BisnisPeristiwa

8 Bandara Ditutup akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Daftar Lengkapnya

41
×

8 Bandara Ditutup akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Daftar Lengkapnya

Share this article
8 Bandara Ditutup akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Ini Daftar Lengkapnya, foto:(web-aviation.bmkg)

Seketika.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan menutup sementara delapan bandara setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada kondisi udara penerbangan. Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, hingga sejumlah bandara di Lampung masuk dalam daftar terdampak pada Senin, 7 September 2026.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperpanjang penutupan sementara delapan bandara yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.

Keputusan tersebut dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pengoperasian kembali bandara akan dilakukan setelah kondisi keselamatan penerbangan dapat dipastikan.

Dalam informasi yang dikutip dari BMKG dalam bahan sumber, terdapat delapan bandara yang berstatus ditutup sementara. Beberapa di antaranya merupakan bandara yang melayani kawasan Jakarta, Bandung, dan Lampung.

Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu bandara utama yang masuk daftar penutupan. Selain itu, Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Husein Sastranegara juga terdampak.

Penutupan bandara akibat abu vulkanik dapat berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan, termasuk jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat.

Abu vulkanik menjadi perhatian serius dalam operasional penerbangan sehingga keputusan pembukaan kembali bandara harus mempertimbangkan aspek keselamatan.

Karena itu, penumpang yang memiliki penerbangan dari atau menuju bandara terdampak perlu memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan pengelola bandara sebelum berangkat.

Berikut delapan bandara yang tercantum dalam data BMKG pada bahan sumber:

1. Bandara Wunopito, Lewoleba (WATW) — berstatus ditutup mulai 7 September 2026 pukul 08.02 WIB hingga 8 September 2026 pukul 06.00 WIB.
2. Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung (WICC) — ditutup mulai 7 September 2026 pukul 08.32 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
3. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta (WIHH) — ditutup mulai pukul 08.16 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
4. Bandara Pondok Cabe (WIHP) — ditutup mulai pukul 08.37 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
5. Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta (WIII) — ditutup mulai pukul 08.28 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
6. Bandara Radin Inten II, Lampung (WILL) — ditutup mulai pukul 08.20 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
7. Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP) — ditutup mulai pukul 08.35 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
8. Bandara Budiarto, Curug (WIRR) — ditutup mulai pukul 08.30 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Penutupan dilakukan karena adanya dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap lingkungan penerbangan.

    Kemenhub menekankan bahwa keputusan pengoperasian kembali bandara akan bergantung pada kepastian kondisi keselamatan. Artinya, jadwal pembukaan dapat mengikuti hasil pemantauan kondisi terbaru.

    Data dalam bahan sumber menunjukkan sebagian besar bandara ditutup hingga pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026. Sementara Bandara Wunopito tercatat memiliki periode penutupan hingga 8 September 2026 pukul 06.00 WIB.

    Terdapat pula keterangan Menteri Perhubungan mengenai perpanjangan penutupan hingga pukul 09.00 WIB. Karena terdapat perbedaan waktu pada keterangan tersebut dengan rincian data bandara, pembaca sebaiknya merujuk pada pembaruan status operasional terbaru dari pihak bandara, Kemenhub, BMKG, atau maskapai.

    Operasional delapan bandara akan ditentukan berdasarkan kondisi keselamatan penerbangan setelah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

    Penumpang yang terdampak sebaiknya mengecek status penerbangan secara berkala dan mengikuti arahan maskapai. Perubahan jadwal penerbangan dapat terjadi apabila kondisi bandara belum dinyatakan aman untuk kembali beroperasi.