BolaPeristiwa

Lens vs Como 1-9: Rekor Baru Tercipta, Cesc Fabregas Bawa Timnya Cetak Sejarah di Liga Champions

59
×

Lens vs Como 1-9: Rekor Baru Tercipta, Cesc Fabregas Bawa Timnya Cetak Sejarah di Liga Champions

Share this article
Lens vs Como 1-9 Rekor Baru Tercipta, Cesc Fabregas Bawa Timnya Cetak Sejarah di Liga Champions, foto:(ap)

Seketika.com, Bola – Kemenangan spektakuler diraih Como saat menghadapi Lens di Liga Champions. Klub asuhan Cesc Fabregas itu tampil begitu dominan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 9-1.

Hasil tersebut menjadi catatan bersejarah. Como kini tercatat sebagai tim tandang pertama yang mampu mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan Liga Champions.

Tak hanya itu, kemenangan ini juga memperkuat posisi Como di papan atas klasemen fase liga. Mereka telah mengoleksi tiga kemenangan dari empat pertandingan pada musim debutnya di kompetisi tersebut.

Como memperlihatkan ketajaman luar biasa saat menghadapi Lens. Sembilan gol berhasil mereka sarangkan melalui kontribusi sejumlah pemain berbeda.

Tasos Douvikas menjadi bintang utama dengan mencetak hat-trick. Penyerang tersebut kembali membuktikan konsistensinya setelah selalu mencetak gol dalam empat pertandingan Como di Liga Champions.

Selain Douvikas, Nico Paz turut menyumbangkan gol. Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martina Baturina, dan Matteo Papaccioli juga masuk dalam daftar pencetak gol Como.

Pelatih Cesc Fabregas tidak menyembunyikan kegembiraannya atas hasil luar biasa tersebut.

“Hari ini semuanya berjalan sesuai keinginan kami,” ujar Fabregas. Ia juga menyebut kemenangan tersebut sebagai malam yang luar biasa bagi Como dan para pendukungnya.

Kemenangan 9-1 atas Lens membuat Como menorehkan catatan yang belum pernah dicapai tim tandang lainnya dalam sejarah Liga Champions.

Sebelumnya, salah satu kemenangan tandang dengan jumlah gol terbanyak tercatat ketika Bayern Munich mengalahkan Barcelona dengan skor 8-2 pada 2020. Pertandingan tersebut berlangsung di Lisbon sebagai tempat netral.

Dengan sembilan gol ke gawang Lens, Como berhasil melampaui catatan tersebut dalam hal jumlah gol yang dicetak tim tandang.

Menariknya, kemenangan Como juga menyamai margin kemenangan terbesar yang pernah tercatat dalam kompetisi tersebut.

Sebelumnya, Liverpool dan Real Madrid sama-sama pernah meraih kemenangan dengan selisih delapan gol. Liverpool mengalahkan Besiktas 8-0, sedangkan Real Madrid menundukkan Malmo dengan skor serupa.

Performa Tasos Douvikas menjadi salah satu sorotan terbesar dalam kemenangan Como.

Penyerang tersebut mencetak tiga gol ke gawang Lens dan kini telah membukukan gol dalam seluruh empat pertandingan Como di Liga Champions.

Koleksi enam gol membuat Douvikas memimpin daftar pencetak gol sementara kompetisi tersebut.

Konsistensi ini menjadi modal penting bagi Como yang sedang menjalani musim debut di Liga Champions. Ketajaman Douvikas juga memperlihatkan betapa berbahayanya lini serang tim asuhan Fabregas.

Di tengah pesta gol Como, Nico Paz menghadirkan momen yang berbeda dari perayaan kemenangan pada umumnya.

Setelah mencetak gol, Paz memilih mengangkat kaus bergambar Jesús de Miguel, seorang penyerang Tenerife yang meninggal dunia setelah mengalami benturan dengan penjaga gawang lawan di lapangan.

Gestur tersebut memiliki makna personal bagi Paz. Ia pernah menjadi bagian dari sistem pembinaan pemain muda Tenerife pada periode 2014 hingga 2016.

Aksi itu menjadi salah satu momen emosional dalam pertandingan yang didominasi oleh kemenangan besar Como.

Kemenangan besar Como juga memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk mencicipi panggung Liga Champions.

Matteo Papaccioli, pemain berusia 18 tahun, berhasil mencatatkan namanya sebagai salah satu pencetak gol dalam pertandingan tersebut.

Ia masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua. Menariknya, Papaccioli merupakan bagian dari tim junior Como dan bahkan belum pernah tampil di Serie A.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi pemain muda yang berhasil menunjukkan kontribusinya dalam kemenangan bersejarah klub.

Kemenangan 9-1 atas Lens menjadi pencapaian besar bagi Como pada musim debut mereka di Liga Champions.

Dengan tiga kemenangan dari empat pertandingan, Como berhasil menempati posisi keempat klasemen fase liga.

Hasil ini sekaligus menunjukkan bahwa Como bukan sekadar peserta yang datang untuk meramaikan kompetisi. Mereka mampu bersaing dan memberikan kejutan melalui performa menyerang yang sangat produktif.

Perjalanan Como berikutnya tentu akan menarik perhatian, terutama dengan Douvikas yang sedang berada dalam performa terbaiknya.