Seketika.com, Jakarta – Ketegangan Timur Tengah melonjak tajam setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah pejabat senior.
Tak butuh waktu lama, Teheran mengumumkan serangan balasan yang menargetkan Israel serta fasilitas militer yang terkait dengan AS di berbagai negara Teluk yang menjadi tuan rumah pasukan Amerika.
Iran memiliki salah satu persenjataan rudal paling beragam di Timur Tengah. Jangkauannya terbagi menjadi:
Rudal jarak pendek (150–800 km):
Digunakan untuk target regional cepat. Contohnya varian Fateh seperti Zolfaghar, Qiam-1, dan Shahab-1/2. Keunggulannya adalah peluncuran beruntun yang memperpendek waktu peringatan lawan.
Iran pernah menggunakan pola ini pada Januari 2020 saat menyerang pangkalan Ain al-Assad di Irak setelah AS membunuh Qassem Soleimani.
Rudal jarak menengah (1.500–2.000 km)
Sistem seperti Shahab-3, Emad, Ghadr-1, Khorramshahr, Sejjil, Kheibar Shekan, dan Haj Qassem memperluas jangkauan hingga Israel dan pangkalan AS di Teluk.












