Keputusan ini memicu protes keras dari kubu Madrid. Bahkan, Güler yang tampil gemilang juga diganjar kartu merah setelah pertandingan karena protes berlebihan.
Pelatih Madrid, Álvaro Arbeloa, menyebut keputusan tersebut tidak masuk akal dan sangat merugikan timnya.
Pertandingan berlangsung terbuka sejak awal. Bayern tampil dominan dalam penguasaan bola, sementara Madrid mengandalkan serangan balik cepat.
Beberapa momen penting lainnya Vinícius Júnior sempat membentur mistar gawang.
Joshua Kimmich tampil solid sebagai pengatur permainan dan berkontribusi assist penting untuk Kane.
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, bahkan mendapat kartu kuning yang membuatnya absen di leg pertama semifinal.
Di semifinal, Bayern akan menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain.
Sementara itu, hasil ini memperpanjang musim buruk Madrid. Klub raksasa Spanyol tersebut terancam mengakhiri musim tanpa trofi setelah sebelumnya tersingkir dari kompetisi domestik dan tertinggal di La Liga.
Bayern kini berpeluang meraih treble dengan hampir mengunci gelar Bundesliga, lolos semifinal Liga Champions dan masih bersaing di Piala Jerman.
Ambisi mengulang sukses treble 2013 kembali terbuka lebar.












