BolaPeristiwa

Como vs Leipzig 4-1: Debut Bersejarah Cesc Fabregas Dihiasi Gol dan Air Mata Bahagia Suporter Senior

43
×

Como vs Leipzig 4-1: Debut Bersejarah Cesc Fabregas Dihiasi Gol dan Air Mata Bahagia Suporter Senior

Share this article
Como vs Leipzig 4-1 Debut Bersejarah Cesc Fabregas Dihiasi Gol dan Air Mata Bahagia Suporter Senior, foto:(ap)

Seketika.com, Bola – Como membuka perjalanan mereka di Liga Champions dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Leipzig pada Kamis (10/9/2026). MalComo mencatat awal sempurna dalam debut mereka di Liga Champions. Bermain di Stadion Giuseppe Sinigaglia,am bersejarah itu semakin emosional karena klub mengundang suporter senior untuk menyaksikan langsung debut di kompetisi elite Eropa.

Como mencatat awal sempurna dalam debut mereka di Liga Champions. Bermain di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como menaklukkan Leipzig dengan skor 4-1.

Martin Baturina menjadi pemain yang membuka pesta gol Como pada menit ke-15. Setelah itu, Anastasios Douvikas, Assane Diao, dan Máximo Perrone turut mencatatkan nama mereka di papan skor.

Kemenangan tersebut menjadi momen istimewa bagi klub yang baru pertama kali tampil di Liga Champions. Pelatih Cesc Fabregas pun menyebut pertandingan tersebut sebagai malam bersejarah bagi Como.

Debut Como tidak hanya dirayakan karena hasil pertandingan. Klub juga membuat keputusan khusus untuk melibatkan generasi suporter senior dalam momen bersejarah tersebut.

Presiden Mirwan Suwarso bersama sejumlah direktur Como menyerahkan kursi mereka kepada pendukung yang lahir pada 1950 atau sebelumnya. Langkah itu memungkinkan para penggemar senior menyaksikan langsung pertandingan yang tiketnya telah habis terjual.

Kapasitas Stadion Giuseppe Sinigaglia sendiri berada di kisaran 10.000 penonton karena venue tersebut sedang menjalani penyesuaian untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan Liga Champions.

Bagi Como, kemenangan ini juga menjadi buah dari perkembangan klub dalam beberapa musim terakhir. Fabregas berhasil membawa tim finis di peringkat keempat Serie A musim lalu, melewati Juventus dan AC Milan dalam perebutan tiket terakhir menuju Liga Champions.

Como langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak pertandingan dimulai. Pada menit ke-15, Martin Baturina mencetak gol pertama Como dalam sejarah penampilan mereka di Liga Champions.

Prosesnya berawal dari kombinasi Baturina dan Douvikas. Setelah menerima bola dari sisi kanan dan menyambut umpan silang yang berubah arah, Baturina tetap mampu mengontrol situasi sebelum melepaskan tembakan ke pojok kiri bawah.

Gol tersebut langsung disambut meriah oleh suporter tuan rumah.

Menjelang babak pertama berakhir, giliran Douvikas yang mencatatkan namanya di papan skor.

Baturina membalas kontribusi rekannya dengan mengirim umpan terobosan dari area tengah lapangan. Douvikas kemudian melewati pengawalan pemain Leipzig dan menyelesaikan. Como tidak mengendur setelah turun minum. Pada menit ke-54, serangan balik peluang dengan tenang.

Como memasuki jeda dengan keunggulan dua gol.

Como tidak mengendur setelah turun minum. Pada menit ke-54, serangan balik cepat menghasilkan gol ketiga.

Douvikas dan Nico Paz memainkan kombinasi umpan satu sentuhan sebelum bola diarahkan kepada Assane Diao di sisi kanan. Diao kemudian bergerak ke dalam dan melepaskan tembakan mendatar ke pojok kiri bawah.

Leipzig sempat memberikan respons melalui gol gelandang Andrija Maksimović. Namun, upaya tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.

Como akhirnya kembali menjauh melalui Máximo Perrone.

Nico Paz menjadi penghubung penting dalam terciptanya gol keempat tersebut. Umpan apiknya berhasil dimanfaatkan Perrone untuk memastikan Como mengakhiri debut Liga Champions dengan kemenangan 4-1.

Hasil Como vs Leipzig ini sekaligus memberikan awal yang sangat positif bagi perjalanan Como di kompetisi Eropa.

Fabregas mengingatkan para pemain dan seluruh klub agar tidak terbawa euforia. Menurutnya, keberhasilan tampil di Liga Champions merupakan hasil kerja keras musim sebelumnya, tetapi Como tetap harus menjaga identitas dan kerendahan hati.

Bagi Baturina, kemenangan ini menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Ia juga percaya keberhasilan tersebut dirasakan bersama oleh seluruh masyarakat Como.