PemerintahanPeristiwaReligi

Isra Mikraj 1447 H, Menag Serukan “Pertobatan Ekologis”: Salat Harus Berujung Peduli Lingkungan

19
×

Isra Mikraj 1447 H, Menag Serukan “Pertobatan Ekologis”: Salat Harus Berujung Peduli Lingkungan

Share this article
Isra Mikraj 1447 H, Menag Serukan Pertobatan Ekologis Salat Harus Berujung Peduli Lingkungan, foto:(kemenag)

Seketika.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyerukan agar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dijadikan sebagai momentum “pertobatan ekologis” bagi umat Islam. Menurutnya, kesalehan ritual seperti salat tidak boleh terpisah dari kesalehan sosial dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Seruan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan dalam Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis malam (15/1/2026).

Acara ini mengusung tema “Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj”, yang dinilai relevan dengan kondisi Indonesia yang tengah menghadapi berbagai bencana alam.

“Menjadi khalifah di bumi berarti menjaga amanah, bukan menguasai alam secara serakah. Karena itu, Isra Mikraj layak menjadi momentum pertobatan ekologis berhenti merusak, mulai merawat, dan menghadirkan rahmat bagi seluruh alam,” tegas Menag.

Menag menjelaskan, peristiwa Isra Mikraj mengajarkan bahwa perjalanan spiritual tidak berhenti di langit, melainkan harus memberi dampak nyata di bumi.

Nabi Muhammad SAW, kata dia, justru kembali ke bumi untuk menebarkan rahmat, meskipun telah mencapai puncak spiritual di Sidratul Muntaha.

“Spirit langit yang kita rayakan seharusnya menjelma menjadi aksi bumi. Salat yang khusyuk seharusnya melahirkan perilaku hemat air, cinta kebersihan, dan keengganan merusak lingkungan. Di situlah ekologi menemukan maknanya,” ujarnya.