Melihat timnya kurang efektif, Arteta melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Martin Odegaard menggantikan Eberechi Eze.
Perubahan itu berbuah hasil pada menit ke-61. Umpan silang Piero Hincapie gagal diantisipasi sempurna, dan Madueke menyundul bola melewati Caoimhin Kelleher yang salah posisi.
Namun Brentford merespons cepat. Berawal dari lemparan jauh Michael Kayode, bola disambut Sepp van den Berg sebelum Lewis-Potter menanduknya melewati Raya pada menit ke-71.
Di menit akhir, kedua tim punya peluang emas. Thiago digagalkan blok krusial Cristhian Mosquera, sementara Kelleher melakukan penyelamatan penting menggagalkan peluang Gabriel Martinelli di detik terakhir.
Selain Madueke, lini depan Arsenal tampil tumpul. Viktor Gyokeres, yang sebelumnya mencetak dua gol kontra Sunderland, tak mampu melepaskan satu pun tembakan. Leandro Trossard juga kesulitan menembus pertahanan disiplin Brentford.
Absennya William Saliba karena sakit turut memengaruhi kestabilan lini belakang, terutama dalam mengantisipasi bola-bola panjang dan lemparan jauh Brentford yang kembali menjadi sumber kekacauan.
Dengan jumlah pertandingan yang sama dengan Manchester City, Arsenal kini hanya unggul empat poin. Situasi ini membuat laga tandang ke Etihad Stadium pada April berpotensi menjadi penentu gelar.












