BolaPeristiwa

Belanda vs Jerman Berakhir 1-1, Klopp dan Xavi Akhirnya Saling Berpelukan

90
×

Belanda vs Jerman Berakhir 1-1, Klopp dan Xavi Akhirnya Saling Berpelukan

Share this article
Belanda vs Jerman Berakhir 1-1, Klopp dan Xavi Akhirnya Saling Berpelukan, foto:(ap)

Seketika.com, Bola – Belanda vs Jerman berakhir imbang 1-1 dalam laga Nations League yang sekaligus menjadi debut Jürgen Klopp dan Xavi Hernandez bersama tim nasional masing-masing. Jerman sempat unggul lewat Felix Nmecha, tetapi Cody Gakpo menyelamatkan Belanda melalui gol pada masa injury time.

Berlangsung di Amsterdam, Kamis (24/9/2026), Belanda vs Jerman menyajikan duel menarik karena kedua tim sama-sama memulai era baru bersama pelatih baru. Jürgen Klopp menangani Jerman, sementara Xavi Hernandez menjalani pertandingan pertamanya sebagai pelatih Belanda.

Jerman lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-32 melalui Felix Nmecha. Gol tersebut membuat tim tamu berada di posisi menguntungkan hingga pertandingan memasuki penghujung laga.

Namun, Belanda tidak berhenti menekan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil ketika Cody Gakpo mencetak gol penyama kedudukan pada masa tambahan waktu.

Hasil akhir 1-1 membuat Klopp dan Xavi sama-sama mengawali petualangan internasional mereka dengan satu poin.

Hasil imbang ini menjadi ujian awal bagi proyek baru Jerman dan Belanda setelah kedua negara melakukan perubahan di kursi pelatih.

Bagi Klopp, kemenangan yang sudah berada di depan mata harus sirna setelah Gakpo mencetak gol pada menit-menit terakhir. Meski demikian, Jerman menunjukkan sejumlah tanda positif melalui intensitas permainan dan keberanian melakukan tekanan.

Di kubu Belanda, Xavi mendapatkan respons positif terutama dari penampilan tim setelah turun minum. Pendekatan menyerang yang dijanjikannya terlihat dari agresivitas Oranje dalam menciptakan peluang.

Belanda juga tercatat lebih banyak melepaskan percobaan ke arah gawang dibandingkan Jerman. Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan yang perlu diperbaiki.

Jerman membuka skor pada menit ke-32. Felix Nmecha memanfaatkan situasi di area pertahanan Belanda untuk membawa tim Klopp memimpin 1-0.

Gol tersebut sempat memicu protes dari kubu Belanda karena proses serangan Jerman berlangsung ketika Brian Brobbey berada dalam kondisi cedera di lapangan.

Pertandingan tetap berjalan dan Jerman mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Belanda tampil lebih agresif. Xavi melihat peningkatan intensitas dan keberanian pemainnya sebagai salah satu hal positif dari pertandingan debut tersebut.

Oranje terus mencari ruang di pertahanan Jerman, sementara tim Klopp mencoba mempertahankan keunggulan dengan permainan pressing dan transisi cepat.

Kiper Jerman juga beberapa kali harus bekerja keras menghadapi tekanan tuan rumah.

Ketika pertandingan tampak akan menjadi kemenangan pertama Klopp bersama Jerman, Belanda mendapatkan momen penentu.

Ruben van Bommel memberikan umpan silang yang kemudian diselesaikan Cody Gakpo. Bola masuk pada masa tambahan waktu dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut sekaligus memastikan debut Xavi bersama Belanda tidak berakhir dengan kekalahan.

Pertandingan ini menjadi titik awal bagi dua pelatih dengan latar belakang berbeda.

Klopp datang dengan pengalaman panjang di level klub, termasuk periode sukses bersama Liverpool. Sementara Xavi membawa pengalaman sebagai pemain dan pelatih yang sangat dekat dengan filosofi sepak bola Spanyol dan Barcelona.

Menariknya, Klopp juga memiliki kedekatan dengan sejumlah pemain Belanda. Virgil van Dijk dan Cody Gakpo pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan Klopp di Liverpool.

Hasil 1-1 memberikan satu poin kepada masing-masing tim. Bagi Klopp dan Xavi, pertandingan ini menjadi bahan evaluasi pertama untuk membangun tim nasional sesuai pendekatan mereka.

Jerman perlu memperbaiki efektivitas sekaligus menjaga konsistensi setelah gagal mempertahankan keunggulan. Sementara Belanda perlu mengubah dominasi peluang menjadi gol yang lebih banyak.

Dengan demikian, hasil imbang ini bukan sekadar angka di papan skor, tetapi juga gambaran awal bagaimana dua pelatih baru mulai membentuk identitas tim masing-masing.