Kejutan muncul setelah keputusan ini diumumkan, dengan berbagai pemimpin Eropa mengecam langkah Trump.
Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, menyatakan bahwa kebijakan ini adalah sebuah “kejutan” setelah adanya pertemuan konstruktif dengan pejabat AS di Washington minggu ini.
Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, memperingatkan bahwa tarif ini berpotensi merusak hubungan transatlantik dan berisiko menciptakan spiral penurunan hubungan yang berbahaya.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menanggapi dengan tegas bahwa “tidak ada intimidasi atau ancaman yang akan memengaruhi kita, baik di Ukraina, Greenland, atau di mana pun di dunia.” Macron bahkan membandingkan ancaman tarif ini dengan agresi militer yang dilakukan Rusia di Ukraina.
Ancaman tarif ini bisa menandai keretakan dalam hubungan AS-Eropa yang sudah berlangsung lama.
Sejak Perang Dunia II, NATO telah memberikan tingkat keamanan kolektif bagi negara-negara Eropa dan Amerika Utara, namun kebijakan Trump yang mengandalkan sanksi ekonomi berisiko merusak aliansi ini.
Sejumlah diplomat dan anggota Kongres AS juga menyoroti potensi kerusakan yang bisa ditimbulkan bagi kredibilitas Amerika sebagai sekutu yang dapat diandalkan.












