InternasionalPeristiwaTeknologi

Ukraina Serang Pusat Data Yandex Dua Hari Berturut-turut, Ini Dampaknya Bagi Google Rusia

23
×

Ukraina Serang Pusat Data Yandex Dua Hari Berturut-turut, Ini Dampaknya Bagi Google Rusia

Share this article
Ukraina Serang Pusat Data Yandex Dua Hari Berturut-turut, Ini Dampaknya Bagi Google Rusia, foto:(REUTERS)

Seketika.com, Teknologi – Ukraina melancarkan serangan drone terhadap pusat data Yandex di Rusia selama dua hari berturut-turut, menyebabkan sebagian fasilitas mengalami gangguan operasional. Serangan tersebut menambah tekanan terhadap infrastruktur digital Rusia, termasuk layanan komputasi awan dan fasilitas yang mendukung pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Dampaknya mulai dirasakan oleh sejumlah pengguna layanan digital, sementara saham Yandex dilaporkan turun lebih dari 4% di bursa Moskow.

Ukraina memperluas serangan terhadap infrastruktur Rusia dengan menyasar pusat data milik Yandex, perusahaan teknologi besar yang mengoperasikan beragam layanan digital dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.

    Dalam dua hari berturut-turut, dua fasilitas Yandex dilaporkan terdampak serangan drone. Serangan terbaru menyasar pusat data di wilayah Kaluga, barat daya Moskow, setelah fasilitas lain di Sasovo mengalami gangguan sehari sebelumnya.

    Yandex mengonfirmasi bahwa fasilitas di Kaluga terkena serangan dan sebagian operasinya tidak dapat berjalan normal. Sementara itu, produsen senjata Ukraina, Firepoint, mengklaim drone serang satu arah FP-1 digunakan dalam operasi tersebut.

    Firepoint juga menyatakan sejumlah modul di fasilitas yang disebutnya sebagai pusat data terbesar Yandex telah dinonaktifkan. Namun, tingkat kerusakan keseluruhan dan besarnya dampak terhadap sistem perusahaan belum sepenuhnya diketahui.

    Yandex menyediakan berbagai layanan yang digunakan masyarakat Rusia, mulai dari navigasi, hiburan, hingga pemesanan makanan. Perusahaan ini juga mengoperasikan Yandex Cloud, layanan komputasi awan yang digunakan berbagai bisnis untuk menjalankan aplikasi dan menyimpan data.

    Gangguan pada infrastruktur tersebut berpotensi memengaruhi perusahaan yang bergantung pada layanan cloud Yandex. Salah satu contoh yang disampaikan kepada Reuters adalah Pulse, aplikasi kencan dengan sekitar 8.000 pengguna.

    Alexander Savitsky, pengelola Pulse, mengatakan aplikasinya tidak dapat diakses sejak Kamis. Perusahaannya juga mengalami kesulitan memulihkan basis data cadangan yang tersimpan di Yandex Cloud.

    Savitsky mengungkapkan bahwa pihaknya belum memperoleh konfirmasi mengenai kehilangan data. Meski demikian, ia mengkhawatirkan potensi hilangnya pengguna dan kepercayaan pelanggan apabila layanan tidak segera pulih.

    Dampak serangan terhadap fasilitas Yandex juga menimbulkan pertanyaan mengenai infrastruktur komputasi yang mendukung pengembangan AI perusahaan tersebut.

    Pusat data Sasovo sebelumnya dilaporkan menampung dua dari tiga superkomputer Yandex yang digunakan untuk mengembangkan model AI, termasuk YandexGPT. Sistem tersebut dibangun menggunakan chip Nvidia A100.

    Meski demikian, Yandex belum mengungkapkan apakah superkomputer di Sasovo mengalami kerusakan akibat serangan drone. Karena itu, belum dapat dipastikan sejauh mana insiden tersebut memengaruhi kegiatan pengembangan AI perusahaan.

    Gangguan operasional turut menjadi perhatian investor. Saham Yandex dilaporkan melemah lebih dari 4% di bursa Moskow setelah serangkaian serangan terhadap fasilitasnya.

    Maryana Lazaricheva dari T-Investments menilai risiko yang dihadapi perusahaan tidak terbatas pada gangguan sementara dan potensi kehilangan pendapatan. Basis pelanggan bisnis Yandex juga dapat terdampak apabila layanan tidak tersedia dalam waktu lama.

    Yandex menyatakan telah menjalin kesepakatan dengan penyedia cloud lain untuk membantu pelanggan memindahkan data dan layanan mereka. Perusahaan juga menyebut pemulihan operasional sebagai prioritas utama.

    Serangan pertama yang disebut dalam laporan terjadi di Sasovo, wilayah tenggara Moskow. Fasilitas tersebut mengalami gangguan dan menjadi perhatian karena berkaitan dengan infrastruktur komputasi AI Yandex.

    Dua dari tiga superkomputer perusahaan diketahui berada di pusat data ini berdasarkan informasi yang pernah disampaikan Yandex pada 2021. Namun, perusahaan belum memberikan kepastian mengenai kondisi perangkat tersebut setelah serangan.

    Sejumlah layanan daring di Rusia juga melaporkan masalah teknis pada hari yang sama. Di antaranya adalah portal properti Cian, situs buku Litmarket, situs Kereta Api Rusia, dan laman klub sepak bola Spartak Moscow.

    Meski demikian, laporan gangguan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh masalah layanan itu disebabkan langsung oleh kerusakan pusat data Yandex.

    Pada hari berikutnya, pusat data Yandex di Kaluga kembali menjadi sasaran. Perusahaan mengonfirmasi bahwa serangan drone menyebabkan sebagian fasilitas tidak beroperasi.

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas di Kaluga. Ia menggambarkannya sebagai tindakan balasan setelah Rusia menyerang pusat data dan infrastruktur telekomunikasi Ukraina.

    Pihak berwenang regional Rusia melaporkan sembilan orang terluka dalam serangan tersebut. Lima di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

    Serangan terhadap pusat data berlangsung di tengah meluasnya sasaran ekonomi dan infrastruktur dalam perang kedua negara.

    Dalam beberapa waktu terakhir, Rusia dan Ukraina dilaporkan menyerang berbagai fasilitas yang dinilai strategis, termasuk instalasi energi, kilang, pelabuhan, kapal pengangkut minyak dan biji-bijian, serta gudang perdagangan elektronik.

    Rusia juga dilaporkan menyerang pusat data dan jaringan telekomunikasi Ukraina. Menurut laporan yang dikutip Reuters, serangan terhadap infrastruktur digital Ukraina bahkan menyebabkan sejumlah pusat data menghentikan operasi dan sekitar 100.000 rumah tangga mengalami gangguan internet sementara dalam salah satu insiden.

    Sebagai respons, Ukraina disebut mulai memindahkan sebagian infrastruktur digitalnya ke lokasi bawah tanah untuk mengurangi kerentanan terhadap serangan.

    Pusat data merupakan fondasi bagi banyak layanan modern. Infrastruktur ini mendukung penyimpanan informasi, pengoperasian aplikasi, layanan komputasi awan, hingga pemrosesan yang dibutuhkan untuk melatih model AI.

    Ketika pusat data mengalami kerusakan, dampaknya dapat meluas ke perusahaan lain yang menggunakan fasilitas tersebut. Gangguan tidak hanya berpotensi memengaruhi pengguna individu, tetapi juga operasional bisnis, akses terhadap data, dan kepercayaan pelanggan.

    Dalam kasus Yandex, serangan terhadap dua fasilitas menunjukkan bagaimana infrastruktur digital dapat menjadi titik rentan dalam konflik modern. Namun, besarnya dampak jangka panjang tetap bergantung pada tingkat kerusakan, kemampuan pemulihan, dan ketersediaan fasilitas alternatif.

    Yandex menyatakan tengah berupaya memulihkan layanan yang terganggu dan membantu pelanggan memindahkan data maupun operasional ke penyedia cloud lain jika diperlukan.

    Kemampuan perusahaan mendistribusikan beban ke pusat data alternatif menjadi faktor penting untuk menjaga layanan tetap berjalan. Akan tetapi, serangan lanjutan dapat mempersulit proses pemulihan dan meningkatkan risiko terhadap pelanggan bisnis.

    Hingga informasi dalam laporan sumber tersebut, belum ada kepastian mengenai total kerusakan, kemungkinan kehilangan data, maupun dampak langsung terhadap superkomputer yang digunakan untuk pengembangan AI.