Bupati Banyuasin, H. Askolani, menyatakan bahwa usia 24 tahun adalah fase kematangan. Ia mengungkapkan bahwa per 7 Februari 2026, Banyuasin resmi dinobatkan oleh Presiden sebagai kabupaten peringkat pertama produsen padi terbesar di Indonesia.
“Ini hasil sinergi penuh antara Pemkab, Pemprov Sumsel, dan DPR RI. Saat ini, Banyuasin juga menjadi magnet investasi global. Investor asing mulai masuk untuk membangun pabrik bio avtur, pakan ternak, hingga revitalisasi air bersih,” jelas Askolani.
Turut hadir Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Herman Deru, Anggota DPR RI Hj. Kartika Sandra Desi, jajaran kepala daerah se-Sumsel, serta tokoh masyarakat setempat.












