“Tim penyelamat sedang dalam perjalanan,” ujar Sugarol menenangkan warga tersebut melalui siaran radio. Ia menambahkan bahwa proses evakuasi juga berlangsung di Desa Mahayahay dan Tubod, wilayah yang terendam cukup parah di Kota Iligan.
Secara keseluruhan, lebih dari 6.000 penduduk desa terpaksa mengungsi, termasuk sekitar 5.800 orang yang ditempatkan di pusat-pusat evakuasi di wilayah selatan dan tengah Filipina.
Kegiatan belajar mengajar di sejumlah daerah turut dihentikan sementara demi keselamatan warga.
Dampak badai juga melumpuhkan sektor transportasi laut.
Penjaga Pantai Filipina melaporkan hampir 5.000 penumpang dan pekerja kargo terdampar di 94 pelabuhan, setelah seluruh feri penumpang dan kapal kargo antar pulau dilarang berlayar akibat gelombang laut tinggi.
Menurut peramal cuaca pemerintah Robert Badrina, Badai Tropis Penha memiliki cakupan hujan dan angin selebar 660 kilometer.
Fenomena ini terbilang tidak biasa karena terjadi menjelang musim panas, periode ketika badai tropis biasanya jarang melanda Filipina.












