BolaPeristiwa

Alexia Putellas Ballon d’Or 2026, Musim Perpisahan yang Penuh Prestasi di Barcelona

36
×

Alexia Putellas Ballon d’Or 2026, Musim Perpisahan yang Penuh Prestasi di Barcelona

Share this article
Alexia Putellas Ballon d’Or 2026, Musim Perpisahan yang Penuh Prestasi di Barcelona, foto:(ballondor)

Seketika.com, Bola –  Alexia Putellas menutup musim 2025/2026 dengan catatan impresif bersama Barcelona Femení. Performa konsistennya membantu klub meraih empat gelar, termasuk Liga Champions Wanita UEFA, dalam sebuah musim yang juga diwarnai kabar perpisahan emosional.

Kontribusi Putellas tidak hanya terlihat dari gol dan assist. Kreativitas, kemampuan mengolah bola, serta kepemimpinannya menjadikan gelandang tersebut salah satu figur sentral dalam keberhasilan Barcelona sepanjang musim.

Musim 2025/2026 menjadi periode istimewa bagi Alexia Putellas. Pemain yang telah dua kali meraih Ballon d’Or itu memperlihatkan kualitasnya di berbagai kompetisi, baik melalui penyelesaian akhir maupun kemampuannya menciptakan peluang bagi rekan setim.

Bersama Barcelona Femení, Putellas menjadi bagian penting dari keberhasilan tim meraih empat trofi. Barcelona mendominasi kompetisi domestik dan kembali menjadi juara Liga Champions Wanita UEFA.

Di La Liga F, Putellas mencetak sembilan gol dari 16 penampilan sebagai starter. Barcelona juga menunjukkan konsistensi tinggi dengan hanya menelan satu kekalahan sepanjang musim liga.

Sementara itu, di Copa de la Reina, ia menyumbangkan tiga gol dalam empat pertandingan. Catatan tersebut memperlihatkan kontribusinya di berbagai kompetisi, bukan hanya di panggung Eropa.

Penampilan Putellas di kompetisi Eropa menjadi salah satu sorotan utama musim ini. Ia tampil produktif sekaligus kreatif saat Barcelona melaju hingga meraih gelar juara.

Dengan total 14 kontribusi gol, Putellas berperan besar dalam perjalanan Barcelona menuju gelar Liga Champions keempat klub tersebut dalam enam tahun, berdasarkan keterangan sumber.

Puncak perjalanan itu terjadi ketika Barcelona mengalahkan OL Lyonnes dengan skor 4-0 pada partai final. Kemenangan tersebut menjadi penegasan dominasi klub di kompetisi antarklub tertinggi Eropa.

Salah satu penampilan Putellas yang paling menonjol terjadi ketika Barcelona menghadapi Real Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions Wanita UEFA.

Barcelona menang 6-2 dalam pertandingan tersebut. Putellas tampil sebagai penggerak serangan dan terlibat langsung dalam berbagai peluang yang diciptakan timnya.

Dalam laga itu, ia mencatatkan empat umpan kunci, satu gol, dan satu assist. Ia juga melakukan 27 dribel, sementara dua dari 97 sentuhannya disebut tidak akurat dalam statistik yang dikutip sumber.

Catatan tersebut menggambarkan pengaruhnya terhadap permainan Barcelona. Putellas tidak hanya berkontribusi melalui angka di papan skor, tetapi juga membantu tim mengendalikan tempo dan membangun serangan.

Setelah membela Barcelona selama 14 musim, Putellas disebut telah mengoleksi 38 gelar bersama klub. Perjalanannya dimulai setelah bergabung dari Levante pada 2012 dan berkembang menjadi salah satu karier paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola wanita Barcelona.

Kabar kepergiannya diumumkan pada Mei, hanya tiga hari setelah ia membantu Barcelona meraih gelar Liga Champions. Pengumuman tersebut menjadi momen emosional bagi para pendukung yang telah menyaksikan perjalanan panjang sang gelandang.

Hampir sehari setelah kabar itu muncul, sebuah acara penghormatan digelar di Spotify Camp Nou. Putellas hadir bersama keluarga dan teman-temannya, dengan deretan trofi yang menggambarkan pencapaiannya selama berseragam Barcelona.

Dua trofi Ballon d’Or miliknya juga menjadi bagian dari momen tersebut. Suasana semakin emosional ketika sebuah video diputar untuk mengenang hubungan Putellas dengan klub dan kota Barcelona.

Dalam acara perpisahan itu, Putellas menggambarkan perasaannya dengan ungkapan yang menunjukkan betapa berat momen tersebut baginya.

Ia menyampaikan bahwa dirinya sempat merasakan kekosongan emosional, sebelum kemudian dipenuhi rasa cinta dari orang-orang di sekitarnya.

Pesan perpisahannya kepada para pendukung juga menyimpan kenangan sejak masa kecil. Putellas mengenang kunjungan pertamanya ke Camp Nou bersama sang ayah ketika berusia enam tahun.

Saat itu, ia belum membayangkan akan bermain di hadapan puluhan ribu pendukung Barcelona yang meneriakkan namanya. Pengalaman tersebut menjadi gambaran perjalanan panjang dari seorang anak yang mengagumi sepak bola hingga menjadi salah satu ikon klub.

Pesan yang dibagikannya di Instagram juga mendapat respons besar. Menurut artikel sumber, unggahan tersebut mengumpulkan sekitar 500 ribu tanda suka.

Putellas menutup pesannya dengan menggambarkan perjalanan bersama Barcelona sebagai sebuah kisah yang sempurna. Ungkapan tersebut mencerminkan ikatan emosional yang terbentuk selama bertahun-tahun.

Musim yang sarat prestasi ini memperkuat reputasi Putellas sebagai salah satu gelandang paling berpengaruh dalam sepak bola wanita. Statistik, gelar, dan kedekatannya dengan para pendukung menjadi bagian penting dari warisan kariernya di Barcelona.

Meski artikel sumber menyebut perpisahan dengan klub, informasi mengenai klub tujuan berikutnya atau rencana karier setelah meninggalkan Barcelona tidak dijelaskan. Karena itu, kabar mengenai masa depannya perlu menunggu pengumuman resmi atau sumber yang dapat diverifikasi.

Performa sepanjang musim 2025/2026 tetap menjadi babak penting dalam perjalanan Putellas. Ia meninggalkan kesan melalui prestasi di lapangan sekaligus hubungan emosional dengan klub dan pendukungnya.