Namun dalam beberapa pekan terakhir, produktivitas golnya meningkat drastis. Tujuh golnya musim ini sebagian besar tercipta saat Madrid mengalami krisis lini depan akibat cedera yang dialami Kylian Mbappé dan Jude Bellingham.
“Saya tidak terkejut karena saya tahu kemampuan Federico Valverde. Merupakan kehormatan memiliki dia sebagai rekan satu tim. Jika dia terus menembak, dia akan mencetak lebih banyak gol,” kata Brahim Díaz.
Dominasi Madrid berlanjut di babak kedua ketika Dean Huijsen memperbesar keunggulan menjadi 3-0. Elche sempat memperkecil ketertinggalan setelah pemain muda Madrid Manuel Ángel mencetak gol bunuh diri.
Namun momen paling mencuri perhatian terjadi pada menit ke-89. Arda Güler mencetak gol spektakuler dari jarak sangat jauh, bahkan dari dalam setengah lapangan Madrid.
Melihat posisi kiper Elche yang terlalu maju, Güler melambungkan bola tinggi yang meluncur melewati Matías Dituro dan masuk ke gawang. Gol tersebut langsung menjadi salah satu momen paling ikonik dalam pertandingan tersebut.
Kemenangan ini membuat Real Madrid tetap menempel ketat Barcelona di puncak klasemen La Liga dengan selisih satu poin. Los Blancos selanjutnya akan menjamu Sevilla pada laga liga berikutnya.
Di tengah jadwal padat, Madrid juga bersiap menjalani leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City di Inggris.
Pelatih Real Madrid, Álvaro Arbeloa, mengungkapkan bahwa Kylian Mbappé masih diragukan tampil dalam pertandingan tersebut.
“Kami akan memberinya kesempatan besok,” kata Arbeloa, mengindikasikan bahwa sang penyerang kemungkinan kembali berlatih bersama tim pada Senin.
Mbappé sendiri belum bermain sejak 21 Februari setelah mengalami masalah pada lutut kirinya yang telah mengganggunya sejak Desember.












