BisnisPemerintahanPeristiwa

12 Investor India Siap Tancap Gas di Jateng! Dua Pabrik Segera Dibangun, Serap 800 Tenaga Kerja

28
×

12 Investor India Siap Tancap Gas di Jateng! Dua Pabrik Segera Dibangun, Serap 800 Tenaga Kerja

Share this article
12 Investor India Siap Tancap Gas di Jateng! Dua Pabrik Segera Dibangun, Serap 800 Tenaga Kerja, foto:(jatengprov)

“Jadi, India dan Indonesia adalah negara yang sangat mirip dan kami memiliki kesempatan untuk belajar satu sama lain. Saya sangat senang bahwa kami disambut dengan hangat di Jawa Tengah dan di Indonesia. Kami berharap dapat meningkatkan hubungan kami dengan Indonesia secara umum, dan dengan Jawa Tengah secara khusus,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ahmad Luthfi terlihat hangat menyambut para tamu dari India. Bahkan tampak beberapa kali, Luthfi mengajak berbincang satu-dua pengusaha India. Sebab mereka memiliki ketertarikan berinvestasi di Jateng.

“Kami berterima kasih kepada Yang Mulia Bapak Shri Sandeep Chakravorty yang telah bersama 12 pengusaha datang ke Jawa Tengah, di antaranya adalah perwakilan India yang ada di Surabaya dan Jawa Tengah,” tutur Luthfi.

Dari hasil kunjungan, kata gubernur, India sangat tertarik untuk berinvestasi di Jawa Tengah karena tipologi negara India dan Indonesia hampir sama, misalnya tentang jumlah penduduk yang besar, dan sebagainya.

“Jawa Tengah menjadi tujuan investasi bagi para pengusaha India. Dan ini terbukti, negara India ini adalah negara ke-17, negara yang investasi di Jawa Tengah hampir mendekati Rp672 miliar untuk triwulan III ini,” terangnya.

Bahkan, imbuh Luthfi, ada beberapa perusahaan India yang akan melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) dalam waktu dekat, yang investasinya mendekati setengah triliun atau 500 dolar AS di wilayah kita, di kawasan Kendal dan kawasan KITB (Kawasan Industri Terpadu Batang),” bebernya.

Menurut Luthfi, ke depan pihaknya menawarkan peluang investasi, di antaranya sektor ekonomi hijau, terkait profesionalisme tenaga medis maupun rumah sakit, serta industri-industri padat karya, terutama garmen yang mendominasi di wilayah Jateng.