Seketika.com, Bola – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah aparat militer AS menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran pada Minggu (19/4/2026). Insiden ini terjadi di sekitar Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia, dan memicu ancaman balasan dari Teheran di tengah gencatan senjata yang akan segera berakhir.
Militer Amerika Serikat mencegat dan menyita kapal kargo Iran bernama Touska yang dituduh mencoba menembus blokade laut yang diberlakukan AS.
Kapal tersebut dihentikan secara paksa setelah mendapat peringatan berulang selama enam jam.
Aksi ini melibatkan Angkatan Laut AS atas perintah Presiden Donald Trump, sementara Iran merespons melalui komando militer gabungan dan pejabat tinggi, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian.
AS menuduh kapal tersebut melanggar sanksi dan mencoba menghindari blokade yang diberlakukan sejak pekan lalu. Sementara itu, Iran menyebut tindakan tersebut sebagai “pembajakan” dan pelanggaran gencatan senjata.
Menurut pernyataan Trump di media sosial, kapal perusak rudal berpemandu AS memberikan peringatan sebelum akhirnya melumpuhkan kapal dengan merusak ruang mesin. Marinir AS kemudian naik ke kapal dan menahan awak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ketegangan ini memicu lonjakan harga minyak global, memperburuk krisis energi yang sudah berlangsung. Sekitar 20% perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz, sehingga gangguan sekecil apa pun berdampak signifikan.
Iran juga memperingatkan bahwa mereka dapat memperketat akses pelayaran di selat tersebut, dengan ratusan kapal kini tertahan menunggu izin melintas.












