Selain stabilisasi, Vivo juga memperkenalkan teknologi autofokus baru bernama Blueprint AF Engine. Sistem ini memiliki refresh rate tinggi yang memungkinkan pengambilan gambar objek bergerak menggunakan kamera telefoto hingga 60 frame per detik (fps).
Angka tersebut dua kali lebih tinggi dibandingkan kemampuan rata-rata smartphone di industri yang biasanya hanya mencapai 30fps untuk pelacakan fokus objek bergerak.
Teknologi ini diklaim akan sangat berguna untuk memotret berbagai skenario dinamis seperti olahraga, satwa liar, hingga anak-anak yang aktif bergerak.
Tidak hanya telefoto, sistem kamera utama Vivo X300 Ultra juga diperkirakan menggunakan sensor 200MP. Kamera utama tersebut akan memakai sensor Sony LYT‑901.
Jika rumor ini benar, maka X300 Ultra akan menjadi salah satu smartphone pertama yang memiliki dua kamera 200MP sekaligus dalam satu perangkat.
Secara teoritis, konfigurasi tersebut membuatnya unggul dalam kemampuan zoom optik, detail gambar, serta fleksibilitas fotografi dibandingkan flagship lain di kelasnya.
Menurut informasi yang beredar, Vivo diperkirakan akan meluncurkan X300 Ultra di pasar Tiongkok pada akhir Maret 2026.
Sementara itu, peluncuran global diproyeksikan berlangsung pada kuartal kedua 2026. Jika terealisasi, ini akan menjadi pertama kalinya seri Ultra dari Vivo dipasarkan secara internasional.
Dengan spesifikasi kamera yang terdengar mendekati kamera profesional, kehadiran Vivo X300 Ultra berpotensi mengubah peta persaingan smartphone flagship pada 2026.












