Seketika.com, Internasional – Ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat menyerang pasukan Iran di wilayah tersebut. Situasi makin panas ketika Uni Emirat Arab melaporkan serangan rudal dan drone yang diduga berasal dari Iran. Jalur vital energi dunia ini kini kembali menjadi pusat konflik berisiko tinggi.
Dilansir dari APnews, Amerika Serikat melancarkan operasi militer untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dalam operasi tersebut, pasukan AS menembaki dan menenggelamkan enam kapal kecil milik Iran yang dianggap mengancam kapal sipil.
Di saat yang sama, Uni Emirat Arab mengaku menjadi target serangan rudal dan drone, yang berhasil dicegat sebagian oleh sistem pertahanan udara mereka.
Selat Hormuz merupakan jalur penting distribusi minyak dunia. Gangguan di wilayah ini langsung memicu kenaikan harga energi global dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi.
Konflik ini juga berpotensi memicu perang skala besar jika eskalasi terus terjadi. Negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari Teluk Persia menjadi pihak paling terdampak.
AS mengawal kapal dagang melewati selat sebagai bagian dari misi membuka jalur aman. Dalam prosesnya, Iran disebut meluncurkan rudal, drone, dan kapal kecil ke arah kapal-kapal tersebut.
Serangan juga dilaporkan terjadi di wilayah Fujairah, UEA, yang menyebabkan kebakaran fasilitas minyak dan melukai pekerja. Selain itu, beberapa kapal kargo mengalami kebakaran di perairan sekitar.












