Situasi ini membuat dua laga terakhir musim menjadi sangat menentukan bagi tim asuhan Roberto De Zerbi.
Tottenham masih harus menghadapi Chelsea dan Everton, sementara West Ham dijadwalkan bertemu Newcastle sebelum melawan Leeds pada pekan terakhir.
Persaingan bertahan di Premier League dipastikan berlangsung sengit hingga akhir musim.
Tottenham datang ke laga ini dengan modal dua kemenangan beruntun. Kepercayaan diri skuad sempat meningkat setelah performa mereka membaik dalam beberapa pekan terakhir.
Pada babak pertama, Spurs lebih banyak menguasai permainan. Namun rapatnya lini belakang Leeds membuat peluang tuan rumah sulit dikonversi menjadi gol.
Kebuntuan akhirnya pecah lima menit setelah turun minum. Pedro Porro mengirim bola dari situasi sepak pojok yang kemudian disambar Mathys Tels dengan tendangan keras ke sudut gawang.
Gol tersebut menjadi gol pertama Tels sejak Januari.
Namun sang pencetak gol berubah menjadi penyebab petaka bagi Tottenham. Pada menit-menit akhir pertandingan, pelanggaran yang dilakukannya berbuah penalti untuk Leeds.
Wasit sempat meninjau insiden tersebut sebelum akhirnya menunjuk titik putih. Calvert-Lewin tidak menyia-nyiakan kesempatan dan membuat skor kembali imbang.
Meski terdapat tambahan waktu panjang di akhir laga, kedua tim gagal mencetak gol kemenangan.
Tottenham kini wajib meraih hasil maksimal dalam dua laga terakhir jika ingin memastikan tetap bertahan di Liga Inggris musim depan.
Pelatih Roberto De Zerbi mengakui tekanan besar memengaruhi permainan timnya. Ia menilai para pemain terlalu terburu-buru saat mencoba mengamankan kemenangan.
Sementara itu, Leeds masih berpeluang memengaruhi persaingan degradasi ketika menghadapi West Ham pada pertandingan berikutnya.












