Di sisi lain, Trump mengklaim tekanan militer diperlukan untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan dan menghentikan program nuklirnya.
“Armada besar sedang menuju Iran… siap, bersedia, dan mampu menjalankan misi dengan kecepatan dan kekerasan jika diperlukan,” tulis Trump di Truth Social.
Trump bahkan memperingatkan bahwa serangan lanjutan akan “jauh lebih buruk” jika Teheran menolak kesepakatan nuklir baru.
Situasi berkembang saat ini, AS memindahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan Teluk, Garda Revolusi Iran memperingatkan negara tetangga agar tidak memfasilitasi serangan AS dan Arab Saudi serta UEA menyatakan wilayah udaranya tidak boleh digunakan untuk menyerang Iran
Menurut profesor hubungan internasional Universitas Qatar, Adnan Hayajneh, pengerahan kapal induk AS merupakan unjuk kekuatan klasik Washington.
“Pesannya jelas: jika Iran tidak mengikuti kemauan AS, rudal bisa diluncurkan,” ujarnya.
Namun, ia menilai tekanan tersebut lebih ditujukan untuk memaksa Iran kembali bernegosiasi, meski risiko konflik terbuka tetap tinggi.












