Seketika.com, Internasional – Kemenangan besar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pemilu terbaru menjadi titik balik penting arah politik Negeri Sakura. Partai berkuasa yang dipimpinnya berhasil mengamankan dominasi di majelis rendah parlemen, memberi Takaichi kekuatan politik penuh untuk mendorong agenda konservatif nasionalis yang selama ini memicu perdebatan tajam di dalam dan luar negeri.
Kemenangan ini menandai pergeseran signifikan Jepang ke arah kanan, terutama dalam kebijakan keamanan, pertahanan, imigrasi, sosial, dan ekonomi, yang menurut Takaichi mutlak diperlukan untuk menjadikan Jepang “kuat dan makmur” di tengah ketegangan geopolitik global.
Takaichi berjanji akan merevisi kebijakan keamanan dan pertahanan nasional pada Desember mendatang, dengan fokus pada peningkatan kemampuan militer Jepang, pelonggaran bahkan pencabutan larangan ekspor senjata dan menjauh dari prinsip pasifisme pascaperang
Ia juga mendorong kenaikan anggaran pertahanan hingga 2% dari PDB, naik dua kali lipat dibanding 2022, sebagai bentuk komitmen terhadap sekutu utama Jepang, terutama Amerika Serikat.
Takaichi dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih pada 19 Maret untuk bertemu Presiden AS Donald Trump, yang secara terbuka mendukungnya menjelang pemilu.
Agenda pembahasan diperkirakan meliputi anggaran pertahanan Jepang, paket investasi Jepang senilai US$550 miliar untuk AS dan strategi menghadapi China.
Sebagian kebijakan, termasuk pembentukan badan intelijen nasional, undang-undang anti-spionase dan serta kebijakan imigrasi baru.












