Seketika.com, Tangerang – Di tengah krisis akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020, sebuah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) justru lahir dan berkembang dengan misi sosial yang kuat. UMKM Manisss Food, yang dirintis dari garasi rumah, kini menjadi ruang berkarya sekaligus sumber penghidupan bagi puluhan penyandang tunarungu.
Ia adalah Agnes Widya, seorang guru yang memiliki kepedulian besar terhadap murid-murid tunarungu yang sebelumnya ia dampingi.
Agnes mendirikan usaha camilan rumahan berbasis inklusivitas. Usaha ini dirintis pada masa awal pandemi 2020.
Berbasis di Perumahan Pondok Surya, Karang Tengah, Ciledug, Kota Tangerang, lahir karena minimnya kesempatan kerja setara bagi penyandang disabilitas, khususnya tunarungu.
Dimulai dari skala kecil dengan lima pekerja, kini berkembang berkat respons positif pasar.
“Awalnya hanya sekitar lima orang yang kami dampingi. Kami mulai dari kecil, membuat camilan di garasi rumah. Sebelumnya saya memang guru mereka, dan sekarang saya coba ciptakan peluang kerja untuk mereka,” ujar Agnes.
Seiring meningkatnya permintaan, Manisss Food perlahan tumbuh dan membuka lebih banyak kesempatan kerja. Tak hanya menjadi usaha kuliner, Manisss Food kini dikenal sebagai simbol UMKM inklusif yang memberikan akses setara bagi penyandang disabilitas.
Di tempat ini, para pekerja tunarungu tidak hanya memperoleh penghasilan, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri.












