InternasionalPeristiwa

AS Serang Iran Lagi, Teheran Balas Serang Pangkalan AS di Bahrain, Kuwait dan Qatar, Perang Terancam Meluas

47
×

AS Serang Iran Lagi, Teheran Balas Serang Pangkalan AS di Bahrain, Kuwait dan Qatar, Perang Terancam Meluas

Share this article
AS Serang Iran Lagi, Teheran Balas Serang Pangkalan AS di Bahrain, Kuwait dan Qatar, Perang Terancam Meluas, foto:(ap)

Seketika.com, Internasional – Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di Iran. Aksi tersebut langsung dibalas Teheran dengan serangan ke Bahrain, Kuwait, dan Qatar, memicu kekhawatiran bahwa upaya gencatan senjata di kawasan Teluk Persia kembali berada di ambang kegagalan.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan gelombang serangan udara baru terhadap sejumlah sasaran militer dan fasilitas pelabuhan di Iran.

Serangan tersebut dilakukan setelah Washington menuduh Iran menyerang kapal-kapal dagang di kawasan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.

Tak lama berselang, Iran membalas dengan meluncurkan serangan ke Bahrain, Kuwait, dan Qatar. Bahrain bahkan sempat mengaktifkan sirene peringatan, sementara militer Kuwait mengklaim berhasil mencegat sejumlah drone dan rudal yang masuk ke wilayahnya.

Eskalasi terbaru bukan hanya menyangkut hubungan Washington dan Teheran.

Konflik ini juga mengancam stabilitas kawasan Teluk Persia yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas dunia.

Selat Hormuz selama ini menjadi lintasan sekitar seperlima perdagangan minyak global. Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi pasokan energi internasional sekaligus mendorong kenaikan harga minyak.

Di sisi lain, meningkatnya aksi militer juga memperbesar risiko konflik regional yang melibatkan lebih banyak negara.

Ketegangan meningkat setelah tiga kapal tanker diserang di sekitar Selat Hormuz.

Pemerintah AS menyatakan Iran bertanggung jawab atas insiden tersebut sehingga memutuskan melakukan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran.

Serangan terbaru dilaporkan mengenai beberapa wilayah, termasuk kawasan pelabuhan di selatan Iran serta lokasi di sekitar Bushehr yang menjadi pusat fasilitas nuklir sipil negara tersebut. Ledakan juga dilaporkan terjadi di beberapa kota lainnya.

Media pemerintah Iran juga melaporkan adanya serangan terhadap infrastruktur transportasi, termasuk jembatan rel kereta di Provinsi Golestan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai aksi Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz menjadi tanda bahwa gencatan senjata sementara telah berakhir.

Ia menyebut serangan udara terbaru merupakan respons terhadap tindakan Iran dan memperingatkan bahwa pembalasan berikutnya bisa lebih besar apabila serangan terhadap kepentingan AS kembali terjadi.

Meski demikian, Trump masih membuka peluang kelanjutan negosiasi meskipun mengaku pesimistis pembicaraan tersebut akan menghasilkan kesepakatan.

Iran menegaskan tetap memiliki hak mengatur lalu lintas di Selat Hormuz sesuai interpretasi mereka terhadap kesepakatan sementara.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf juga menyampaikan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan mendapat balasan.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyebut pernyataan Trump sebagai bukti kegagalan kebijakan Amerika terhadap Iran.

Pasar energi langsung bereaksi terhadap perkembangan terbaru.

Harga minyak dunia bergerak naik setelah meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik akan mengganggu distribusi energi melalui Selat Hormuz.

Apabila eskalasi terus berlanjut, pasar memperkirakan volatilitas harga minyak dan biaya logistik global akan semakin tinggi.

Perundingan menuju kesepakatan damai permanen sebenarnya masih direncanakan berlangsung setelah rangkaian agenda kenegaraan di Iran selesai.

Namun, saling serang terbaru menimbulkan ketidakpastian baru mengenai masa depan negosiasi tersebut.

Banyak pihak kini menilai perkembangan beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah konflik dapat kembali diredakan atau justru berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.