Seketika.com, Jakarta – Israel mengumumkan telah mendeportasi seluruh aktivis asing yang ditahan setelah armada bantuan menuju Gaza dicegat di laut. Langkah tersebut memicu kecaman internasional, terutama setelah muncul tuduhan kekerasan terhadap para aktivis selama berada dalam tahanan Israel.
Ratusan aktivis dari berbagai negara dipulangkan, termasuk puluhan warga Turki yang tiba di Istanbul dan disambut pendukung Palestina.
Israel menyatakan seluruh aktivis asing yang ditahan dalam operasi pencegatan armada menuju Gaza telah dideportasi. Operasi itu dilakukan setelah puluhan kapal yang membawa aktivis pro-Palestina mencoba menembus blokade laut Gaza.
Sebanyak 422 aktivis, termasuk 85 warga negara Turki, diterbangkan dari Israel selatan menggunakan pesawat sewaan pemerintah Turki. Sebagian lainnya dipulangkan langsung ke negara asal masing-masing.
Kedatangan kelompok pertama di Bandara Istanbul disambut massa pendukung Palestina yang membawa bendera dan meneriakkan dukungan terhadap Gaza.
Kasus ini memicu tekanan diplomatik terhadap Israel. Sejumlah negara Eropa mengecam perlakuan aparat Israel terhadap para aktivis, terutama setelah beredar video Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir.
Dalam video tersebut, para tahanan terlihat dalam posisi tangan terikat dan kepala menghadap lantai. Rekaman itu memicu kritik dari Italia, Spanyol, Inggris, hingga Kanada.












