“Faktanya, orang-orang masih ingin bergabung dengan klub kita dan bukan hanya sesama orang Eropa,” ujarnya, merujuk pada percakapannya saat berkunjung ke Kanada tahun lalu.
Meski terdapat perbedaan tajam, kedua belah pihak sepakat bahwa hubungan trans-Atlantik tetap penting.
“Kita tidak sependapat dalam semua isu dan ini akan tetap demikian, tetapi saya pikir kita bisa mulai dari situ,” kata Kallas.
Pernyataan ini menandakan bahwa meski retorika mengeras, jalur diplomasi antara Washington dan Brussel masih terbuka.
(apnews)












