menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan sekitar menit ke-60. Liverpool pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Keunggulan jumlah pemain berhasil dimanfaatkan City untuk mengambil alih kendali pertandingan.
Manchester City memecah kebuntuan pada menit ke-65 melalui Erling Haaland. Ia menuntaskan umpan silang Jeremy Doku yang mengalami perubahan arah setelah terkena pemain lawan.
Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. City akhirnya mampu mengubah dominasi mereka menjadi keunggulan di papan skor.
Tiga menit setelah gol Haaland, Jeremy Doku menggandakan keunggulan City melalui tembakan melengkung ke sudut atas gawang Liverpool.
Rayan Cherki kemudian memastikan kemenangan 3-0 lewat gol ketiga setelah melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti. Gol itu semakin mempertegas kesulitan Liverpool setelah kehilangan satu pemain.
Sebagian pendukung tuan rumah bahkan mulai meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir.
Kemenangan di Anfield memberikan dorongan besar bagi Manchester City ketika klub tengah menghadapi tekanan akibat perkara keuangan.
Menurut laporan dalam sumber yang diberikan, City memimpin klasemen sementara dengan catatan kemenangan 100 persen dan unggul tiga poin atas Arsenal yang berada di posisi kedua. Posisi tersebut memperlihatkan bahwa performa tim di lapangan tetap kompetitif meski persoalan di luar pertandingan menjadi perhatian besar.
Pelatih Enzo Maresca menilai kemenangan tersebut penting bagi seluruh elemen klub, mulai dari pemain dan staf kepelatihan hingga para pendukung.
Ia juga menekankan perlunya tim belajar menghadapi tekanan eksternal. Menurutnya, salah satu cara terbaik untuk merespons situasi tersebut adalah dengan terus menghasilkan performa positif di lapangan.
Atmosfer pertandingan sudah terasa panas sebelum peluit awal dibunyikan. Para pemain City mendapat siulan dan ejekan dari pendukung Liverpool, termasuk nyanyian yang menyinggung kontroversi keuangan klub.
Sebagian pendukung tuan rumah menilai Manchester City seharusnya kehilangan gelar yang pernah mereka raih apabila pelanggaran keuangan terbukti dan sanksi dijatuhkan.
Meski demikian, para suporter City yang hadir di Anfield justru merayakan kemenangan tim mereka setelah pertandingan berakhir. Erling Haaland dan Maresca terlihat lega ketika menyambut dukungan dari para penggemar.
Di luar hasil pertandingan, persoalan keuangan Manchester City masih menjadi sorotan. Klub tersebut menghadapi tuduhan memberikan informasi keuangan yang menyesatkan selama periode 2009 hingga 2018.
Periode tersebut mencakup masa ketika City meraih sejumlah gelar Liga Premier dan merekrut pemain-pemain besar seperti Yaya Toure, Sergio Aguero, serta Kevin De Bruyne.
Dalam perkara yang dijelaskan oleh sumber, sebuah panel independen menemukan adanya penggelembungan pendapatan secara artifisial dengan nilai lebih dari US$1 miliar. Temuan tersebut berkaitan dengan persoalan pelaporan keuangan klub.
Manchester City telah mengajukan banding. Karena itu, konsekuensi akhir dari perkara tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi dalam laporan ini.
Sanksi yang disebut dalam sumber meliputi beberapa kemungkinan, antara lain:
- Denda finansial: klub dapat menghadapi penalti dalam jumlah besar.
- Pengurangan poin: hukuman olahraga berpotensi memengaruhi posisi klub di kompetisi.
- Pengusiran dari liga: salah satu kemungkinan paling berat yang disebut dalam laporan adalah dikeluarkan dari kompetisi utama Inggris.
Perlu dibedakan antara tuduhan, temuan panel, dan hukuman akhir. Daftar kemungkinan sanksi tersebut tidak berarti semua hukuman akan dijatuhkan, terlebih proses banding masih menjadi bagian penting dari perkara.
Kemenangan atas Liverpool memberikan momentum positif bagi City untuk melanjutkan persaingan di Liga Premier. Namun, performa di lapangan dan perkembangan perkara keuangan merupakan dua hal berbeda yang perlu dipantau secara terpisah.
Di satu sisi, City telah membuktikan mampu meraih hasil besar dalam pertandingan bertekanan tinggi. Di sisi lain, keputusan akhir terkait perkara keuangan berpotensi membawa konsekuensi yang jauh lebih luas bagi klub.
Bagi para pendukung, pertanyaan terbesarnya kini bukan hanya apakah City mampu mempertahankan performa terbaiknya, tetapi juga bagaimana klub menghadapi ketidakpastian hukum dan olahraga yang masih membayangi.












