Rombongan ini diketahui memiliki basis pendukung besar di dunia maya, dengan lebih dari 400 ribu pengikut di Facebook.
Akun resmi mereka rutin membagikan laporan perjalanan, refleksi spiritual, puisi, hingga pesan inspiratif tentang perdamaian.
“Kami tidak berjalan sendirian. Kami berjalan bersama setiap hati yang terbuka untuk perdamaian, setiap jiwa yang memilih kebaikan,” tulis kelompok tersebut dalam unggahan terbaru mereka.
Namun, perjalanan damai ini bukan tanpa risiko. Bulan lalu di dekat Dayton, Texas, kendaraan pengawal rombongan yang menyalakan lampu peringatan ditabrak sebuah truk dari belakang.
Kepala Polisi Sementara Dayton, Shane Burleigh, menjelaskan bahwa pengemudi truk tidak menyadari lambatnya laju kendaraan pengawal dan gagal menghindar tepat waktu.
“Truk tersebut menabrak bagian belakang kiri kendaraan pengawal dan mendorongnya ke arah dua biksu,” ujar Burleigh.
Akibat insiden itu, satu biksu mengalami cedera kaki serius dan harus dievakuasi menggunakan helikopter ke rumah sakit di Houston.
Biksu lainnya mengalami luka lebih ringan dan dibawa dengan ambulans ke rumah sakit terdekat.







