Tekanan tuan rumah terus berlanjut. Pada menit ke-58, Juan Villa melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Persib, Teja Paku Alam.
Persib kemudian melakukan pergantian pemain pada menit ke-67 dengan memasukkan Beckham Putra dan Ramon “Tanque” de Andrade Souza menggantikan Adam Alis dan Andrew Jung.
Drama terjadi pada menit ke-77 saat terjadi kemelut di kotak penalti Persib. Wasit Razlan Joffri Bin Ali meninjau VAR setelah ada dugaan handsball oleh Uilliam Barros.
Setelah pemeriksaan VAR, wasit menunjuk titik putih pada menit ke-82. Mariano Peralta yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan Teja Paku Alam pada menit ke-83 dan mengubah skor menjadi 1-1.
Persib sempat meminta penalti setelah dugaan pelanggaran terhadap Matricardi, namun setelah pemeriksaan VAR, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.
Di masa tambahan waktu tujuh menit, kedua tim sama-sama memiliki peluang, termasuk dari Beckham Putra pada menit ke-90+6. Namun skor tetap bertahan hingga peluit akhir.
Pelatih Persib Bojan Hodak menilai hasil imbang tersebut masih cukup positif bagi timnya karena mampu mempertahankan posisi di puncak klasemen.
Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, Persib tampil dominan terutama di babak pertama.
“Saya pikir kami memiliki peluang yang lebih baik di babak pertama, mereka tidak memiliki banyak peluang,” ujar Hodak dalam konferensi pers usai pertandingan.
Ia mengakui Borneo FC tampil lebih agresif pada babak kedua dengan banyak situasi bola mati yang membahayakan pertahanan Persib.
“Secara keseluruhan ini hasil yang bagus karena kami tidak kalah. Selisih poin tetap terjaga dan liga akan semakin menarik sampai akhir musim,” tambahnya.
Gelandang Persib Marc Klok mengaku tidak sepenuhnya puas dengan hasil imbang tersebut karena tim datang ke Samarinda dengan target kemenangan.
“Kami tidak senang dengan hasil ini karena datang untuk mengambil tiga poin,” kata Klok.
Meski begitu, ia tetap bersyukur timnya mampu menghindari kekalahan di kandang pesaing terdekat di klasemen.
“Kami harus berbenah. Yang penting tidak kalah, tapi hasilnya sebenarnya bisa lebih baik,” ujar pemain bernomor punggung 23 itu.
Dengan hasil ini, persaingan menuju gelar Super League 2025/2026 dipastikan semakin ketat hingga pekan-pekan terakhir musim.












