Seketika.com, Bola – Malam pertandingan Liga Champions menghadirkan sejumlah kejutan besar. Manchester United menjadi sorotan setelah membalikkan keadaan melawan AS Roma, sedangkan Paris Saint-Germain mencatatkan pencapaian bersejarah lewat kemenangan telak atas Villarreal.
Drama di Old Trafford menjadi salah satu cerita paling menarik. Ketika para pendukung tuan rumah sempat diliputi kekecewaan, Manchester United justru mampu menunjukkan kebangkitan luar biasa pada babak kedua.
Manchester United meraih kemenangan 3-2 atas AS Roma setelah sempat tertinggal dua gol pada awal pertandingan Liga Champions di Old Trafford.
Roma membuka keunggulan melalui Matias Soule pada menit ke-11. Tim tamu kemudian memperbesar keunggulan lewat penalti Donyell Malen pada menit ke-17.
Hasil tersebut menjadi catatan buruk bagi Manchester United. Mereka belum pernah kebobolan dua gol secepat itu dalam pertandingan kompetisi Eropa di kandang sendiri.
Namun, pertandingan berubah setelah turun minum.
Bruno Fernandes memberikan harapan bagi tuan rumah melalui eksekusi penalti yang harus diulang. Momentum tersebut kemudian dimanfaatkan Manchester United untuk meningkatkan tekanan terhadap pertahanan Roma.
Matheus Cunha menjadi sosok penting dalam kebangkitan tersebut. Ia mencetak dua gol pada menit ke-83 dan ke-86 sekaligus memastikan kemenangan 3-2 bagi Setan Merah.
Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Michael Carrick yang sedang menghadapi tekanan akibat performa tim.
Sebelum comeback terjadi, suasana Old Trafford sempat memanas akibat aksi protes para pendukung Manchester United.
Sejumlah suporter melemparkan bola tenis ke lapangan pada menit ke-21. Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap keluarga Glazer yang telah lama menjadi sasaran kritik penggemar klub.
Angka 21 dipilih sebagai simbol peringatan 21 tahun sejak keluarga Glazer mengambil alih Manchester United melalui transaksi pembelian dengan utang.
Protes tersebut memperlihatkan besarnya ketidakpuasan sebagian pendukung terhadap kepemilikan klub.
Namun, suasana stadion berubah drastis menjelang pertandingan berakhir. Gol-gol Cunha mengubah kekecewaan menjadi kegembiraan, sekaligus memberikan suntikan kepercayaan diri bagi para pemain.
Bruno Fernandes berharap kemenangan tersebut menjadi titik awal kebangkitan tim.
Ia mengungkapkan bahwa para pemain tetap merasakan dukungan suporter setelah turun minum dan percaya pertandingan masih bisa diubah.
Selain Manchester United, Paris Saint-Germain juga mencuri perhatian lewat kemenangan besar 6-0 atas Villarreal.
Klub asal Prancis tersebut langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Bahkan, PSG berhasil mencetak empat gol hanya dalam 17 menit pertama.
Joao Neves, Desire Doue, Senny Mayulu, dan Fabian Ruiz menjadi pencetak gol dalam rentetan gol cepat tersebut.
Menurut UEFA, pencapaian itu menjadi rekor waktu tercepat bagi sebuah tim untuk mencetak empat gol dalam pertandingan Liga Champions.
PSG tetap tampil dominan meskipun tidak diperkuat Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia akibat cedera.
Pada babak kedua, Fabian Ruiz kembali mencatatkan namanya di papan skor. David Boly, pemain berusia 17 tahun yang menjalani debut di kompetisi tersebut, turut menyumbangkan gol.
Hasil 6-0 memperkuat posisi PSG sebagai salah satu kandidat kuat dalam persaingan gelar Liga Champions.
Pertandingan lainnya juga menghadirkan hasil menarik dari sejumlah klub besar Eropa.
Barcelona berhasil mengalahkan Aston Villa dengan skor 3-0. Lamine Yamal membuka keunggulan pada menit ketujuh sebelum Raphinha mencetak dua gol setelah jeda.
Kemenangan tersebut membawa Barcelona naik ke posisi kedua klasemen, unggul selisih gol atas Aston Villa yang berada di posisi ketiga.
Sementara itu, Bayern Munich membawa pulang kemenangan 2-0 dari markas Atletico Madrid.
Lennart Karl membuka keunggulan Bayern pada menit ke-54 setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan lawan. Konrad Laimer kemudian menggandakan keunggulan melalui penyelesaian apik pada menit ke-74.
Harry Kane tidak mencetak gol dalam pertandingan tersebut, tetapi berkontribusi melalui assist untuk gol kedua Bayern.
Selain empat pertandingan besar tersebut, beberapa klub lain juga berhasil mendapatkan hasil positif.
Berikut rangkuman hasil pertandingan:
- Manchester United vs Roma 3-2
- PSG vs Villarreal 6-0
- Barcelona vs Aston Villa 3-0
- Atletico Madrid vs Bayern Munich 0-2
- Sporting Lisbon vs Shakhtar Donetsk 1-0
- Galatasaray vs Stuttgart 2-0
- Inter Milan vs Feyenoord 3-0
- LASK vs Slovan Bratislava 4-0
- Bodø/Glimt vs Lille 0-0
Sporting Lisbon juga berhasil menang meskipun baru saja mengumumkan perpisahan dengan pelatih Rui Borges. Tim yang dipimpin pelatih sementara Tiago Fernandes tersebut mengamankan kemenangan berkat gol Issa Doumbia.
Di pertandingan lainnya, Aleksey Batrakov mencetak dua gol untuk membawa Galatasaray menang 2-0 atas Stuttgart.
Kemenangan Manchester United atas Roma memiliki arti penting, bukan hanya dari sisi perolehan hasil pertandingan, tetapi juga kepercayaan diri pemain.
Bangkit setelah tertinggal dua gol menunjukkan bahwa tim masih memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi sulit. Hasil tersebut juga berpotensi mengurangi tekanan terhadap Michael Carrick.
Di sisi lain, PSG memperlihatkan kekuatan lini serang yang sangat berbahaya. Catatan empat gol dalam 17 menit menjadi bukti betapa agresifnya permainan tim asuhan Luis Enrique.
Persaingan Liga Champions pun semakin menarik karena klub-klub besar mulai menunjukkan kekuatan masing-masing.












