Seketika.com, Bola – Real Madrid harus menelan kekalahan mengejutkan saat bertandang ke markas Osasuna dalam duel pekan ke-25 La Liga musim 2025/2026.
Bermain di Estadio El Sadar, Pamplona, Minggu (22/2/2026) WIB pukul 00.30, Los Blancos takluk dengan skor 1-2 setelah kebobolan gol dramatis di menit akhir.
Tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-38 melalui eksekusi penalti Ante Budimir. Hadiah penalti diberikan setelah pelanggaran di kotak terlarang yang membuat Madrid berada di bawah tekanan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Madrid meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya datang pada menit ke-73 lewat aksi individu brilian Vinicius Junior. Winger asal Brasil itu mencetak gol kelimanya dalam empat laga terakhir, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Namun saat laga tampak akan berakhir imbang, Raul Garcia menjadi mimpi buruk bagi tim tamu. Pada menit ke-90, ia memutar badan di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan dari sudut sempit yang tak mampu dibendung kiper Thibaut Courtois. Skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir.
Kekalahan ini memang tidak langsung menggusur Madrid dari puncak klasemen sementara. Mereka tetap memimpin dengan 60 poin dari 25 pertandingan.
Namun posisi mereka kini dalam ancaman serius. Rival terdekat, Barcelona, hanya terpaut dua poin dan masih memiliki satu laga di tangan. Jika mampu mengalahkan Levante, Barcelona berpeluang merebut takhta klasemen.
Sementara itu, Osasuna naik ke peringkat ke-9 dengan koleksi 33 poin, menjaga asa finis di zona kompetisi Eropa.
Gol Vinicius menjadi bukti bahwa performanya tetap stabil di tengah sorotan tajam. Pekan ini, ia menjadi pusat perhatian setelah menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, melontarkan penghinaan rasial dalam laga play-off UEFA Champions League.
Meski berada dalam tekanan psikologis, Vinicius tetap menunjukkan ketajamannya. Sayangnya, kontribusinya kali ini tak cukup untuk menyelamatkan Madrid dari kekalahan yang berpotensi krusial dalam perburuan gelar.
Madrid tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi kurang efektif dalam penyelesaian akhir. Pertahanan mereka juga kembali rapuh di momen krusial masalah klasik yang kerap muncul musim ini saat menghadapi tekanan tandang.
Sebaliknya, Osasuna bermain disiplin, memaksimalkan peluang, dan menunjukkan mentalitas kuat hingga menit terakhir.
(apnews)












