Italia dan Spanyol bahkan meminta Uni Eropa mempertimbangkan sanksi terhadap Ben Gvir. Pemerintah Inggris juga memanggil diplomat senior Israel terkait video yang dianggap provokatif.
Peristiwa ini kembali menyoroti blokade panjang Gaza yang telah berlangsung sejak 2007 dan semakin diperketat setelah perang Israel-Hamas pecah pada Oktober 2023.
Armada Global Sumud yang terdiri dari sekitar 50 kapal berangkat dari Turki pekan lalu. Misi tersebut merupakan bagian dari upaya internasional untuk mengirim bantuan dan menentang blokade Gaza.
Namun pada Senin, pasukan Israel mencegat konvoi di laut dan menahan ratusan aktivis dari berbagai negara.
Beberapa aktivis mengaku mengalami kekerasan selama penahanan. Warga negara Turki, Bulal Kitay, menyebut dirinya dan aktivis lain dipukuli oleh aparat Israel.
Pengakuan serupa datang dari jurnalis Italia Alessandro Mantovani. Ia mengklaim para tahanan diborgol, dirantai di kaki, lalu dipukul dan ditendang sebelum dipulangkan melalui penerbangan menuju Athena.
Lembaga bantuan hukum Adalah menyebut beberapa aktivis mengalami luka serius, termasuk korban tembakan peluru karet dan dugaan patah tulang rusuk.
Israel membela tindakannya dengan menyatakan blokade laut Gaza merupakan kebijakan yang sah dan tidak akan dilanggar oleh armada mana pun.
Tekanan internasional terhadap Israel diperkirakan meningkat, terutama terkait isu hak asasi manusia dan perlakuan terhadap aktivis sipil internasional.
Uni Eropa kini menghadapi desakan untuk mengambil langkah diplomatik lebih keras, termasuk kemungkinan sanksi terhadap pejabat Israel tertentu.
Sementara itu, kelompok aktivis pro-Palestina menyatakan mereka tidak akan menghentikan upaya pengiriman bantuan ke Gaza.












