Mereka mencatat banyak clean sheet dan kebobolan sangat sedikit dibandingkan pesaing lainnya. Stabilitas lini belakang menjadi fondasi utama keberhasilan tim asuhan Mikel Arteta.
Kehadiran pemain seperti William Saliba, Gabriel Magalhaes, Ben White, dan David Raya membuat Arsenal sangat sulit ditembus lawan.
2. Bola Mati Jadi Senjata Mematikan
Salah satu kekuatan terbesar Arsenal musim ini datang dari situasi bola mati.
Melalui skema yang dirancang secara khusus, Arsenal berhasil mencetak banyak gol dari tendangan sudut maupun free kick.
Kehadiran pelatih spesialis bola mati Nicolas Jover membuat efektivitas Arsenal dalam situasi ini meningkat drastis dan menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan.
3. Ahli Mengontrol Laga Tanpa Bola
Arsenal dikenal sebagai tim yang mampu mengendalikan pertandingan meski tidak mendominasi penguasaan bola.
Tim asuhan Arteta sangat disiplin dalam menjaga bentuk permainan, menutup ruang lawan, dan memaksa lawan kesulitan mengembangkan serangan.
Pendekatan tersebut membuat Arsenal sering terlihat nyaman menghadapi tim-tim yang lebih dominan dalam penguasaan bola.
4. Bermain dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Keberhasilan meraih gelar domestik musim ini membuat Arsenal datang ke final dengan mental yang kuat.
Tekanan yang selama ini melekat akibat kegagalan pada musim-musim sebelumnya mulai berkurang. Kondisi itu membuat para pemain dapat tampil lebih lepas dan fokus menghadapi pertandingan terbesar mereka musim ini.
Final antara Arsenal dan PSG diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik musim ini.
Jika PSG mengandalkan kreativitas dan ketajaman lini depan, Arsenal akan mencoba memaksimalkan kekuatan pertahanan serta efektivitas bola mati untuk meraih hasil terbaik.












